Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Presiden RI Joko Widodo Targetkan Tahun ini Tidak Impor Beras dan Stop Impor Jagung 2018

Presiden RI Joko Widodo  secara resmi membuka acara puncak Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-36 2016 yang digelar di alun-alun Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, (29/10). Hal ini ditandai Presiden Joko Widodo yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, dengan membunyikan "klotong" yang ikuti 5.000 peserta tamu undangan baik petani, penyuluh, peternak, dan perwakilan dari 34 daerah Provinsi di Indonesia.

 

Pada HPS 2016 ini juga Presiden Jokowi, langsung meninjau pameran gelar teknologi yang memamerkan sejumlah produk tanaman unggulan seperti sayuran, buah, dan tanaman pangan lain, serta peternakan sapi pejantan dari berbagai daerah, di Kompleks Perkantoran Pemkab Boyolali. Presiden setelah meninjau pameran gelar teknologi  dan melihat hasil panen tanaman serentak memastikan tidak ada impor beras hingga akhir tahun ini.

 

 

"Saya optimistis kalau semuanya bekerja keras, makan beras hingga akhir Desember mendatang tidak ada impor," kata Presiden.

 

Selain itu, kata Jokowi komoditas Jagung impor sudah menurun hingga sekitar 60 persen.  Kemudian harga jagung di lapangan sekarang sudah mencapai Rp3.100/kg atau meloncat tinggi dibanding sebelumnya, membuat petani jagung bergairah kembali untuk menanam tanaman jagung.

 

"Percuma petani disubsidi pupuk dan benih, tetapi harga jatuh tidak ada artinya. Hal ini, ke depan strategi yang harus dilakukan untuk mencapai kesejahteraan petani," kata Jokowi.

 

Mendukung pernyataan Presiden RI, Deputi BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB BPPT), Eniya L. Dewi yang juga hadir pada HPS 2016, merasa optimis bahwa Indonesia bisa mewujudkan kedaulatan pangan.

 

"Saya sampaikan dari panggung hari pangan sedunia bersama pak Jokowi. Saat ini saya di Boyolali. Melihat keanekaragaman hasil agroindustri sekaligus melihat hilirisasi produk pangan dengan berbagai inovasi teknologi, saya optimis kita bisa capai Kedaulatan Pangan di Indonesia," sebut Eniya.

 

Upaya perwujudan kedaulatan pangan oleh Pemerintah terus dilakukan secara masif di berbagai aspek. Hal ini lanjut Eniya ditandai berbagai olahan pangan dari sumber pangan lokal yang berpotensi besar untuk meningkatkan perekonomian rakyat.

 

Diversifikasi Pangan

 

"Bibit tanaman pokok seperti padi, jagung, bahkan holtikultura sangat bervariatif dan merupakan bibit unggul. Arah pertanian yang banyak dikembangkan adalah bibit unggul tahan perubahan iklim," jelas Eniya.

 

BPPT kata Eniya, pada Pameran Teknologi yang juga menjadi rangkaian acara HPS ke 36 ini menampilkan berbagai inovasi pangan lokal sebagai upaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional, melalui diversifikasi pangan.

 

"BPPT mengunggulkan produk diversifikasi pangan berbahan sagu, ubikayu dan jagung yang diolah menjadi Beras Sagu dan Beras Sehatku," tuturnya.

 

Diversifikasi pangan sebut Eniya lagi, juga perlu diikuti pola konsumsi pangan masyarakat Indonesia. Beras Sehatku inovasi BPPT contoh Eniya, meski berbahan jagung dan singkong memiliki tekstur dan rasa yang sama jika diolah menjadi nasi.

 

"Masyarakat hanya perlu membiasakan diri terkait pola konsumsi pangan. Beras sehat BPPT pun memiliki indeks glikemik  rendah. Juga baik untuk penderita penyakit seperti Diabetes, Autis, Alergi dan Alzeheimer. Mari tumbuhkan kebiasaan pola makan sehat," himbaunya.

 

Terkait diversifikasi pangan pokok dalam rangka mensubstitusi pangan beras dan terigu,  Eniya mengharap adanya komitmen dan sinergi antar pemangku kebijakan terkait. Hal ini menurutnya sangat penting untuk mencapat target penurunan 60 persen konsumsi beras dan terigu di 2045 atau tepatnya pada 100 Tahun Indonesia merdeka.

 

"Diversifikasi pangan pokok dalam rangka mensubstitusi pangan beras dan terigu harus ditegakkan di seluruh penjuru negeri ini demi mencapai kedaulatan pangan nasional. Sehingga Indonesia dapat Merdeka dari masalah pasokan, distribusi, keamanan dan mutu di bidang pangan," tutup Eniya. (Humas/HMP BPPT)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id