• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

BPPT Lakukan Layanan Teknologi, Dorong Percepatan Penyelenggaran LRT JABODEBEK

BPPT lakukan layanan teknologi uji beban (loading test) U-Shaped Girder  dalam mendukung proyek percepatan penyelenggaraan kereta api ringan (Light Rail Transit/LRT) Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) di lokasi Precast Plant Pancoran, Jakarta, Rabu (10/07). Layanan teknologi ini juga termasuk dalam Flagship BPPT dari bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa, yakni sarana dan prasarana perkeretaapian.

 

Ditemui di lokasi uji, Peneliti Utama Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur (B2TKS) BPPT, Ir. Puguh Triwinanto, APU., menjelaskan pengujian beban ini dilakukan untuk mengetahui besarnya nilai defleksi (kekakuan struktur) dan mengidentifikasi ada/tidaknya crack (strength/kekuatan struktur) pada U-Shaped Girder ketika diberikan beban tertentu di atasnya.

 

“BPPT melalui Tim B2TKS BPPT dipercaya oleh PT Adhi Karya Persero sebagai tim independen untuk melakukan uji beban U-Shaped Girder mereka. Ini sudah yang ketiga kalinya BPPT diberikan kepercayaan, sebelumnya kami sudah memberikan layanan teknologi yang sama di Precast Plant Sentul, dan Stasiun Cibubur,” terang Puguh.

 

Dilanjutkan olehnya, BPPT sendiri akan melakukan 8 tahapan pengujian dengan memberikan beban yang akan terus bertambah pada tiap tahapannya. Pada tahap pertama, U-Shaped Girder akan diberikan beban sebesar 65 ton, dengan meletakkan beton berbentuk balok seberat 2 ton yang lokasinya telah ditentukan, sehingga bisa mensimulasikan berat beban pada kondisi sebenarnya di lapangan.

 

“Tahap pertama ini bisa dikatakan uji superimposed dead load atau uji beban mati. Jadi 65 ton beban ini diibaratkan sebagai total dari beban rel LRT, sistem penambat, signaling, penerangan, serta infrastruktur pendukung lainnya,” detil Puguh.

 

Dirinya pun mengatakan pada setiap tahapannya, beban akan ditambah seberat 22 ton secara bertahap hingga mencapai berat yang disepakati, dan dalam uji kali ini, yakni total 220 ton pada tahap kedelapan pengujian beban.

 

U-Shaped Girder ini kan berfungsi sebagai perlintasan LRT buatan PT INKA Persero. Beban tiap gerbong LRT sendiri berkisar 48 ton, dan menurut kalkulasi kami, beban satu rangkaian LRT dengan penumpang penuh di tiap gerbongnya berkisar 153 ton. Nah, total beban ini akan kita uji di pengujian tahap kelima,” jelas Puguh.

 

Untuk uji beban tahap kedelapan, Puguh menerangkan total beban di atas U-Shaped Girder mencapai 220 ton, dan akan diuji kekuatan strukturnya selama 24 jam, dengan proses perekaman data dilakukan setiap 30 menit.

 

“Besarnya beban pada pengujian ini telah mengakomodir Peraturan Menteri Perhubungan No. 175/2015 tentang Standar Spesifikasi Teknis Kereta Kecepatan Normal Dengan Penggerak Sendiri. Jadi kita dari BPPT memastikan memberikan layanan teknologi berupa uji beban yang telah memenuhi persyaratan teknis, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tegasnya.

 

Dalam melaksanakan uji beban ini, Puguh menerangkan, BPPT menggunakan tiga instumen uji. Pertama yakni, sensor defleksi berupa LVDT (Linier Variable Displacement Transducer) yang berfungsi untuk mengukur defleksi. Sensor berjumlah 25 buah ini akan diletakkan di titik tertentu, seperti dipasang di tengah bentang, tumpuan, serta sayap dari U-Shaped Girder.

 

“Sensor ini juga akan dipasang secara vertikal, transversal, serta longitudinal untuk mendapatkan hasil yang presisi dari nilai defleksi,” paparnya.

 

Lebih lanjut, Puguh menerangkan instrumen kedua yang digunakan adalah sensor strain gauge beton atau yang dikenal sebagai sensor regangan. Sensor ini berjumlah 30 buah, dan diletakkan di posisi yang sama dengan sensor LVDT.

 

“Peralatan terakhir yang digunakan yakni, data logger. Nah ini dia alat yang berfungsi sebagai perekam data dari dua sensor yang kami telah letakkan di U-Shaped Girder. Kita bisa mengetahui defleksi dan regangan dari nilai-nilai yang dikeluarkan alat ini,” terang Puguh.

 

Puguh berharap kerjasama layanan teknologi antara BPPT dengan PT Adhi Karya, dan di bawah koordinasi Kementerian Perhubungan dapat berjalan lancar hingga dua hari kedepan (Jumat, 12/07 – red), dan mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan para pemangku kepentingan.

 

“Semoga dengan sinergi bersama ini, dapat mempercepat penyelenggaran LRT Jabodebek, sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaaatnya,” pungkas Puguh berharap.

 

Sebagai informasi pengujian beban ini dilaksanakan selama 5 hari (08 – 12 Juli) dengan menurunkan 9 personil B2TKS BPPT. B2TKS sendiri sebelumnya telah melakukan layanan teknologi seperi uji bantalan Mass Rapid Transit, uji bantalan LRT Jakpro, Slabtrack Kereta Cepat Koridor Jakarta – Bandung, sistem penambat LRT Palembang, sistem penambat LRT Jabodebek, dan In-site loading test U-Shaped Girder yang telah terpasang di Cibubur. (Humas/HMP)

 


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT