Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

BPPT DAN MEDCO GROUP KERJASAMA KEMBANGKAN BIODIESEL

"Indonesia sudah seharusnya mulai mengembangkan dan menggunakan Bahan Bakar Nabati (BBN), produksi Crude Palm Oil (CPO) Indonesia yang melimpah seharusnya bisa mengalihkan penggunaan BBM ke BBN.  Kita merasa punya keterkaitan dalam program Medco yakni pengembangan biodiesel. Salah satu program prioritas kita pengembangan teknologi khususnya untuk pabrik yang memproduksi biodiesel, jadi kita sinergi dengan melakukan kerjasama," ungkap Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Marzan A Iskandar usai menandatangani MoU pengembangan industri biodiesel dengan PT Medco Inti Dinamika (Medco Group), pada Acara Lokakarya Biodiesel III di Auditorium BPPT (23/10).

Menurut dia, BPPT telah mampu mengembangkan teknologi untuk produksi biodiesel dengan kualitas baik satu hingga 30 ton per hari. "Kebun seluas 10 hektare akan menghasilkan 40 juta ton CPO per tahun dan dapat dikonversi menjadi biodiesel menjadi sebanyak 44,4 juta kiloliter per tahun atau setara 280 juta barel per tahun yang setara dengan 750 ribu barel per hari,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Rekayasa Disain dan Sistem Teknologi BPPT Riza mengatakan BPPT selain mengembangkan produk biodiesel juga mengembangkan rancang bangun atau industri untuk memproduksi biodiesel.

Kerjasama yang dilakukan dengan Medco, menurut dia, selain mengembangkan biodiesel dengan membangun laboratorium hingga menghasilkan sampel juga kerjasama dalam bidang riset untuk membangun pabrik biofuel. "Biodiesel kan termasuk sebagai biofuel." Namun demikian, ia mengatakan untuk memproduksi biodiesel skala industri maka kerjasama tersebut akan fokus untuk membangun satu pabrik biodiesel.

Terkait dengan mutu dari biodiesel yang akan dihasilkan dari pabrik tersebut, menurut dia, terdapat 18 parameter dalam memproduksi biodiesel. Sepanjang 18 parameter tersebut dipenuhi makan hasil produksi ia yakini akan baik.

Sedangkan terkait biaya produksi, ia mengatakan harga produk biodiesel yang akan dihasilkan cukup bersaing dengan harga diesel dari fosil. Sejauh ini biaya produksi akan sangat tergantung pada harga minyak sawit mentah/CPO ditambah ongkos produksi Rp 1500 hingga Rp 2000 per liter.

Sedangkan pendiri PT Medco Energi International Tbk Arifin Panigoro mengatakan optimistis bahwa Indonesia mampu menghasilkan biodiesel hingga 100 juta ton per tahun. Dan pada akhirnya PT Pertamina (Persero) bisa menjadi seperti Petrobras di Brasil yang sangat berpengaruh dalam menentukan biofuel dunia.

Indonesia bisa jadi seperti itu, sekarang saja produksi CPO sudah 30 juta ton dan akan naik cepat sampai 50 juta ton karena banyak perkebunan yang belum menghasilkan. "Jika kita bisa yakinkan bahwa biodiesel tidak bertabrakan dengan kebutuhan makanan maka produksi 100 juta ton dapat dilakukan," ujarnya.

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id