Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Teknologi BPPT Dorong Peningkatan Daya Saing Industri Kemaritiman Dalam Negeri    

 

 

Surabaya, (5/9) -- "Untuk mewujudkan cita Indonesia menjadi poros maritim,  tentu harus didukung infrastruktur yang kuat. Yang paling penting adalah kita harus melaksanakan penguatan dalam sektor industri penunjang sektor maritim, mulai perkapalan, kepelabuhananan dan penunjang lainnya."

 

Demikian diungkap Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa (TIRBR BPPT), Wahyu Widodo Pandoe dalam Simposium Internasional bertajuk "Fasilitas Pengujian Hidrodinamika untuk Mendukung Industri Maritim Nasional", yang digelar di Surabaya, Jawa Timur.

 

 

Sebagai lembaga kaji terap teknologi, Wahyu menuturkan BPPT terus berupaya mendukung agenda Pemerintah, salah satunya untuk mendorong Indonesia menjadi poros maritim dunia. Salah satunya dengan optimalisasi Balai Teknologi Hidrodinamika yang mempunyai fasilitas pengujian model kapal dan bangunan apung.

 

“Balai Teknologi Hidrodinamika yang kita miliki ini merupakan skala industri terbesar di Asia Tenggara. Hal ini mestinya menjadikan BTH sebagai institusi yang perlu mendapatkan prioritas dalam melakukan kegiatannya untuk memperkuat industri maritim di Indonesia,” tegasnya.

 

Lebih lanjut Wahyu juga menngungkap bahwa sektor kemaritiman Indonesia menyimpan potensi luar biasa, namun hingga kini pemanfaatannya masih belum optimal.

 

“Potensi kemaritiman Indonesia sangat banyak, mulai dari lautan luas selain sebagai sumber pangan protein dari ikan, juga memiliki potensi untuk di eksplorasi menjadi sumberdaya migas,"  urainya.

  

Potensi di bidang kemaritiman ini lanjutnya butuh ditunjang oleh industry dalam negeri. Untuk itu tumbuhkembangnya industri kemaritiman yang berbasis teknologi kelautan, pelabuhan dan perkapalan, harus menjadi perhatian penting.

 

“Kami BPPT terus berupaya mendorong agar industri lokal mampu menjadi pilar penguatan TKDN, khususnya di sektor kemaritiman. Yakin bahwa di 100 tahun Indonesia merdeka atau 2045, kita mampu mencapai TKDN 70 persen di industry perkapalan,” pungkasnya.

  

Balai Teknologi Hidrodinamika BPPT

 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), melalui salah satu unitnya yaitu Balai Teknologi Hidrodinamika (BTH) menjalankan tupoksinya sebagai laboratorium penunjang industri maritim nasional dengan harapan akan menjadikan Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang mandiri dalam penguasaan IPTEK di bidang Maritim. Sejak diresmikan Tahun 1995, BTH BPPT direncanakan untuk menjadi pusat unggulan litbangyasa teknologi hidrodinamika dan kemaritiman yang terpercaya di Indonesia dan di Asia Tenggara.

 

Dengan memperhatikan tujuan pendirian BTH yang sejalan dengan prinsip peningkatan TKDN yang selalu dicanangkan pemerintah, maka BTH menjadi salah satu komponen penting dalam melakukan rancang bangun dan inovasi desain kapal dan sarana/bangunan apung lainnya di dalam negeri.

 

Keberadaan Balai Teknologi Hidrodinamika yang mempunyai fasilitas pengujian model kapal dan bangunan apung dengan skala industri terbesar di Asia Tenggara, menjadikan BTH sebuah institusi yang perlu mendapatkan prioritas dalam melakukan kegiatannya untuk memperkuat industri maritim di Indonesia.

 

Untuk mencapai tujuan-tujuan di atas, dan sejalan dengan program Kemenristekdikti untuk menjadikan lembaga litbang menjadi lembaga yang tangguh, maka sejak tahun 2015, BTH menjadi salah satu lembaga yang dibina untuk menjadi sebuah Pusat Unggulan Iptek (PUI) di bidang Hidrodinamika Bangunan Apung.

 

Pembinaan ini bertujuan untuk memperkuat program kelembagaan BTH sebagai lembaga yang melaksanakan layanan teknologi baik untuk litbang maupun layanan jasa untuk bidang hidrodinamika bangunan apung, memetakan kegiatan-kegiatan litbang dan tema-tema riset yang diperlukan untuk proses desain dan rancang bangun bangunan apung (kapal penumpang, kapal logistik, bangunan lepas pantai/offshore khususnya untuk perairan dalam serta kapal-kapal perang untuk pertahanan dan keamanan), memetakan sumber daya manusia yang tersedia dan yang dibutuhkan dalam waktu mendatang baik untuk proses litbang maupun pelaksanaan layanan jasa, membentuk jaringan baru antar lembaga riset baik di dalam maupun di luar negeri dengan baik, serta melakukan koordinasi yang lebih baik antar instansi pemerintah dan dengan pihak swasta dalam rangka pemanfaatan hasil rekayasa dan pengembangan bangunan apung.

 

 

Untuk membantu pencapaian tujuan PUI tersebut, maka simposium ini diselenggarakan untuk meningkatkan peran, kemampuan dan pemanfaatan fasilitas BTH, khususnya untuk mendukung arah dan kebijakan pemerintah di bidang kemaritiman dan pengelolaan sumber daya alam kelautan serta memperkuat jaringan dan kerjasama di bidang industri maritim (perkapalan dan perusahaan migas). (Humas/HMP)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id