• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Kepala BPPT:  Wujudkan Kemandirian dan Daya Saing Industri Kesehatan Nasional

 

Pekan lalu Pemerintah mengumumkan Kebijakan Paket Ekonomi XI, yang salah satunya mengamanatkan mempercepat kemandirian dan daya saing industri obat dan alat kesehatan dalam negeri. Perbaikan aksesibilitas, pelayanan, dan fasilitas kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia menjadi salah satu fokus utama dalam kebijakan Presiden Joko Widodo dalam pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan.

 

Oleh karena itu Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) juga turut berinisiatif meluncurkan Outlook Teknologi Kesehatan, yang berisikan proyeksi kebutuhan teknologi untuk industri farmasi dan alat kesehatan di Indonesia sampai tahun 2035. “Buku Outlook Teknologi Kesehatan ini sangat penting dan strategis, karena buku ini merupakan dukungan pada kebijakan pemerintah terkait penguatan industri farmasi dan alat kesehatan,” ungkap Kepala BPPT Unggul Priyanto saat Peluncuran Buku Outlook Teknologi Kesehatan di Jakarta, (13/4).

 

 

BPPT tambah Unggul juga telah menghasilkan inovasi teknologi produksi bahan baku obat, seperti garam farmasi, pati farmasi, glukosa farmasi, dan dextrose monohydrate farmasi. “Salah satu paten inovasi BPPT yang telah dikomersialisasikan adalah garam farmasi, yang telah diproduksi oleh PT Kimia Farma. BPPT juga berperan dalam rancang bangun pabrik garam farmasi tersebut,” paparnya.

 

Pada acara Peluncuran Outlook yang berlangsung dalam rangkaian Pameran Lab Indonesia 2016 ini Kepala BPPT juga menuturkan bahwa Outlook Teknologi Kesehatan edisi 2016 ini mengangkat tema “Teknologi untuk Industri Farmasi dan Alat Kesehatan Nasional Proyeksi 2035”. “Dalam Outlook ini lanjutnya, disajikan potret kesehatan nasional, industri farmasi dan alat kesehatan, serta dilengkapi dengan analisis dan proyeksi kebutuhan produk dan teknologi kesehatan untuk industri farmasi dan alat kesehatan di masa yang akan datang hingga 2035. “Semoga buku ini bisa memberikan manfaat bagi negeri tercinta ini, terutama untuk mendorong mewujudkan kemandirian dan daya saing industri kesehatan nasional,” harapnya.

 

Di tempat yang sama Menteri Ristek dan Dikti RI, Mohamad Nasir menegaskan dukungannya akan kemandirian dalam penyediaan bahan baku obat di Indonesia. Menristek Dikti juga menyatakan bahwa pihaknya telah memangkas berbagai aturan yang menyulitkan tumbuhkembangnya industri farmasi di Indonesia.

 

 

“Saya minta komitmen bersama antara akademisi, regulator dan industri. Hal ini penting agar  pertumbuhan riset  optimal dan menjadi penggerak ekonomi Indonesia,” pungkasnya. (Humas/HMP)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT