BPPT Gelar Workshop Hasil Capaian Ditahun 2018 Tentang Perkeretaapian

BPPT melalui Kedeputian Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa (TIRBR) mengadakan workshop tentang Pencapaian Kegiatan Perkeretaapian BPPT Hasil Capaian Ditahun 2018, di Jakarta (09/01). Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa (TIRBR) Wahyu Widodo Pandoe mengatakan untuk program yang sudah berjalan setahun ini kami melaksanakan dua program kegiatan besar yaitu Feasibility Study (FS) peningkatan kecepatan kereta api koridor Jakarta-Surabaya bekerjasama dengan Ditjen Kereta Api.

 

 

Kemudian yang kedua menurut Wahyu, kami juga melakukan pendampingan teknologi LRT Jabodebek, bekerjasama dengan PT INKA. Kedua program kegiatan besar ini adalah program matriks lintas Kedeputian, dengan melibatkan empat Kedeputian dan Sestama serta 20 Unit Kerja di BPPT serta beberapa perguruan tinggi seperti ITB, UI, ITS, UNDIP, UNS dan UGM, ucap Wahyu.

 

Lanjut Wahyu, untuk kegiatan FS kereta api Jakarta-Surabaya, Ditjen KA menugaskan penambahan lintasan narrow gauge (1067mm). Wahyu menyebut ada tiga sub kegiatan yaitu Perancangan Alinemen, Analisa Dampak Lingungan (AMDAL) dan LARAP (Land Acquisition and Resettlement Action Plan).

 

Dikatakan Wahyu, secara garis besar tiga komponen yang kita kerjakan itu adalah perancangan alinemen berupa lajur tunggal tambahan narrow gauge sepanjang 714 kilometer antara Jakarta-Surabaya.

 

Guna mendukung program tersebut kita harus melakukan pemetaan dan sensus satu persatu persil tanah yang kemungkinan terkena pelebaran jalur. Amdal juga pekerjaan cukup berat karena harus dapat persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Status dokumen AMDAL saat ini sudah didaftarkan dan menunggu sidang Amdal pertama dalam waktu dekat, jelas Wahyu.

 

 

Kemudian lanjut Wahyu, kegiatan kedua yang akan kami laporkan adalah pendampingan teknologi sarana LRT Jabodebek untuk PT INKA meliputi:

1. Perancang-bangun, Review, Validasi dan Verifikasi Desain

2. Analisa Komponen RAMS (Reliability, Availability, Maintenance dan Safety) RAMS merupakan suatu parameter standar perkeretaapian yang relatif baru kita laksanakan, demikian pula bagi PT INKA pun sama-sama baru mulai mengimplementasikan RAMS.

3. Pengawasan terhadap Quality Process

4. Controlling Project Management

 

Disamping itu juga ada kegiatan lanjutannya yaitu integrasi internal sarana LRT dan integrasi sarana ke prasarana LRT akan dimulai sekitar bulan maret 2019, semoga ini menjadi tahap awal raihan besarnya produksi LRT Jabodebek, tutup Wahyu.

 

Dikesempatan yang sama Plt Kepala BPPT Wimpie Agoeng Noegraha Aspar, berharap bukan hanya kegiatan perkretaapian saja. Menurutnya juga terhadap kegiatan yang lain saling terbuka saling menyampaikan dan mohon untuk diapresiasi serta dikritisi sehingga kita semua bisa tahu bahwa kegiatan yang dilakukan seperti  hasil capaian LRT Jabodebek. (Humas/HMP)