Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Uji Turbin Uap Inovasi Anak Bangsa Sukses ! 

 

Industri manufaktur merupakan salah satu kontributor terbesar bagi laju pertumbuhan perekonomian suatu bangsa. Pemerintah pun terus berupaya meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), dalam pembangunan saat ini.

 

Salah satu karya inovasi anak bangsa yang kali ini tengah diuji BPPT melalui Pusat Teknologi Industri Permesinan, bersama mitra industri PT Nusantara Turbin dan Propulsi  adalah purwarupa atau prototype turbin uap.

 

 

Dikatakan Direktur Pusat Teknologi Industri Permesinan (PTIP) BPPT, Barman Tambunan usai pengujian turbin uap tersebut, pihaknya melalui metode reverse engineering, telah mampu mengembangkan standar desain dan purwarupa turbin uap lainnya.

 

“Turbin ini hasil inovasi anak bangsa. Kami sudah ya mulai dari prototipe Turbin uap backpressure 450 HP dan turbin uap backpressure 2 MW yang telah diterapkan di PG (pabrik gula,red) Asembagoes (PTPN XI), turbin uap condensing 3 MW yang telah diterapkan di PLTP Kamojang,” ungkapnya di Bandung, Jawa Barat, Jumat  (17/11/2018). 

 

Lebih lanjut diutarakan Barman bahwa BPPT menggandeng industri lokal, dengan harapan teknologi turbin uap ini dapat langsung digunakan oleh industri tersebut. 

 

“Diharapkan industri dalam negeri dapat memanfaatkan turbin uap ini, sehingga benar dapat merasakan manfaat. Indonesia pun telah memiliki turbin karya anak bangsa. Dari pemanfaatan ini barulah dapat terjadi peningkatan TKDN,” katanya.

 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Program Turbin Uap BPPT Rudias Harmadi menjelaskan bahwa Turbin uap inovasi dalam negeri ini telah melewati serangkaian pengujian.

 

“Inovasi turbin kerjasama BPPT dan NTP ini telah diuji sesuai standar. Mulai dari uji material, uji NDT, uji hidrostatik, uji rotor balancing, uji trip device, dan pengujian individual lainya,” ujarnya. 

 

Tim BPPT dan PT NTP urai Rudias, telah menyelesaikan pengujian di pabrikan (steam turbine factory test) yang meliputi uji sub sistem mekanik untuk sistem pelumasannya dan uji sub sistem elektrik untuk sistem governoor dan sistem instrumentasinya pada turbin uap backpressure 4 MW. 

 

“Tahapan pengujian ini sebagai langkah untuk mengetahui kualitas dan kehandalan produk sebelum implementasi di industri. Rencananya akan ditempatkan di pabrik gula untuk uji coba,” paparnya.

 

Sementara pihak PT Nusantara Turbin dan Propulsi, Taryadi juga menambahkan bahwa PT NTP telah mampu memproduksi turbin uap yang layak uji dan beberapa produknya juga telah diimplementasikan di industri. 

 

“Sebagai pelaku industri, harapan besar kedepan diperlukan suatu kebijakan pemerintah pada industri nasional dalam memberikan projek-projek strategis, regulasi serta standar yang melindungi dan berpihak pada industri manufaktur nasional agar industri manufaktur khususnya turbin uap bisa tumbuh,” terangnya. 

 

Sebagai informasi, program pengembangan turbin uap ini tidak hanya kerjasama antara BPPT dan PT NTP, akan tetapi mengarah pada pembentukan kluster industri turbin uap nasional yang melibatkan beberapa akademisi seperti ITB, Universitas Indonesia dan Polban serta beberapa industri seperti PT Barata Indonesia, PT PINDAD, dan beberapa industri pendukung lainnya. 

 

BPPT dalam hal ini di bidang inovasi dan penerapan teknologi, unjuk peran dalam membangun kemampuan industri manufaktur dalam negeri. Hal ini dilakukan agar daya saing industri nasional dapat tumbuh, serta teknologi mampu dikuasai oleh bangsa sendiri, yang berujung pada peningkatan aspek TKDN. (Humas/HMP) 

 

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id