• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

PEREKAYASA BPPT KEMBANGKAN PROTOTYPE TELEMEDICINE, ALAT DETEKSI JANTUNG PORTABLE

{rokbox}images/stories/ekgbppt3.jpg{/rokbox}{rokbox}images/stories/ekgbppt2.jpg{/rokbox}

Kesehatan merupakan sesuatu yang berharga dalam kehidupan, materi berlimpah dan kesenangan yang dirasa seakan tidak ada artinya tanpa tubuh yang sehat. Tanpa kita sadari, gaya hidup sehari-hari, pola makan, sampai pola tidur sedikit banyaknya mempengaruhi kondisi fisik tubuh. Jantung merupakan salah satu organ terpenting tubuh, tidak berfungsinya jantung dalam menjalankan tugasnya dapat menyebabkan kematian pada seseorang. Serangan jantung biasanya terjadi mendadak disaat seseorang sedang beraktifitas, kondisi demikian yang menyebabkan seorang pasien jantung harus selalu berhubungan dengan dokter.

Hal itu yang mendasari pemikiran tim perekayasa BPPT dalam merancang alat deteksi jantung telemedicine elektrokardiograf yang merupakan sebuah instrumen medis, digunakan sebagai alat untuk memperoleh informasi seputar kerja jantung manusia yang terkoneksikan dengan telepon seluler. ‚Pasien yang mengalami penyakit jantung terutama di daerah kesulitan dalam mendapat kontrol dari dokter spesialis jantung yang biasanya hanya terdapat di kota-kota besar. Dengan adanya alat ini diharapkan pasien dapat selalu termonitor‚, demikian diungkapkan Yaya Suryana, Perekayasa Bidang Teknologi Alat Kesehatan BPPT (5/10).

‚Ide dibuatnya alat ini, terinspirasi turis dari Jepang yang mengalami kesulitan dimonitor oleh dokter dari negaranya karena jarak yang sangat jauh, ide lain juga muncul dari kebutuhan atlet untuk selalu mengontrol kondisi fisik mereka saat berlatih‚, terangnya.

Yaya menjelaskan bahwa prototype telemedicine ini telah diuji coba di Pusat Jantung Terpadu RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Alat ini bekerja dengan menggunakan perangkat chip yang terkoneksi dengan telepon seluler, adapun telepon yang digunakan adalah merk Siemens dengan menggunakan jaringan GSM. Tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan telepon seluler lain yang mempunyai cable data dan data port untuk mentransfer data dari telemedicine elektrokardiograf ke telepon seluler. ‚Saat ini kita sedang dalam merintis kerjasama dengan salah satu produsen alat kesehatan. Kedepan diharapkan, kita tidak lagi bergantung pada alat dan sparepart impor‚, kata Yaya di akhir wawancara. (YRA, humas)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT