• 021 316 9457
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

SP.030/IV/2021 - Inovasi Sawit untuk Menjaga Kelestarian Budaya Batik

SIARAN PERS

SP.No.30/HMP/HMS/HKH/IV/2021

Jakarta, 09 April 2021

Inovasi Sawit untuk Menjaga Kelestarian Budaya Batik

 

Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerjasama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Kementerian Keuangan  serta didukung stakeholder industri batik seperti Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta, menyelenggarakan Sosialisasi dan Workshop Penggunaan Lilin/Malam Berbahan Turunan Minyak Sawit Pada UKM Batik. 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan serupa yang dilakukan di 3 (tiga) kota yaitu Semarang, Cirebon dan Solo. Kegiatan di Semarang dan Cirebon telah dilakukan masing-masing pada tanggal 16-19 Maret  dan 23-26 Maret 2021 yang lalu. Untuk Sosialisasi di Solo diselenggarakan tanggal  5- 9 April 2021 dan sekaligus dirangkai dengan Webinar Kemitraan UKM Batik Sawit. 

Kepala BPPT Hammam Riza, dalam sambutannya menyampaikan sosialisasi dan webinar ini dilakukan sebagai upaya mendorong pemanfaatan hasil riset pemanfaatan produk turunan minyak sawit sebagai bahan industri khususnya industri batik.

Hammam Riza menjelaskan turunan minyak sawit ini akan digunakan sebagai lilin/malam batik, atau sering disebut dengan parafin, yang selama ini masih impor hingga mencapai 50 persen.

Dari hasil riset yang dilakukan BPPT, lilin/malam dari turunan sawit yang dinamakan Bio-Paraffin Substitute (Bio-Pas) ini mampu menghasilkan warna lebih baik, tidak terdapat rembesan warna yang masuk (di tapak canting), dan hasil pewarnaan lebih tajam dan cerah karena tahan terhadap larutan alkali dan asam akibat zat pewarna sintetis.

Inovasi Bio-Pas, sebut Hammam, juga merupakan salah satu upaya BPPT dalam meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, khususnya sawit yang merupakan salah satu komoditi unggulan Indonesia.

Sasaran atau harapan kedepan dengan diterimanya produk tersebut oleh pasar yaitu (1) Penciptaan konsumen baru bagi minyak sawit pada sektor yang belum tersentuh, sehingga meningkatkan konsumsi minyak sawit. ; (2) Membuka peluang penciptaan wirausaha baru dan lapangan kerja di bidang industri pembuatan Bio-Pas pengganti parafin untuk lilin/malam batik, serta semakin dikenalnya produk lilin/malam batik berbasis sawit.

Kepala BPPT Hammam Riza berharap melalui sosialisasi ini, produk formulasi lilin/malam batik dapat diterima dan dimanfaatkan oleh para pelaku industri khususnya di sentra batik Indonesia.

Bio-Paraffin Substitute (Bio-Pas)

Malam/lilin batik yang selama ini digunakan menggunakan formulasi paraffin bersumber dari minyak bumi dan sebagian besar masih diimpor. Penggantian paraffin berbasis minyak bumi (petroleum) dengan Bio-Pas yang bersumber dari minyak sawit merupakan terobosan dalam upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor untuk pemenuhan produk berbasis minyak bumi.

Minyak sawit sebagai sumber bahan baku Bio-Pas merupakan produk yang terbarukan serta produksinya mampu mencapai lebih dari 50 juta ton per tahun.  Minyak sawit sendiri memiliki fraksi padat stearin, biasanya dipisahkan dalam industri refinery – fraksinasi, yang berpotensi digunakan sebagai bahan baku Bio-Pas, sebagai salah satu inovasi teknologi substitusi impor parafin berbahan minyak bumi.

Pemanfaatan Bio-Pas oleh industri batik nasional diperkirakan dapat meningkatkan serapan minyak sawit di dalam negeri sekitar 40.000 ton per tahun.

Bio-Pas merupakan produk berbasis minyak sawit yang telah dikembangkan oleh BPPT sebagai pengganti parafin berbasis minyak bumi. Selanjutnya melalui riset bersama BBKB diformulasi menjadi lilin/malam batik. Produk lilin/malam batik dengan menggunakan Bio-PAS pada proses pembatikan menunjukkan

  • mampu menjadi perintang warna yang bagus
  • tidak terdapat rembesan warna yang masuk ( di tapak canting)
  • Hasil pewarnaan dihasilkan tajam dan cerah. (karena tahan terhadap larutan alkali dan asam akibat zat pewarna sintetis

Salah satu keunggulan produk ini tidak hanya menggantikan parafin berbasis minyak bumi tapi juga bisa mengurangi beberapa komponen dalam pembuatan lilin/malam yang diharapkan bisa mengurangi harga lilin/malam batik.

Dalam acara sosialisasi dan workshop ini peserta diberi kesempatan untuk mencoba menggunakan lilin/malam batik berbasis sawit. Peserta juga diminta untuk memberikan penilaiannya atas kinerja lilin batik Bio-Pas, sebagai masukan bagi tim inovator untuk perbaikan jika diperlukan. Acara workshop ini sendiri diikuti oleh 40 peserta dari berbagai UKM dan atau kelompok batik tidak hanya yang ada di Solo tetapi juga daerah lain disekitarnya.

Untuk mendukung sosialisasi produk Bio-pas ini juga dilakukan Webinar Kemitraan UKM Batik Sawit dengan menghadirkan Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menparekraf/Kepala Barekraf) sebagai keynote speaker yang menyampaikan “Peran Industri Kreatif Batik Bagi Perekonomian Indonesia” dan Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc.IPU (Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi /BPPT).

Sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber lainnya yang terkait diantaranya Dr. Soni Solistia Wirawan, M.Eng (Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi), Eddy Abdurrahman (Direktur Utama Badan Pengelola dana Perkebunan Kelapa Sawit/BPDPKS), Dr. Ir. Doddy Rahadi (Kepala Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri, Kementerian Perindustrian), Dr. Komarudin Kudiya  (Ketua Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia/APPBI), Sahat M Sinaga (Plt.Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia/DMSI),  Ir. Titik Purwati Widowati, MP ( Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik), dan Ir. Indra Budi Susetyo,M.Sc ( Perekayasa Ahli Utama dari BPPT).

Acara dipandu oleh Ir. Arief Arianto,MSc Agr (Direktur Pusat Teknologi Agroindustri) dan Dr. Yenny Bachtiar (Kepala Pusat Pelayanan Teknologi BPPT), dan webinar  diikuti oleh  500 peserta dari kalangan industri batik, industri sawit , mahasiswa, peneliti, perekayasa dan lainnya, ditutup oleh Ir.Arief Arianto, MSc Agr-Direktur Pusat Teknologi Agroindustri BPPT.

 

 


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 14
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9457
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2021 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT