• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

BPPT Dorong Kemandirian Bahan Baku Obat Nasional

 

Ketersediaan obat perlu mendapat perhatian serius dikarenakan bahan baku obat menjadi masih import. Karenanya usaha pengembangan obat baru untuk menangani penyakit-penyakit tersebut penting untuk dilakukan.  

Inovasi di bidang kesehatan memerlukan keahlian multidisiplin. Jaringan yang kuat antar peneliti yang dalam bidang terkait merupakan kunci untuk keberhasilan pengembangan ini dan kolaborasi antara pemerintah, akademisi dan industri (ABG) juga merupakan kunci keberhasilan diseminasi hasil inovasi ke masyarakat luas.
 
Guna mewujudkan hal tersebut, BPPT bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) menggelar symposium internasional bertajuk The 2nd International Symposium on Natural Resources-based Drug Development yang merupakan bagian dari pelaksanaan kerjasama penelitian antara Intistusi Jepang dan Indonesia dalam kerangka Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development (Satreps), di Jakarta (09/10).

Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) Soni Solistia Wirawan menyampaikan bahwa sasaran dari kegiatan ini kedapan adalah untuk kemandirian dan daya saing bangsa. Seperti diketahui Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keragaman hayati terbesar di dunia tapi bahan baku obat 95 persen masih impor.

Dengan sumber bahan baku yang besar, ungkap Soni, kita berusaha meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sehingga sumberdaya yang ada bisa kita kelola sendiri.

Mengenai bahan baku obat herbal yang banyak ragamnya, menurut Soni harus kita usahakan melalui kerjasama dengan Kementerian Kesehatan serta lembaga terkait, dan ini harus bersinergi.

Sementara Kepala Balai Bioteknologi BPPT Agung Eru Wibowo menyampaikan pertemuan ini adalah dalam rangka pengembangan obat.

Dikatakan Agung, yang utamanya adalah kesiapan insfrastruktur baik SDM, fasilitas dan metode. Sehingga kemampuan untuk drug discovery sudah siap.

Jadi arah program Satreps ini menurut Agung adalah membangun kapasitas seperti pengembangan SDM. Sumber daya manusianya kita latih agar mampu mengelola, memanfaatkan serta melakukan isolasi senyawa, sumber yang kita punya adalah 25 ribu mikroba yang bisa dijadikan sumber bahan obat yang melimpah, pungkasnya. (Humas/HMP)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT