• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

BPPT-ITS-PT PAL Kolaborasi Siapkan Konsep Tol Laut Presiden RI

Presiden RI Joko Widodo mencanangkan untuk kembali membangun kekuatan laut dan memaksimalkan potensi maritim di Indonesia. Tujuannya agar Indonesia menjadi negara maritim yang kuat di dunia internasional. Lewat arahan Presiden RI tersebut, kini instansi pemerintah, pendidikan dan industri di Indonesia mulai bersama-sama menggalakkan pengembangan industri maritim.

 

Untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim, kemarin BPPT bersama Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan PT PAL menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang pengembangan dan penerapan teknologi dalam mendukung program pembangunan tol laut dan poros maritim, di Gedung PIP PT PAL, di Surabaya, (28/5).

 

Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Kepala BPPT Unggul Priyanto, Rektor ITS Joni Hermana, Dirut PT PAL M. Firmansyah Arifin dan disaksikan oleh Kepala Staf Kepresidenan RI, Luhut Binsar Panjaitan.

 

Untuk diketahui, Konsep 'tol laut' Presiden RI Joko Widodo bukanlah membangun jalan tol di atas laut, melainkan penyediaan sistem distribusi logistik menggunakan kapal besar yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan besar yang ada di nusantara. Dengan adanya hubungan antara pelabuhan-pelabuhan laut ini, maka dapat diciptakan kelancaran distribusi barang hingga ke pelosok.

 

Kepala BPPT Unggul Priyanto mengatakan penandatanganan MoU antara BPPT-ITS-PT PAL merupakan komitmen bersama untuk mewujudkan kemandirian bangsa di bidang teknologi kemaritiman dengan meningkatkan kemampuan pengembangan dan penerapan teknologi.

 

“Peran BPPT dalam mendukung program tol laut nasional adalah pertama pengkajian dan penerapan industri perkapalan, mulai dari standarisasi kapal, klasterisasi galangan, serta peningkatan industri komponen. Kedua, pengkajian dan penerapan bidang hankam marta laut. Ketiga, pengkajian dan penerapan bangunan apung (deep water technology),” kata Unggul.

 

Sementara, Dirut PT PAL M. Firmansyah Arifin mengungkapkan PT PAL terus berupaya untuk dapat mensinergikan diri dengan berbagai pihak untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang kuat. Dirinya berharap dari MoU ini dapat menjadi dasar untuk mengoptimalkan dan mendayagunakan sumber daya manusia dari masing-masing instansi.

 

“Kerja sama ini lebih difokuskan pada pengembangan teknologi agar tercipta kapal yang efisien dan memiliki daya saing tinggi. BPPT dan ITS nantinya akan mengembangkan teknologi dan kami yang mengaplikasikannya dalam pembangunan sebuah kapal,” ujar Firmansyah.

 

Di tempat yang sama, Kepala Staf Kepresidenan RI Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan bahwa kerjasama ini harus mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi Indonesia. Oleh karena itu mari bersama-sama menciptakan suasana kerja yang baik agar hasilnya bisa inovatif dan kompetitif.

 

“Saya percaya kita semua ingin menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk negeri ini. Saya akan mepaparkan kerjasama ini kepada Presiden RI agar cita-citanya menjadikan Indonesia sebagai negara maritim bisa terlaksana,” tutup Luhut. (Humas)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT