• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Gandeng PT. Pachira Distrinusa dan Qingdao Vland Biotech Group, BPPT Lakukan Intermediasi dan Kliring Teknologi Produksi Enzim

 

Enzim adalah katalis biologi (biokatalis) yang berfungsi untuk mempercepat suatu reaksi kimia tertentu (biokonversi) dengan substrat yang spesifik. Penerapan dan pemanfaatan enzim di industri dewasa ini sangat luas dan beragam sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan industri.

 

Salah satunya adalah pemanfaatan enzim (phytase) untuk industri pakan ternak. Produksi pakan ternak pada tahun 2018 mencapai 19,4 juta ton dengan kebutuhan enzim phytase sekitar 3,880 ton dengan nilai sebesar Rp 272 Milyar. Enzim pakan ternak ini (feed enzyme) sebagian besar masih diimpor dari beberapa negara seperti China, Denmark, Canada dan India. 

 

Guna mendukung kemandirian enzim nasional dan sebagai tindak lanjut pelaksanaan perjanjian kerjasama antara BPPT dengan Zhejiang University pada  23 April 2019 di Hangzhou, China tentang Joint Research and Technology Transfer for Herbal Medicines, Biopesticide and Enzyme Development, maka  BPPT telah melakukan intermediasi pada PT. Pachira Distrinusa dan Qingdao Vland Biotech Group Co. Ltd untuk melakukan kerjasama di bidang teknologi produksi enzim.

 

Kerjasama ini tertuang dalam penandatanganan Kesepakatan Bersama (Letter of Intent) tentang Technology Transfer and Enzyme Industry Development oleh  Presiden Direktur PT. Pachira Distrinusa Mukhlis Bahrainy dan Mr. Chengang selaku Chief Executive Officer (CEO) Qingdao Vland Biotech Group Co. Ltd, di Qingdao, China (29/07/2019).

 

Deputi Bidang TAB BPPT Soni Solistia Wirawan di kesempatan terpisah menegaskan, bahwa pelaksanaan kerjasama ini dapat berlangsung dengan baik maka perlu dilakukan kajian pasar enzim (market test) untuk industri pakan (feed enzyme), serta penyusunan FS dan Rencana Bisnis (Business Plan) yang matang untuk mendukung pengembangan industrinya.

 

Sementara pada acara penandatanganan tersebut, Chengang menyampaikan apresiasinya kepada BPPT atas inisiasi kerjasama B to B yang melibatkan mitra industri dari Indonesia dan China untuk mendukung pengembangan industri enzim di Indonesia.

 

Sementara, Direktur Pusat Teknologi Bioindustri Asep Riswoko mengatakan, melalui kerjasama ini peran BPPT sebagai intermediasi dan kliring teknologi diharapkan dapat dilaksanakan untuk mendukung hilirisasi teknologi enzim. Hal sama dikatakan Mukhlis, bahwa kerjasama ini merupakan sebagai langkah kongkrit untuk meningkatkan pengembangan industri bioteknologi di Indonesia.

 

Sebagai Informasi, selama di China, tim pendampingan teknis BPPT yang terdiri dari Ardi Matutu P (Kepala Biro Hukum Kerjasama dan Humas BPPT), Edi Wahjono (PIC Joint Lab on Biotechnology) dan Niknik Nurhayati (Kepala Program Teknologi Produksi Enzim) serta PT. Pachira Distrinusa berkesempatan berkunjung ke unit produksi/pabrik milik Qingdao Vland Biotech untuk melihat dari dekat proses produksi enzim dan vaksin unggas pada skala produksi/komersial.

 

Teknologi dari Vland Biotech nantinya akan diuji dan diinkubasi di fasilitas laboratorium dan pilot plant yang ada di Pusat Teknologi Bioindustri, Puspiptek Serpong sebelum ditransfer kepada PT. Pachira Distrinusa untuk produksi komersial. (Humas/HMP/PTB)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT