Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Menhan Saksikan Demo Terbang PPTA Alap-Alap BPPT Di Lanud LAPAN Rumpin

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyaksikan uji coba atau demo terbang dan ‘statis display’ Pesawat Terbang Tanpa Awak (PPTA) di Lapangan Terbang Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, (27/7). PPTA yang diberi nama Rajawali 720 tersebut merupakan hasil kerja sama antara Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertahanan dan Industri Pertahanan Dalam Negeri untuk memperkuat sistem pertahanan. PPTA Rajawali 720 dirancang dengan misi utama sebagai pesawat pengintai, yang dilengkapi dengan sistem gimbal dan kamera yang dapat mengirimkan hasil pantauan, baik gambar maupun video secara real time ke darat melalui Ground Control Station (GCS).

 

 

Dalam kesempatan yang sama BPPT menampilkan pesawat udara nir awak (PUNA) yang dinamakan Alap-Alap yang merupakan salah satu dari beberapa jenis PUNA yang dikembangkan oleh BPPT seperti Puna Wulung, Gagak dan Pelatuk yang mempunyai MTOW 120 kg, serta PUNA Sriti dengan MTOW 9 kg.

 

“Alap-Alap ini kembangkan sejak tahun 2007 yang merupakan kelas short range dengan MTOW 30 kg. Awalnya Alap-Alap berupa single boom V tail dengan kemampuan lama terbang maksimum 2 jam dan kemudian dikembangkan yang double boom inverted V tail yang sekarang ini akan diterbangkan,” jelas Kepala Program PUNA BPPT Joko Purwanto.

 

Lebih lanjut  Joko menerangkan bahwa penggunaan PUNA Alap-Alap dibagi menjadi 2 Misi Operasi, yaitu Misi Operasi Surveillance atau Pengawasan dimana pesawat dilengkapi dengan rumah kamera gimbal yang dapat mengambil gambar video yang hasil visualnya dapat dilihat secara online di Rumah Kendali (GCS), dapat melakukan zooming dan mengunci target. Misi kedua adalah pemetaan (mapping) dimana Alap-Alap dilengkapi dengan kamera khusus untuk pemetaan dengan kualitas hasil foto yang memenuhi standar peta. Hasil foto dilengkapi dengan geotagging. Kemampuan Alap-alap untuk mempetakan wilayah adalah 1700 hektar/jam pada ketinggian 1500 feet. 

 

PUNA Alap-Alap direncanakan akan dilakukan sertifikasi pada tahun 2018. Tahun 2017 ini kami menyiapkan dokumen teknis yang diperlukan untuk kebutuhan sertifikasi. Spesifikasi yang tertulis pada leafleat merupakan capaian yang sudah dilakukan. “Kami sampaikan juga bahwa dengan mendesain dan membuat sendiri pesawat serta kemampuan mengintegrasikan system serta pengalaman melakukan trouble shooting, maka untuk perawatan selama pesawat ini dioperasikan akan dapat ditangani di dalam negeri dengan cepat dan lebih ekonomis,” tegasnya. (Humas/HMP)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id