Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

PENJAJAKAN KERJASAMA BPPT - PT KIMIA FARMA DALAM RANGKA PRODUKSI GARAM FARMASETIS

Garam seperti diketahui memiliki banyak manfaat akan penggunaannya, selain untuk kebutuhan konsumsi masyarakat, garam pun dibutuhkan oleh industri farmasi sebagai bahan baku. Adapun kebutuhan industri farmasi ini diperkirakan mencapai 1.500 ton per tahun. Sayangnya, hingga kini kebutuhan tersebut masih harus diimpor mengingat belum ada produsen garam farmasetis di dalam negeri.

Melihat permasalahan tersebut, Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB), Listyani Wijayanti menyatakan bahwa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi telah berhasil mengembangkan teknologi produksi garam farmasetis hingga pada skala pilot.

"Produk hasil kajian tersebut telah lulus pengujian produk sebagai NaCl farmasetis dari berbagai laboratorium lembaga perguruan tinggi, PT Sucofindo maupun industri pengguna seperti PT Otsuka dan PT Biofarma," jelasnya.

Adapun garam farmasi termasuk ke dalam salah satu jenis garam industri dengan kadar natrium klorida minimal 99,0 % dan berbagai ion pencemar yang masih diperbolehkan seperti yang tercantum dalam Farmakope Indonesia.

Deputi TAB menjelaskan lebih lanjut bahwa dalam industri farmasi, garam farmasi merupakan bahan baku yang banyak digunakan, antara lain sebagai bahan baku sediaan infus, produksi tablet, pelarut vaksin, sirup, oralit, cairan pencuci darah, minuman kesehatan dan lain-lain. "Bahkan penggunaannya juga merambah bidang kosmetika, seperti natrium klorida farmasetis yang dipakai sebagai salah satu  bahan pembuatan sampoo, bahan sabun dan lain-lain," tambahnya.

Guna menjajaki pembangunan unit produksi garam farmasetis, Rabu, (27/3) Deputi TAB didampingi Direktur Pusat Teknologi Farmasi dan Medika (PTFM) dan tim terkait telah berkunjung ke unit produksi PT. Kimia Farma, Tbk. di Watudakon, Jawa Timur.

Tim BPPT yang diterima oleh General Manager Business and Development  Agung Kisworo, beserta pejabat terkait lainnya, juga telah menyepakati untuk membuat desain produksi garam farmasetis di PT Kimia Farma Watudakon dengan memanfaatkan fasilitas yang ada. Selain itu dari kunjungan ini juga disepakati untuk menjajaki pengembangan produk turunan kina dan jarak, penyediaan bibit unggul kina dan jarak, serta produk turunan ferrosulfat. (SYRA/tab/humas)

 

 

 

 

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id