• 021 316 9457
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

SP.037/IV/2021 - BPPT diminta KNKT bergabung dalam operasi SAR Kapal Selam KRI Nanggala-402

SIARAN PERS BPPT

SP.No.37/HMP/HMS/HKH/IV/2021

Jakarta, 23 April 2021

BPPT diminta KNKT bergabung dalam operasi SAR Kapal Selam KRI Nanggala-402

 

Kapal selam milik TNI Angkatan Laut (AL), KRI Nanggala - 402, dikabarkan hilang kontak saat menjalani latihan di Perairan Bali Utara pada Rabu (21/4). Hingga kini proses pencarian dan penyelamatan kapal selam yang membawa 53 orang awak tersebut masih terus dilakukan.

 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) diminta bergabung oleh Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam operasi search and rescue (SAR) kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang di perairan utara Bali, Rabu (21/4/2021) pukul 03.00 WIB.

 

Kepala BPPT Hammam Riza menyatakan, pihaknya telah menerima surat dari Ketua KNKT untuk melibatkan tenaga ahli serta peralatan survei kemaritiman BPPT dalam operasi SAR tersebut. Tenaga ahli yang diminta KNKT adalah tenaga ahli yang terlibat dalam operasi Investigasi tenggelamnya MV Nur Alya yang tenggelam pada tahun 2018 di perairan Halmahera yang ditemukan oleh BPPT pada tahun 2020.

 

“Pengalaman dalam operasi SAR selama ini, BPPT selalu menjadi andalan KNKT, yang selama ini telah berhasil secara langsung dan tidak langsung dalam upaya SAR dan investigasi kecelakaan transportasi khususnya di laut maupun perairan,” urai Hammam.

 

Lebih lanjut, Hammam menyampaikan dalam surat resmi tersebut, KNKT meminta tenaga ahli BPPT ikut diberangkatkan untuk mengoperasikan dan  melakukan pengolahan data dari peralatan magnetometer yang akan di-install di kapal BASARNAS. “BPPT siap berkoordinasi bersama KNKT dalam operasi SAR Kapal Selam Nanggala-402.

 

Dengan pengalaman SDM IPTEK terbaik dalam survei kemaritiman maupun operasi SAR, dan didukung teknologi canggih yang dimiliki, Saya berharap Nanggala-402 dapat segera ditemukan keberadaannya,” ujarnya optimis.

 

Melengkapi pernyataan Kepala BPPT, Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT Djoko Nugroho menyampaikan Tim dari BPPT saat ini sudah bersiap di Pelabuhan Banyuwangi, kemudian akan bergabung dengan Tim Gabungan SAR KRI Nanggala.

 

Dirinya menerangkan, sesuai prosedur SAR, pendeteksian awal dilakukan dengan magnetometer untuk mencari anomali medan magnet yang mungkin ditimbulkan oleh suspect kapal selam. Kemudian pencarian dilanjutkan dengan pengambilan gambar objek suspect dengan side scan sonar + maggy, untuk mendapatkan gambaran 3 dimensi yang jelas dari objek sekaligus dimensi objek.

 

"Tim ahli sudah siap bergabung untuk mendukung Tim Gabungan SAR yang terdiri dari Basarnas, KNKT, BPPT,  PPGL, TNI dan asset SAR nasional lainnya, saling bekerjasama dan saling mendukung untuk segera menemukan keberadaan kapal selam KRI Nanggala," tutupnya.

 

Sebagai informasi Ini bukan pertama kalinya BPPT berperan dalam operasi SAR. Berdasarkan rekam jejaknya, berikut ini sejumlah pencarian dalam kecelakaan yang pernah ditangani oleh BPPT:

- KM Gurita di Sabang (1996)

- Boeing 737 Adam Air 574 di Sulawesi Tenggara (2007)

- Kapal feri Bahuga Jaya di Selat Sunda (2012)

- Menemukan Kotak Hitam AirAsia QZ8501 (2014)

- Lion Air JT610 (2018)

- Identifikasi KM Sinar Bangun di Danau Toba (2018)

- Sriwijaya Air SJ 182 (2020)

- Pencarian karamnya Kapal M.V. Nur Allya (2021)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 14
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9457
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2021 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT