• 021 316 9457
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

SP.044/V/2021 - Kebangkitan Inovasi Teknologi Untuk Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi

Pandemi Covid-19 telah membangunkan kita semua bahwa ketahanan nasional menangani penyakit menular perlu mendapatkan perhatian serius. Ketergantungan terhadap produk-produk impor dalam penanganan Covid 19 masih sangat tinggi. Inovasi teknologi penanganan Covid-19 untuk subtitusi impor sudah saatnya menjadi prioritas nasional, termasuk upaya mendorong tumbuhnya industri hulu dan industri antara bidang kesehatan.

Task Force Riset dan Inovasi Teknologi Penanganan Covid-19 (TFRIC-19) tahun 2020  merupakan model ekosistem inovasi yang terbangun karena adanya dorongan kebutuhan bersama untuk menangani pandemi Covid 19. Acara Media Gathering ini bertujuan untuk memperingati satu tahun inovasi teknologi Covid-19, dimana pada tanggal 20 Mei 2020 beberapa produk inovasi TFRIC-19 telah berhasil diluncurkan kepada maysarakat, dan mendapatkan apresiasi serta dukungan dari Presiden Joko Widodo. Produk – produk tersebut antara lain :

  1. Rapid Diagnostic Test (RDT) RI-GHA untuk deteksi antibodi IgG/IgM
  2. PCR tes kit BioCOV-19 dan mBioCOV-19
  3. Mobile Laboratorium Biosafety Level 2 (BSL 2), yang dilengkapi dengan instrumen lengkap untuk menjalankan proses pemeriksaan RT-PCR.
  4. Ventilator darurat, untuk membantu memenuhi kebutuhan alat penunjang kesehatan bagi pasien Covid-19.
  5. Aplikasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) untuk deteksi Covid-19 berbasis citra X-ray dan CT-Scan.

 

Ekosistem inovasi teknologi penanganan Covid 19 perlu dijaga dan diperkuat guna memperkuat ketahanan nasional dan subtitusi impor. Pada tahun 2021 BPPT terus berkomitmen melanjutkan kegiatan inovasi untuk penanganan Covid-19. Kepala BPPT telah melaunching TFRIC-19 tahun 2021 pada tanggal 19 Mei 2021. Ada 5 (lima) aksi utama TFRIC-19 tahun 2021, yaitu :

  1. Aksi Penguatan Kajian Keekonomian dan Teknologi.

Aksi ini dilakukan dalam upaya mitigasi dan meminilaisasi potensi “valley of death” dan menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat kelayakan produk untuk masuk ke pasar. Kajian - kajian yang dilakukan meliputi kajian TKDN, kajian industri manufaktur produk kesehatan, kajian pra analisa komersialisasi, dan audit teknologi kapasitas industri dan dukungan regulasi.

Kajian industri manufaktur produk kesehatan bertujuan untuk merumuskan kebijakan teknologi dan strategi pengembangan industri manufaktur produk kesehatan untuk penanganan Covid-19.

Kajian pra komersialisasi bertujuan untuk meminimalisir risiko kegagalan dalam komersialisasi produk teknologi dengan output berupa dokumen rekomendasi kelayakan bisnis pada produk teknologi bidang kesehatan

Audit teknologi kapasitas industri dan dukungan regulasi bertujuan untuk menghasilkan rekomendasi terkait kemampuan produksi dan potensi pasar industri produk untuk penanganan covid-19 serta mengkaji regulasi terkait ekosistem inovasi yang mendukung keberlangsungan produk penanganan covid-19.

  1. Aksi Inovasi Teknologi Alat Kesehatan

Aksi ini meliputi inovasi ventilator ICU, Direct Digital Radiography (DDR), Rapid Diagnostic Test (RDT) Antigen Covid-19 dan Kit pengukur kadar antibodi paska vaksinasi.

BPPT telah melakukan perancangan dan pengembangan prototipe ventilator ICU yang memenuhi standar ISO 80601-2-12:2020. Ventilator ICU ini juga dikembangkan untuk penanganan berbagai kondisi pasien yang mengalami masalah kesehatan dan memerlukan perawatan intensif. 

Direct Digital Radiography (DDR) dirancang dengan fitur pengambilan Mode Thorax untuk diagnosis pasien Covid-19 dan dilengkapi dengan fitur data Digital Imaging Communication Medicine (DICOM) untuk mendukung implementasi kesehatan 4.0. DDR ini dirancang dengan desain industri dan biaya yang murah guna mendukung pemerataan dan peningkatan pelayanan radiologi di Indonesia.

RDT antigen Covid 19 dengan nama dagang BPRO merupakan prototip produk RDT antigen yang dikembangkan bersama antara BPPT dengan Prodia Diagnostic Line (Proline). BPRO dikembangkan brbasis antibodi protein N (Nucleocapsid). Saat ini, BPRO dalam tahap proses validasi eksternal dan registrasi di Kementerian Kesehatan

Produk kit untuk mengukur kadar antibodi yang terbentuk setelah vaksinasi berbasis teknologi Lateral Flow Immunofluorescent Assay (LFIA). Produk ini diharapkan dapat mendukung keberhasilan program vaksinasi nasional.

  1. Aksi Inovasi Teknologi Suplemen Kesehatan

Aksi ini bertujuan menyediakan produk-produk dalam negeri yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan atau imunitas masyarakat. Aksi ini meliputi : (i). inovasi suplemen kesehatan berbasis bawang putih terfermentasi (black garlic), suplemen kesehatan berbasis beta glucan (polisakarida hasil fermentasi yeast), suplemen dalam bentuk biskuit padat gizi yang diperkaya dengan vitamin dan mineral, sediaan obat herbal imunostimulan dan beras terfortifikasi

  1. Aksi penguatan data sains dan aplikasi kecerdasan artifisial

Aksi ini meliputi inovasi aplikasi AI untuk deteksi Covid-19, database biopropeksi tanaman obat, mikroba dan senyawa berpotensi obat  Covid 19 dan penyakit lainnya sebagai data set Artificial Intelligence (AI).

SITO atau Sistem Informasi Tanaman Obat merupakan aplikasi hasil transformasi digital yang berisi database tanaman obat berbasis website. Koleksi tanaman obat dikumpulkan dari beberapa taman nasional di wilayah Indonesia hasil kegiatan bioprospeksi. Hingga saat ini telah terkumpul lebih dari 2600 koleksi tanaman obat dan dapat diakses pada link http://sito.pptik.id//.

BPPT memiliki koleksi mikroba asli Indonesia sekitar 25.000 isolat mikroba. Dengan memanfaatkan teknologi AI, diharapkan efisiensi proses identifikasi mikroba dan penemuan senyawa kandidat obat dari mikroba dapat ditingkatkan, sehingga senyawa kandidat obat bisa ditemukan dengan lebih cepat. Selain itu, database morfologi mikroba dan senyawa yang diproduksi oleh mikroba akan dibangun sebagai dataset untuk sistem identifikasi mikroba dan senyawa mikroba berbasis AI.

  1. Aksi Penguatan Kerjasama, Komersialisasi dan Media

Tahapan hilir darai proses inovasi adalah komersialisasi. Selain kesiapan teknologi, kelayakan bisnis dan kesesuaian produk produk dengan regulasi menjadi syarat utama menuju komersialisasi. Kemitraan dengan insutri perlu dilakukan sedini mungkin. Aksi ini bertujuan untuk memperkuat networking, komersialisasi, pendampingan diskusi dan negosiasi kerjasama kemitraan serta penguatan media campaign yang menjadi aktivitas penting untuk dilakukan.

Selain inovasi bidang kesehatan dan pangan, ada 7 bidang focus teknologi lain yang juga menjadi prioritas BPPT, yaitu energi, transportasi, kemaritiman, kebencanaan, pertahanan dan keamanan, TIK, dan teknik kerekayasaan. Inovasi teknologi pada masih-masig focus bidang ini juga akan disampaikan kepada masyarak luas secara bergantian. BPPT akan terus berkarya untuk bangsa dan negara. (Humas BPPT).


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 14
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9457
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2021 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT