• 021 316 9457
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

SP.010/II/2021 - Kapal Baruna Jaya IV BPPT Berhasil Mencari Tenggelamnya Kapal MV Nur Allya di Perairan Halmahera

SIARAN PERS BPPT

SP.No. 010/HMP/HMS/HKH/II/2021

Jakarta, 05 Februari 2021

Kapal Baruna Jaya IV BPPT Berhasil Mencari Tenggelamnya Kapal MV Nur Allya di Perairan Halmahera



BPPT menurunkan Kapal Riset Baruna Jaya IV / BJ IV, bersama Kru dan Tenaga ahli BPPT, tenaga ahli KNKT dan juga perwakilan PT. Gurita Lintas Samudera guna melakukan survei investigasi keberadaan MV Nur Allya, mulai 14 Agustus sampai dengan 4 September 2020 atau selama 22 hari layar. 

 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menurunkan Kapal Riset Baruna Jaya IV (KR BJ IV) dalam survei investigasi keberadaan MV Nur Allya di Perairan Halmahera yang telah berlangsung pada tanggal 14 Agustus hingga 4 September 2020.

 

Misi survei ini dilakukan mengacu pada surat permintaan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) No. IK.102/1/24 KNKT 2020 kepada BPPT. Dalam misi 22 hari layar ini kru BJ IV dan tenaga ahli BPPT turut dibantu oleh tenaga ahli KNKT dan juga perwakilan PT Gurita Lintas Samudera selaku pemilik Kapal MV Nur Alyya.

 

Dalam misi kali ini, Kapal Riset Baruna Jaya IV dilengkapi dengan peralatan yang dibutuhkan dalam operasi pencarian dan pertolongan / SAR seperti Multibeam Echo Sounder, Side Scan Sonar, Marine Magnetometer (Maggy), Remotely Operated Vehicle (ROV), dan Ultra Short Base line (USBL).

 

Kapal Riset Baruna Jaya IV mulai beroperasi dan melakukan pencarian berdasarkan  hasil survei pendahuluan yang dilaksanakan KNKT dan BASARNAS, yaitu berupa data lokasi ditemukannya beberapa indikasi awal anomali kemagnetan dengan lingkungan disekitarnya yang ditangkap sebagai badan kapal yang terbuat dari logam.  Kemudian ditindaklanjuti hasilnya dengan metode Multi Beam Echo Sounder (MBES).

 

Berdasarkan data MBES ditemukan delapan objek pengamatan yang dianggap sebagai bangkai Kapal MV Nur Allya. yang tenggelam di perairan laut Halmahera, namun dari delapan objek tersebut belum dapat memastikan keberadaan MV Nur Allya. Karenanya BPPT ditunjuk oleh KNKT agar dapat melakukan survei lanjutan untuk verifikasi data yang didapatkan sebelumnya. 

 

Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan (Teksurla) BPPT Djoko Nugroho menyampaikan latar belakang dalam proses pencarian tersebut yakni pertama melalui survei pendahuluan yang  dilakukan dengan menggunakan metode survei magnetometer dan ping locator tidak berhasil menemukan lokasi MV Nur Allya.

 

Kemudian survei kedua dengan menggunakan metode survei MBES berhasil menemukan 8 titik objek. Selanjutnya langkah ketiga dilanjutkan dengan kombinasi MBES, Side Scan Sonar, Magnetometer, dan video bawah laut via ROV berhasil menemukan lokasi karamnya MV Nur Allya beserta bukti bukti kapal lainnya.

 

Adapun kesimpulan dari proses pencarian yang dilakukan menggunakan metode survei bawah air ini berhasil menemukan nilai anomali intensitas magnet lapangan di lokasi penemuan Kapal MV Nur Allya adalah 2000 hingga 2000 nT. 


Selanjutnya, Teknologi MBES mampu menghasilkan posisi dan kedalaman dari MV Nur Allya yang berada pada posisi koordinat (1°13’19.85”S, 128°35’22.47”E) dan di kedalaman 533 m. Serta teknologi Side Scan Sonar mampu menghasilkan citra bawah laut MV Nur Allya melalui dengan ukuran panjang x lebar x tinggi 189,3 m x 32,6 m x 31 m. (Humas BPPT)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 14
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9457
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2021 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT