• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

BPPT LAKUKAN UJI KEKUATAN STRUKTUR JEMBATAN AMPERA

Kebakaran yang terjadi di Jembatan Ampera, Minggu (10/10) malam kemarin, menyisakan pertanyaan di masyarakat setempat. Kobaran api yang sisi kiri dan kanan atas Jembatan Ampera membuat pagar jembatan memuai sehingga bentuknya tidak lurus lagi. Berbagai pertanyaan pun muncul, Apakah strukturnya masih layak setelah musibah itu, cara apa saja yang harus dilakukan untuk menjaga kelestarian ikon kota Palembang itu?

{rokbox}images/stories/b2tksampera.jpg{/rokbox}{rokbox}images/stories/b2tksampera1.jpg{/rokbox}{rokbox}images/stories/b2tksampera2.jpg{/rokbox}

Jembatan kebanggaan orang Sumatera Selatan ini pun bukan kali ini saja mengalami musibah. ‚Jembatan ini sudah sering tertabrak kapal pembawa batu bara yang melintas di bawahnya,‚ ujar Rosihan, pemukim setempat. Selain memang sudah berumur, benturan keras itu pun menyebabkan pergeseran struktur. Januari 2008 silam, sebuah tongkang pembawa batu bara menabrak jembatan ini hingga menyebabkan salah satu tiang fender patah.

Untuk mengetahui kekuatan struktur yang ada sekarang, BPPT sebagai lembaga pemerintah yang mempunyai wewenang untuk memberikan rekomendasi penerapan teknologi & melaksanakan audit teknologi pun turut melakukan pengujian struktur Jembatan Ampera ini. Berbagai material akan diambil contohnya dan dibawa ke Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur (B2TKS) BPPT, untuk dilakukan beberapa pengujian.

Perlu dibandingkan antara kondisi awal dengan kondisi saat ini, sehingga bisa diketahui penurunan kekuatan struktur jembatan ini. Desain awal juga dibutuhkan untuk mengetahui kemampuan mendukung beban pada desain awal jembatan ini. ‚Setelah hal ini diketahui baru akan muncul beberapa opsi,‚ ujar Sudarmadi, Kepala Subbidang Struktur Bangunan dan Peralatan Industri B2TKS yang juga merupakan Team Leader Assessment Struktur Jembatan Ampera Pasca Kebakaran.

Opsi pertama adalah harus dilakukan pembatasan beban yang melintasi jembatan ini. Opsi selanjutnya adalah apa akan dilakukan ‚penguatan‚ pada jembatan ini, karena setelah terjadi kebakaran terjadi penurunan kualitas material, dan supaya normal kembali, maka material yang terdegradasi itu harus diganti atau diperbaiki.

Asumsi awal Sudarmadi adalah, saat ini baja tulangan dari struktur jembatan yang pernah bernama Jembatan Bung Karno ini tidaklah bermasalah. Dengan demikian yang harus dilakukan adalah mengupas beton yang rusak, dan diganti dengan yang baru. ‚Tapi ini semua masih asumsi awal, masih dibutuhkan beberapa tahapan pengujian lagi di B2TKS untuk mengetahui kelayakan struktur jembatan ini,‚ ujarnya.

Tahapan Pengujian

Sampai saat ini tim sudah melakukan beberapa pengujian di bagian jembatan yang terbakar, untuk mengetahui kelayakan struktur jembatan ini. Pengujian pertama adalah uji ultrasonic beton, untuk mengetahui kualitas beton saat ini. Uji selanjutnya adalah Schmidt Hammer Test, untuk memprediksi kekuatan beton permukaan. Kemudian dilakukan Hardness test untuk mengetahui kekuatan baja di tumpuan. Setelah itu dilakukan Core drill untuk mengambil sample silinder beton untuk dilakukan uji beton di B2TKS BPPT. Core drill ini akan menghasilkan hasil tes yang aktual mengenai kekuatan beton. Terakhir adalah mengambil sample baja tulangan untuk dilakukan uji tarik, untuk mengetahui kekuatan baja tulangan.

‚Setelah semua tahapan itu dilakukan, kegiatan serupa akan dilakukan pada bagian jembatan yang tidak terkena kebakaran kemarin. Setelah itu baru bisa diketahui kualitas kekuatan jembatan yang sesungguhnya. Baru kita bisa memunculkan rekomendasi untuk perbaikan jembatan ini‚ tambah Sudarmadi.

Untuk melestarikan Jembatan Ampera, sebagai simbol Kota Palembang, perlu lebih diperhatikan lagi mengenai faktor pemeliharaan. Selain itu juga sebaiknya dilakukan pelapisan dengan cat yang tahan segala cuaca tahan dari resiko korosi. ‚ Berbagai pihak terkait pun diharapkan melakukan monitoring secara rutin untuk menjaga kelestarian Jembatan Ampera,‚ tegas Sudarmadi. (SP/humas)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT