• 021 316 9457
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

SP.002/I/2021 - BPPT Siap Mendukung Pencarian Sinyal Ping Black Box Sriwijaya SJ 182

SIARAN PERS BPPT

 SP.No. 002/HMP/HMS/HKH/I/2021

Jakarta, 10 Januari 2020

BPPT Siap Mendukung Pencarian Sinyal Ping Black Box Sriwijaya SJ 182


Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyiagakan Kapal Riset Baruna Jaya (BJ) IV, guna mendukung untuk Operasi SAR  pesawat Sriwijaya Air SJ 0182 rute Jakarta-Pontianak yang hilang kontak pada Sabtu, (9/1/2021).

 

Dikatakan Kepala BPPT Hammam Riza, hingga kini pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait.

 

Kapal BJ IV istimewa, karena sejatinya  kapal untuk kegiatan riset ini telah memiliki perangkat teknologi canggih, khususnya untuk mendeteksi keberadaan sinyal ping dari black box.

 

Teknologi sinyal sonar yang ada pada kapal ini mampu mendeteksi bentuk atau objek di permukaan laut hingga mencapai kedalaman 2.500 meter.

 

Sinyal sonar dapat dikirim dengan mengandalkan gelombang suara bawah air. Sinyal pantulan sonar akan diterima kembali oleh pusat kontrol di kapal untuk mengukur jarak, lalu mengonversi menjadi objek visual.

 

Kapal Baruna Jaya IV, diketahui memiliki pengalaman dan kemampuan membaca sinyal yang ada dalam dua jenis black box pesawat, yaitu cockpit voice recorder (CVR) dan flight data recorder (FDR). Hal ini telah dibuktikan saat terlibat dalam Operasi SAR reruntuhan Lion Air PK LQP di wilayah perairan Karawang, Tahun 2018 lalu. 

 

Baruna Jaya sejatinya adalah kapal untuk kegiatan riset batimetri atau pemetaan permukaan laut. Selain itu BJ IV juga biasa dimanfaatkan untuk kegiatan survei lainnya.

 

Sebagai informasi Baruna Jaya terlibat dalam pencarian pesawat Boeing 737 Adam Air penerbangan 574 di Sulawesi Tenggara pada 2007, pencarian kapal feri Bahuga Jaya di Selat Sunda pada 2012, dan pencarian KM Gurita di Sabang pada 1996.

 

Selain itu, kapal ini juga sempat dikerahkan untuk mencari pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 yang hilang pada 28 Desember 2014. Serta Operasi SAR reruntuhan Lion Air PK LQP di wilayah perairan Karawang, Tahun 2018 lalu. 

 

Perlu juga diketahui bahwa Pada 30 Desember 2020 lalu, kapal Baruna Jaya IV berhasil menyelesaikan misi pelayaran selama 182 hari di Jakarta untuk melaksanakan misi inovasi teknologi BPPT, khususnya di bidang survei kelautan.

 

Sebagai informasi, adapun perjalanan panjang Baruna Jaya IV ini dimulai dengan melaksanakan Survei Jalur Sistem Komunikasi Kabel Laut Lumori Lumori Sulawesi pada 20 Juni -15 Agustus 2020. Kemudian dilanjutkan Survei Pencarian Kapal Tenggelam MV Nur Allya sampai dengan 2 September 2020. Pelayaran dilanjutkan dengan Survei Jalur Kabel InaCBT di Labuan Bajo, dan dilanjutkan ke Balikpapan sampai dengan 5 November 2020.

 

Selanjutnya KR BJ IV melanjutkan Survei Deployment InaBuoy sampai dengan 21 November 2020, Survei Advance InaCBT Cilacap sampai dengan 19 Desember 2020, serta Recovery InaBuoy pada 19 Desember 2020, sebelum bertolak kembali ke dermaga Muara Baru pada 20 Desember 2020. 


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 14
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9457
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2021 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT