• 021 316 9457
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

SP 22 - Rakernas BPPT Tahun 2021 Penguatan Ekosistem Inovasi Teknologi

 SIARAN PERS

SP.No.22/HMP/HMS/HKH/III/2021

Jakarta, 8 Maret 2021 

 

Rakernas BPPT Tahun 2021 Penguatan Ekosistem Inovasi Teknologi

"Peningkatan Peran Pengkajian dan Penerapan Teknologi Dalam Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional"

 

Jakarta - BPPT menggelar Rapat Kerja Nasional Penguatan Ekosistem Inovasi Teknologi Tahun 2021 pada 8-9 Maret 2021, dengan tema "Peningkatan Peran Pengkajian dan Penerapan Teknologi Dalam Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional" yang akan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. 

Hadir pada rakernas tersebut Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang P.S. Brodjonegoro yang juga akan menyaksikan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara BPPT dengan multi stakeholder dalam rangka penguatan ekosistem inovasi.

Seperti diketahui, saat ini Ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) sudah menjadi  landasan ilmiah dalam pembangunan, sesuai dengan amanat UU. No. 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (SISNAS IPTEK). Hal ini turut berdampak pada kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan (litbangjirap) yang harus berorientasi kepada kebutuhan masyarakat, dan memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

BPPT sebagai lembaga pengkajian dan penerapan teknologi di bawah kordinasi Kementerian Riset Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mempunyai fungsi strategis dalam meningkatkan penguasaan teknologi dan Inovasi. BPPT meyakini mampu membawa Indonesia menjadi negara yang berjaya dan berdaya saing di masa depan dengan menumbuhkembangkan  penguasaan serta pemanfaatan IPTEK melalui pelaksanaan ketujuh perannya.

BPPT juga terus berupaya untuk menghasilkan inovasi bagi pendorong pembangunan nasional,  meningkatkan nilai tambah serta hilirisasi inovasi teknologi, menghasilkan teknologi untuk substitusi impor, peningkatan TKDN, penguasaan frontier teknologi hingga teknologi tepat guna  dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

Dalam pelaksanaan jirap, BPPT berupaya melakukan penguasaan teknologi dan bertanggung jawab atas keberhasilan penerapannya terutama dalam menghasilkan inovasi teknologi sebagai penghela pertumbuhan ekonomi nasional. Tujuan tersebut akan bisa dicapai jika dilakukan dalam sebuah ekosistem inovasi.

Ekosistem inovasi yang dimaksud adalah sinergi/kerja sama yang melibatkan seluruh stakeholder, baik dari Kementerian/Lembaga terkait, BUMN, industri, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Ekosistem inovasi nasional, haruslah menjadi hal fundamental, menuju visi Indonesia Emas 2045, yaitu Indonesia yang maju mandiri adil dan makmur. Indonesia yang berdaya saing, dengan ekonomi berbasiskan inovasi (innovation driven economy).

Menuju pelaksanaan Rakernas Penguatan Ekosistem Inovasi Teknologi tersebut, BPPT telah mengadakan rangkaian Webinar Rakernas Penguatan Ekosistem Inovasi Teknologi selama dua hari, 4-5 Maret 2021, dengan melibatkan berbagai stakeholder multiplehelix baik dari Kementerian/Lembaga terkait, BUMN, industri, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Terdapat 8 bidang fokus teknologi dan Bidang Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) yang dibahas dalam webinar tersebut, diantaranya energi, kesehatan dan pangan, transportasi, pertahanan dan keamanan, kemaritiman, bencana, rekayasa keteknikan, serta informasi dan elektronika.

Di Bidang Teknologi Kesehatan dan Pangan, BPPT berfokus pada kemandirian bahan baku obat dan alat kesehatan sebagai upaya kita mengatasi impor dan mengedepankan produk dalam negeri dengan menghasilkan inovasi seperti implan tulang, dan juga disertai pelaksanaan program terkait upaya pencegahan stunting dan pengembangan smart farming.

Dalam bidang kebencanaan, BPPT telah menghasilkan Teknologi Tsunami Early Warning System, Rumah Tahan Gempa dan telah  melakukan operasi modifikasi cuaca untuk Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang mampu mengurangi titik api (hot spot) dan redistribusi curah hujan untuk pencegahan bencana banjir.

Pada bidang teknologi informasi dan elektronika, BPPT berperan serta dalam implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), pengembangan teknologi Big Data dan Sistem Informasi Zoonosis dan Emerging Infectious Deseases (SIZE) untuk mendukung Satu Data Indonesia (SDI), dokumen Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (Stranas KA) dan membangun Pusat Inovasi Kecerdasan Artifisial (PIKA), alat bantu keselamatan penerbangan dan pelayaran.

Di bidang teknologi rekayasa keteknikan, BPPT telah membangun pabrik pemurnian garam rakyat berkapasitas 40 ribu ton/tahun di Gresik, membangun dan mengoperasikan proyek percontohan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Bantar Gebang, serta membuat percontohan  pengolahan emas bebas merkuri. 

 

Untuk bidang energi, BPPT telah menghasilkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) skala kecil (modular), laboratorium pengujian kualitas modul fotovoltaik, serta pendampingan implementasi B-30 yang mampu menghemat impor solar sebesar 9 juta kilo-liter.

Pada bidang Transportasi, Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), BPPT telah menghasilkan Charging Station 50 kW dan motor penggerak listriknya. Untuk bidang kemaritiman, BPPT telah menghasilkan desain kapal pengawasan 32 meter untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sedangkan di bidang teknologi Pertahanan dan Keamanan, BPPT telah menghasilkan Pesawat Udara Nir Awak untuk Kombatan yang  akan siap  terbang sebelum akhir tahun 2021.

Tiga dari delapan bidang fokus teknologi yaitu Drone PUNA MALE (Pesawat Udara Nir-Awak jenis Medium Altitude Long Endurance), Bahan Bakar Nabati (BBN) Biodiesel dengan Katalis Merah-Putih, serta Pabrik Garam Industri Terintegrasi. merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

Diharapkan melalui pelaksanaan Rakernas ini dapat menghasilkan program BPPT 2020-2024 yang strategis, fokus dan terukur, menghasilkan langkah strategis dalam Penguatan Peran Organisasi dan Pengembangan SDM yang terampil dan siap bekerja dengan semangat solid, smart, speed, serta memperkuat pelaksanaan Reformasi Birokrasi melalui Transformasi Digital.

 

Dukungan yang kuat dari berbagai pihak dalam ekosistem inovasi tentunya akan mampu mendorong BPPT untuk dapat terus berperan dalam memperkuat ekosistem inovasi untuk percepatan pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya saing inovasi Indonesia. Selain itu tentunya dukungan besar seluruh ekosistem inovasi diperlukan untuk menjalankan program pemanfaatan produk dalam negeri (P3DN), sehingga inovasi karya anak bangsa bisa mendapatkan pemanfaatan yang lebih luas.

 

Kontak Person : Biro Hukum, Kerja Sama dan Humas BPPT ( Bagian Humas )


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 14
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9457
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2021 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT