Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

BPPT Dukung Peningkatan Populasi Sapi Di Indonesia Melalui Program Integrasi Sawit Sapi

Seperti yang diketahui bersama bahwa target penambahan populasi sapi di Indonesia pada tahun 2017 sebesar 3,2 juta ekor atau konsumsi daging 720 ribu ton daging tahun 2017.

 

Konsekuensi dari target diatas perlu didukung oleh pengadaan pakan dan lahan yang tidak terlalu gampang serta aplikasi teknologi tepat guna sehingga target tersebut dapat tercapai dengan baik, demikian kata Deputi Bidang Teknologi Agroindustri Dan Bioteknologi (TAB) BPPT Eniya Listiani Dewi pada acara Dialog Interaktif “Perspektif Integrasi Sawit Sapi Dalam Mendukung Peningkatan Populasi Sapi Di Indonesia" dan Pengukuhan Forum Pelaku Integrasi Sawit Sapi Indonesia, di Gedung BPPT, Jakarta (27/04).

 

Salah satu alternatif yang memungkinkan menurut Eniya adalah dengan pemanfaatan kelapa sawit sebagai bahan pakan untuk ternak sapi. Potensi kebun kelapa sawit di Indonesia sekitar 11 juta hektar lebih sangat potensial untuk mendukung perkembangan populasi sapi nasional melalui program integrasi sawit sapi.

 

Eniya menambahkan, saat ini pemerintah maupun swasta telah mulai mengaplikasikan sistem integrasi sawit sapi, payung hukum kegiatan ini telah dibuat dalam bentuk Permentan Nomor 105/Permentan/PD.300/8/2014 tentang Integrasi Perkebunan Kelapa Sawit dengan Usaha Budiaya Sapi Potong. “Namun kegiatan ini belum terdengar gaungnya secara nasional karena kegiaan ini masih menghadapi beberapa kendala terutama dari daerah hilir seperti segi pendanaan dan perbankan serta dari segi kebijakan”, ungkap Eniya.

 

BPPT melalui Pusat Teknologi Produksi Pertanian tambah Eniya mendukung peningkatan produksi pakan komplit berbahan baku limbah sawit serta rekomendasi model integrasi sawit sapi termasuk teknologi reproduksi dan kesehatan ternak, sistem informasi recording ternak “SiPinter” dan formulasi pakan “Sipandai” juga manajemen penggembalaan terkontrol yang dapat meminimalisir isu dampak negatif dari sistem tersebut.

 

Melalui dialog interaktif ini Eniya berharap masalah hilir seperti pendanaan perbankan dan kebijakan dapat diatasi. Serta dari sisi teknologi, semoga semua pihak pengembang teknologi dapat bersinergi dan berkoordinasi sehingga teknologi yang diaplikasikan akan tepat sasaran.

 

BPPT selalu siap mendukung program integrasi sawit sapi dari segi teknologi sesuai dengan misi BPPT yang menghasilkan inovasi dan layanan teknologi serta fungsi BPPT dalam pelayanan terhadap kegiatan instansi pemerintah dan swasta di bidang pengkajian dan penerapan teknologi dalam rangka inovasi, difusi dan pengembangan kapasitas serta membina alih teknologi, tutup Eniya.

 

Sementara itu Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian BPPT Arief Arianto mengatakan saat ini BPPT sedang menyusun outlook pangan protein berbasis hewani sampai tahun 2045 jadi kita mencoba memprediksi kebutuhan import daging pada tahun 2045 tentunya diselaraskan dengan peningkatan dengan jumlah penduduk pada tahun 2045 dan peningkatan konsumsi.

 

Arief menjelaskan, kita juga membuat suatu model sistem penggembalaan integrasi sapi dan sawit, kita juga mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi, teknologi informasinya untuk memantau perkembangan dan kesehatan hewan dan juga bagaimana memformulasikan pakan secara cepat dilahan-lahan sawit.

 

Sebagai informasi, hadir pada acara tersebut Joni Liano dari GAPUSPINDO (Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia), Darmono Taniwiryono (Masyarakat Perkelapa Sawitan Indonesia), Mulyadin Malik (Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi), Atien Priyanti (Kepala Puslitbangnak), serta para pihak yang berhubungan dengan integrasi sawit sapi. (Humas/HMP)

 

 

 

 

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id