Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

BPPT dan Komisi VII DPR RI Sebar 30 Ribu Benih Ikan Nila Unggul di Kecamatan Citeureup

 

 

Budidaya ikan air tawar menjadi salah satu opsi dalam  pemenuhan program ketahanan pangan nasional untuk memenuhi ketersediaan pangan protein hewani (ikan). Mendukung cita itupun BPPT melalui Pusat Teknologi Produksi Pertanian (PTPP-BPPT), bersama Komisi VII DPR RI menggelar  Diseminasi Penerapan Teknologi Budidaya Ikan Nila Unggul kepada peternak ikan di 5 Desa di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, (10/06).

 

Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) BPPT, Soni S. Wirawan mengungkapkan kegiatan diseminasi ini merupakan salah satu dari enam peran BPPT yaitu difusi teknologi.

 

“Dalam dua bulan terakhir ini, BPPT bersama dengan Komisi VII DPR RI telah melaksanakan diseminasi budidaya ikan nila unggul menggunakan teknologi di Deli Serdang, Sumatera Utara, dan Soppeng, Sulawesi Selatan. Alhamdulillah sekarang bisa bersilaturahmi, dan berbagi teknologi dengan bapak-bapak di Citeureup,” ujar Soni.

 

Deputi TAB BPPT menambahkan, teknologi itu tidak selalu yang canggih. Teknologi terapan dari BPPT seperti Ikan Nila Unggul dan pakannya ini terbukti bisa membantu meningkatkan ekonomi secara mikro.

 

“Hasilnya langsung dirasakan oleh masyarakat, itu yang terpenting,” pungkas Soni sambil menyerahkan bantuan 30 ribu benih Ikan Nila Unggul dan 2 ton pakan ikan kepada peternak ikan.

 

Dikatakan Direktur PTPP Arief Arianto bahwa benih ikan yang diberikan BPPT adalah jenis Ikan Nila Unggul GESIT (Genetically Supermale Indonesian Tilapia), yakni benih ikan nila unggulan dengan monoseks jantan/GMT (Genetically Monosex Tilapia) untuk budidaya ikan di perairan tawar.

 

“Spesies Ikan Nila unggulan dengan jenis kelamin jantan semua ini kami tujukan  untuk meningkatkan produktivitas produktivitas dan komoditas perikanan budidaya. Hal ini dikarenakan pertumbuhan ikan Nila jantan memiliki kecepatan tumbuh 30-50 % lebih cepat dibandingkan ikan Nila betina,” tutur Arief.

 

Tak hanya spesies ikan, dikatakan Arief BPPT juga untuk meningkatkan produktivitas ikan nila dalam kegiatan budidaya, tengah mengembangkan jenis pakan khusus untuk meningkatkan daya tahan spesies ikan tersebut.

 

“Pakan yang diberikan ditambah suplemen pertumbuhan protein rekombinan (rGH) yang dapat meningkatkan daya cerna sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan pakan. Pemberian vaksin DNA Streptococcus sp melalui pakan juga diberikan untuk meningkatkan daya tahan hidupnya,” paparnya rinci.

 

Menimpali pernyataan Arief, Anggota DPR-RI Komisi VII Adian Yunus Yusak Napitupulu meminta agar benih ikan yang diberikan dipelihara, dijaga dan dirawat dengan baik.

 

"Agar saya tidak malu ke BPPT, saya mohon bapak dan ibu pelihara dengan baik. Tugas bapak dan ibu hanya merawat hasilnya, untuk peningkatan ekonomi bapak dan ibu sekalian. Nanti kalua hasilnya baik, saya bisa meminta bantuan untuk daerah lain", ujar Adian.

 

Adian menegaskan, dengan bantuan bibit benih ikan diharapkan bisa mendorong perekonomian masyarakat desa, terutama peternak ikan yang mendapatkan bantuan benih ikan Nila.

 

"Bantuan ini baru untuk 5 Desa yaitu Desa Puspanegara, Tarikolot, Putat Nutug, Tangkil, dan Desa Citeureup. Dengan bantuan bibit ini, penerima bisa mendapatkan penghasilan tambahan terutama buat para petani ikan Nila," kata Adian.

 

Sementara Deden, penerima benih ikan nila, dirinya dan warga sangat berterima kasih atas bantuan benih dan pelatihan cara budidaya yang baik.

 

"Terimakasih BPPT dan Pak Adian. Semoga usaha ini berhasil dan memberi dampak positif bagi ekonomi keluarga," ungkap Deden.

 

Sebagai informasi, Kabupaten Bogor dengan kondisi iklim yang dimilikinya (kelayakan lahan dan sumberdaya air, kisaran suhu, curah hujan, dan sebagainya) menunjukkan tingkat kelayakan yang cukup tinggi untuk digunakan sebagai lahan usaha budidaya ikan. Oleh karena itu, kabupaten Bogor merupakan salah satu dari 197 kabupaten/kota yang ditetapkan menjadi kawasan minapolitan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Salah satu lokasi yang dipilih sebagai kawasan minapolitan adalah Kecamatan Ciseeng dengan potensi lahan untuk kegiatan budidaya perikanan di kawasan minapolitan Kecamatan Ciseeng seluas 1.309,5 ha. (Humas/HMP)

 

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id