Print

BPPT Perkuat Kerjasama Internasional Pemanfaatan Sumber Daya Hayati untuk Bahan Baku Obat

 

BPPT melalui Pusat Teknologi Famasi dan Medika telah menjalin kerjasama dengan Korean Research Institue of Bioscience and Biotechnology (KRIBB- Korea Selatan) sejak Tahun 2007.

 

Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi, Eniya L. Dewi mengungkap kerjasama itu dilakukan untuk Bioprospeksi Sumber Daya Tanaman Indonesia sebagai sumber bahan baku obat.

 

 

 

"Dari hasil kerjasama tersebut, enam jenis tanaman asli Indonesia telah teridentifikasi positif mempunyai aktivitas antiinflamasi (3 tanaman), antidiabetes (1 tanaman), antifungi (1 tanaman) dan anti virus dengue (1 tanaman)," terang Eniya pada acara International Symposium and Exhibition for Program  of International Biological Material Collection and Utilization di Seoul, Korea Selatan, minggu lalu.

 

Eniya lebih lanjut mengatakan bahwa kerjasama dengan KRIBB telah menghasilkan paten, publikasi pada jurnal internasional dan beberapa buku kumpulan tanaman obat.

 

Disebutkan juga oleh Eniya bahwa BPPT dan KRIBB telah memiliki koleksi dan memberikan perlakuan terhadap sejumlah 2.300 spesimen tanaman dan ekstrak.

 

"Semuanya itu kita  lakukan skrining aktivitas antiinflamasi, antifungi, antioksidan, antidiabetes dan anti virus dengue. Dari aktivitas inilah kami temukan ke enam jenis tanaman asli Indonesia yang positif memiliki antiinflamasi," papar Eniya.

 

 

Terhadap keenam tanaman tersebut Eniya berupaya  melakukan domestikasi budidaya tanaman tersebut. "Hal ini penting untuk penelusuran senyawa aktif serta uji farmakodinamik lanjutan pada tahap praklinik," tutup Eniya.

 

 

 

Sebagai informasi dalam pertemuan tersebut juga telah terjalin semangat memperkuat kerjasama di antara negera yang tergabung dalam program tersebut, yaitu Korea Selatan, Indonesia, China, Vietnam dan Costa Rica. (Humas/HMP)