Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

BPPT MERINTIS KERJASAMA TEKNOLOGI PANGAN DENGAN KOREA SELATAN

Dalam rangka menjajaki kerjasama riset dan penerapan teknologi pangan dan sekaligus melakukan pertemuan koordinasi dengan mitra kerja BPPT di Korea, Tim BPPT dari Kedeputian Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi berkunjung ke Chungcheongnam-do Agricultural Research and Extension Service (CNARES) dan Korea Research Institute of Bioscience and Biotechnology (KRIBB) Korea Selatan (12-15/12).

 

Dalam pertemuan tersebut, Dubes RI untyuk Korea Nick Dammen menyampaikan tentang keterbukaan Korea dalam hal transfer teknologi ke negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Semangat bangsa Korea yang sangat menginspirasi dan dapat dijadikan referensi dan benchmark untuk melakukan hal-hal besar sebagai negara maju, katanya.

Selanjutnya, Tim BPPT berkunjung ke CNARES yang diterima langsung oleh Dr. Son Jong-Rok Direktur Jendral CNARES. Pada kesempatan tersebut, Deputi TAB menyampaikan paparan tentang status terkini teknologi pertanian di Indonesia meliputi tantangan dan strategi teknologi pertanian Indonesia di hadapan para periset dan perekayasa CNARES.

Sementara itu, di hari yang sama juga dilakukan rapat yang mendiskusikan tentang kemungkinan kerjasama antara BPPT-CNARES. Rapat dipimpin oleh Direktur R&D CNARES Dr. Kwon Kyeong Hak. Pada pertemuan tersebut, Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian, Nenie Yustiningsih memaparkan mengenai kegiatan-kegiatan utama BPPT di lingkungan Pusat Teknologi Produksi Pertanian.

Hal senada juga disampaikan oleh Jang Hyun-Dong dari Divisi Future Agriculture Research yang mempresentasikan kegiatan CNARES. Pihak CNARES sangat tertarik mengembangkan jahe bersama-sama dengan BPPT mengingat komoditas ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan masih memiliki permasalahan yang sangat serius dalam hal penanganan penyakit layu bakteri yang sangat ganas menyerang rimpang jahe, ungkapnya.

Selain jahe pihak CNARES juga tertarik untuk melakukan riset bersama tentang temulawak yang juga merupakan komoditas yang potensial untuk dikembangkan di Korea. BPPT mengajukan keinginan mengembangkan strawberry dan jamur tiram mengingat CNARES telah mengembangkan kedua komoditas tersebut melalui penerapan bioteknologi pertanian.

Direktur R&D CNARES mengusulkan untuk segera dibahas kemungkinan penandatanganan MOU antara CNARES dengan BPPT dalam hal penerapan teknologi pangan. Sebagai tahap awal kedua belah pihak bersepakat untuk tahap pertama akan diawali dengan pertukaran periset dan perekayasa (scientist and engineer exchange) antara kedua institusi.

Kunjungan berikutnya tim BPPT ke KRIBB di Daejeon yang diterima oleh Presiden KRIBB Hyouk Joung didampingi Direktur International Biological Material Research Centre Joongku Lee, serta dilakukannya pertemuan bilateral yang membahas tentang pemanfaatan lahan marjinal atau lahan suboptimal melalui penanaman beberapa tanaman antara lain ubi jalar yang ditemukan dapat mengatasi permasalahan tanah marjinal. Selain itu, membahas kerjasama antara Pusat TFM dengan KRIBB dalam pendayagunaan tanaman obat Indonesia untuk khasiat penyakit tertentu, antara lain untuk mengatasi penyakit asthma, obat anti kanker, anti inflamasi dan biopestisida.

Tim BPPT juga berkesempatan berkunjung ke Farmson Agriculture Corporation. Su Yeon Kim selaku Assisstant Manager yang menjelaskan tentang kegiatan-kegiatan Farmson seperti memkultivasikan tanaman tomat dan paprika secara hidroponik. Selain teknologi hidroponik, teknologi sonic bloom (musik) dan kontrol humiditas juga digunakan dalam kultivasi tersebut. Produk-produk Farmson ini diekspor ke berbagai negara antara lain Jepang, Singapura dan Saudi Arabia, jelas Su Yeon Kim saat mendampingi tim BPPT mengunjungi selama field-tour ke green house terbesar di Korea.

Sebagai tindak lanjut, diperlukan bahan baku berupa ektrak tanaman yang akan digunakan untuk validasi dan uji praklinis dan klinis. Target selanjutnya adalah produksi skala pilot dan industri, serta

akan melibatkan masyarakat setempat untuk memasok bahan baku melalui budidaya tanaman obat. Keuntungan utama dari kegiatan ini harus kembali ke masyarakat setempat (indigenous people) melalui program pemberdayaan masyarakat Corporate Social Responsibility (CSR). (TAB/humas)

 

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id