• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

100.000 BIBIT SAGU EXVITRO BPPT DITANAM DI RIAU

Dalam konteks meningkatkan produksi sagu skala besar untuk pemenuhan substitusi bahan pangan primer, Balai Biotek BPPT menyerahkan 100 ribu bibit sagu exvitro tahap pertama untuk di tanam di area plantasi PT Nasional Sago Prima (NSP), Tanjung Bandul Riau, kemarin (17/03).

Sejak tahun 2010, BPPT bersama dengan PT. National Sago Prima (PT. NSP) telah melakukan kerjasama peneliitian penyediaan bibit sagu. NSP merupakan salah satu lini usaha dari kelompok bisnis Sampoerna Agro yang bergerak dalam bidang pertanian.

Bambang Marwoto, Kepala Balai Biotek BPPT, mengatakan dalam paparannya bahwa tingkat mortalitas dari bibit sagu yang dihasilkan BPPT sangat rendah sehingga dapat memenuhi ketersediaan seratus ribu bibit pada tahun pertama kerjasama.

Pada tahun kedua, kita optimis dapat menyediakan dua ratus ribu bibit sagu exvitro lagi hingga tercapainya target 20 ribu hektar dari total lahan konsesi hutan tanaman industri PT NSP yang menguasai lahan seluas 40 ribu hektar, tambahnya.

Keunggulan exvitro


Bibit sagu exvitro hasil rekayasa BPPT, memenuhi spesifikasi bibit yang kami butuhkan. Bibit sagu ini juga mempunyai kemampuan adaptasi yang sangat tinggi, kata Bona Pasaribu, Managing Director PT. Nusantara Sago Prima ketika menjelaskan alasan PT NSP bekerjasama dengan BPPT.

Ditambahkan pula oleh Bona, dengan hadirnya tim Biotek BPPT di area plantasi, mampu memberikan edukasi yang sangat bermanfaat pada masyarakat setempat yang sebelumnya masih menanam sagu dengan cara konvensional.

Tepung yang dihasilkan dari tanaman sagu (Metroxylon Sagu), merupakan bahan pangan yang populer di Indonesia bagian timur. Selain sebagai makanan, sagu juga dapat digunakan dalam pembuatan emulsi dan memungkinkan untuk direkayasa dan dikonversi menjadi material lain.

Menjanjikannya bisnis HTI sagu, juga dikatakan Wahyu Purbowasito, Kepala Sub Bidang Pertanian Balai Biotek BPPT, dalam kunjungan lapangan ke proyeksi lahan penanaman sagu tahap kedua. Proyeksi bisnis HTI sagu sangat menjanjikan, satu batang sagu hasil panen mempunyai nilai ekonomis sebesar tiga puluh empat ribu rupiah. Nilainya akan bertambah ketika derivasi dari bahan mentah tersebut, sudah diolah menjadi tepung, ucapnya saat itu. (SS/SYRA/humas)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT