• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Tekan Impor Bahan Baku Obat, BPPT Gelar FGD Rencana Aksi Pengembangan Industri Parasetamol dan Amoksisilin

BPPT kembali menggelar Focus Group Discussion (FGD) Bahan Baku Obat (BBO) Kimia Sintetik dengan fokus “Rencana Aksi Pengembangan Industri Parasetamol dan Amoksisilin Tahun 2020-2024” di Swiss-Bel Hotel, Tangerang Selatan, Rabu (27/11).

 

FGD ini merupakan upaya untuk menjawab tantangan program prioritas nasional (flagship) bahan baku obat tahun 2020-2024. Termasuk didalamnya pembahasan mengenai upaya mewujudkan industri BBO dalam negeri, yang pada akhirnya mewujudkan kemandirian bahan baku obat nasional.

 

Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) Soni S. Wirawan mengawali sambutanya dengan arahan Presiden RI Joko Widodo di Istana Kepresidenan pada tanggal 21 November lalu. mengenai masalah impor BBO, yang mencapai 95 persen di industri farmasi.

 

“Bapak Presiden meminta seluruh jajarannya untuk segera menangani masalah impor BBO ini, bahkan dengan tegas mengatakan tidak boleh dibiarkan berlama-lama,” terang Deputi Soni.

 

Bapak Presiden Joko Widodo pun disebutkan Deputi Soni, meminta jajarannya untuk memangkas dan menyederhanakan keruwetan regulasi yang menjadi kendala di industri farmasi dan alat kesehatan. Hal tersebut diharapkan banyak industri farmasi bisa tumbuh dan masyarakat dapat membeli obat dengan harga yang lebih murah.

 

“Dari arahan Bapak Presiden Joko Widodo tersebut, saya harapkan jadi pendorong bagi stakeholder terkait yang hadir disini untuk segera menghasilkan rencana aksi industri bahan baku obat nasional, untuk mengurangi ketergantungan impor,” tegas Soni.

 

Dirinya berharap FGD BBO yang ketiga kali ini sudah bisa menghasilkan rencana aksi produksi parasetamol dan amoksilin, tidak lagi berkutat dengan masalah peran masing-masing, karena target kita bersama disini adalah percepatan.

 

“Jadi FGD ini, apa yang masih kurang dari sisi teknis dan non-teknis bisa diidentifikasikan. Teknis engineering dan teknis prosedur harus berjalan bersama, agar ditemukan kesamaan persepsi antara para engineer dengan pembuat regulasi. Dari semua hal itu, yang paling penting adalah perlindungan pasar bagi industri parasetamol dan amoksisilin ini kelak,” harap Deputi Soni.

 

Plt. Direktur Pusat Teknologi Farmasi dan Medika (PTFM) BPPT Agung Eru melaporkan Focus Group Discuccion (FGD) Bahan Baku Obat (BBO) Kimia Sintetik ini merupakan kali ketiga dan merupakan sebuah rangkaian yang berkesinambungan. Dimana pada FGD pertama dan kedua, telah ditentukan fokus untuk mengembangakan parasetamol dan amoksisilin, serta peran para stakeholder terkait.

 

“Alhamdulillah, semua rencana berjalan dengan lancar. FGD kali ini kita akan fokus pada BBO yaitu parasetamol serta amoksisilin, dan tidak menutup kemungkinan timbul satu atau dua antibiotik lain yang cukup penting untuk dibahas,” terang Agung.

 

Ditambahkannya, FGD BBO ini juga akan membahas pada kesiapan teknologi produksi parasetamol dan amoksisilin; Ketersediaan bahan baku dan industri pendukung; Kesiapan industri manufaktur yang akan memproduksi BBO; Serta kesiapan regulasinya.

 

“Saya mengharapkan masukan dan peran dari semua stakeholder terkait, sehingga bisa mendapatkan rekomendasi yang diwujudkan dalam rencana aksi yang jelas. Sehingga tahun 2020 rencana tersebut sudah bisa kita laksanakan,” ungkap Agung.

 

Sebagai informasi FGD BBO ini dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN, Kementerian Kesehatan, Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Perindustrian, Universitas Gajah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, serta perwakilan industri dari Kimia Farma dan Mersifarma. (HumasBPPT)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT