Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

MAKAN JAMUR, PANJANG UMUR DAN HIDUP MAKMUR

Jamur pangan merupakan salah satu bahan pangan alternatif yang sehat dan bergizi, relatif murah, dapat dikonsumsi anak-anak ataupun orang dewasa , lezat, berkhasiat obat , juga berguna sebagai immunomodulator atau peningkat sistem kekebalan tubuh karena adanya senyawa aktif  polisakarida yang dikandungnya yakni beta-glucan. Banyak masyarakat yang saat ini sudah mulai mengkonsumsi jamur diantaranya yaitu jamur tiram dan jamur shitake. Total pasar dunia  jamur pangan (edible mushroom) untuk kebutuhan pangan dan bahan aditif pangan  saat ini bahkan mencapai US$ 28 “ 30 milyar dan untuk produk turunan jamur pangan mencapai US$ 9 “ 10 milyar, ungkap Direktur Pusat Teknologi Bioindustri (PTB) BPPT, Witono Basuki pada acara Bincang Iptek BPPT (20/12).

 

Dari hasil penelitian, lanjutnya, beta glukan yang terkandung dalam jamur mempunyai efek immunomodulasi pada usus halus, dan apabila dikonsumsi bersama dengan Lactobacillus akan mempunyai efek imunologi yang sinergistik. Selain itu juga beta glukan ini mempunyai efek anti tumor, anti kanker metastatis, anti alergi, anti stress, serta anti constipasi (sembelit). Bahkan lebih jauh lagi beta glukan dapat menstimulasi parasimpathetik, melindungi membran mukosa pada usus halus dan gastrik, menurunkan kandungan gula darah setelah makan, mempunyai efek anti sindroma metabolik, disamping juga berguna untuk kosmetik karena mempunyai efek menjaga kelembaban kulit (moisturizer).  

Berangkat dari besarnya manfaat beta glukan dalam jamur, tim jamur PTB telah berhasil mengembangkan ekstraksi beta glukan dari jamur diantaranya jamur merang, kuping dan shitake. Disamping minuman kesehatan beta glukan dari ekstrak jamur tiram yang telah berhasil kami kembangkan, bekerjasama dengan PT Asa Agro Corporation kami juga mengembangkan diversifikasi produk olahan yang berbasis jamur pangan yang segera dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Diantaranya yaitu keripik jamur, nuget jamur dan bakso jamur, urainya.

Pada kesempatan yang sama, Triono dari PT Asa Agro Corporation ada dua yang menjadi fokus dalam pengembangan jamur di Indonesia, yaitu bahan baku dan produktivitas. Sebagai bahan baku yang berupa limbah, Indonesua memiliki potensi yang sangat melimpah. Untuk produktivitas, per satuan luas jamur itu produktivitasnya sangat tinggi dibanding tanaman lainnya. Per meter lahan bisa menghasilkan 40 kg jamur, jelasnya.

Berbicara mengenai konsumsi jamur di Indonesia, menurut Ketua Asosiasi Pembudidaya Jamur Indonesia (APJI), Krisna Rubowo, salah satu tugas  APJI adalah mendorong bagaimana agar orang mau mengkonsumsi jamur dalam berbagai bentuk. Disamping juga perlu upaya dalam meningkatkan produksi jamur yang saat ini masih rendah, ungkapnya.

Melalui inovasi teknologi yang telah dilakukan diharapkan akan dapat menghasilkan produk-produk turunan jamur  pangan yang  berkualitas, menyehatkan dengan kandungan nutrisi memadai dan higienis. Dengan berkembangnya produk-produk baru diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri jamur, sekaligus akan memacu pertumbuhan industri turunan jamur di Indonesia.  Dengan semakin berkembangnya industri pangan berbasis jamur ini di harapkan pendapatan petani jamur semakin meningkat, lapangan kerja semakin luas dan menyehatkan masyarakat dengan konsumsi produk turunan jamur, tutup Witono. (SYRA/humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id