Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

BPPT - MDeC Malaysia Luncurkan Smart Card Program Subsidi Langsung Non-Tunai

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Multimedia Development Corporatian (MDeC) Malaysia bekerjasama dalam meluncurkan kartu pintar (smart card) untuk program peduli keluarga. Kerja sama ini juga mendorong inovasi teknologi untuk program subsidi langsung non-tunai dalam rangka pemanfaatan e-KTP multifungsi. Sebanyak 150 warga di Jakarta menerima kartu pintar sebagai bentuk subsidi non tunai untuk berbelanja kebutuhan pokok (sembako). Deputi Kepala BPPT  Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material (TIEM), Unggul Priyanto mengatakan bahwa peluncuran pilot project ini merupakan uji coba subsidi langsung non tunai.  “Penerima bantuan mendapat kuota bulanan untuk membeli barang di supermaket yang sudah ditetapkan. Diharapkan tidak ada lagi bantuan langsung sementara masyarakat yang selama ini masih banyak salah sasaran," kata Unggul dalam acara peluncuran tersebut, di Jakarta, (6/12).

 

Pilot project ini, lanjut Unggul akan menjadi model pengembangan e-KTP generasi kedua. “Kemajuan penerapan e-ID pada kartu MyKad Malaysia, berguna untuk menjadi inspirasi dalam merancang pengembangan e-KTP generasi kedua yang merupakan bentuk pemanfaatan lanjutan untuk digunakan secara multifungsi dari e-KTP generasi pertama yang lebih difokuskan pada fungsi identitas,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) BPPT, Hammam Riza menuturkan bahwa Penggunaan teknologi smart card atau kartu pintar ini untuk memberikan bantuan sosial, dalam hal ini kita menyebutkan sebagai Program Peduli Keluarga. Menurutnya, program peduli keluarga adalah cara untuk melakukan transaksi non tunai, sebagai bagian dari pemberian subsidi bagi keluarga miskin, dalam hal ini adalah warga miskin yang ada di Kelurahan Kalibata, Kelurahan Rawajati, dan Kelurahan Manggarai, jumlahnya kurang lebih 150 keluarga yang mendapatkan subsidi pangan sebesar Rp 150.000.

Sumber dana tersebut, sebutnya merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) yaitu pemberian bantuan oleh perusahaan, sebagai tanggung jawab sosialnya kepada masyarakat miskin. Program tersebut dikombinasikan dengan inovasi teknologi kartu cerdas antara BPPT dengan MDeC, Malaysia. “Kita mengharapkan pilot program ini menjadi cikal bakal untuk mengembangkan e-KTP multifungsi,” urai Hammam.

Ia menambahkan, sekarang e-KTP hanya digunakan untuk identitas saja, sedangkan smart card bisa digunakan untuk berbagai  macam, termasuk memberi jaminan atau bukti bahwa mereka itu benar-benar sebagai penerima bantuan.

Tahap awal uji coba pilot program peduli keluarga diimplementasikan sebagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari PT Dialog selama jangka waktu satu tahun. Penerima mencakup 150 keluarga kurang mampu yang telah memiliki e-KTP, dengan kriteria dan data penerima bantuan yang telah dikonsultasikan kepada pemerintah daerah diantaranya Kelurahan Rawajati dan Manggarai di Jakarta.

Penerima bantuan dapat melakukan transaksi pembelian barang kebutuhan pokok di Giant Kalibata dan Giant Manggarai. Fokus awal dari tahap awal pilot uji coba adalah Proof of Concept dari system, best practice, dan pemanfaatan NIK Nasional hasil dari penerapan e-KTP kepada publik sedini mungkin.

Pada tahap awal, program ini masih menggunakan kartu subsidi tersendiri dengan data NIK Nasional yang tunggal, tercetak di kartu tersebut. Kedepannya, akan dilakukan penyempurnaan sistem, misalnya menggunakan kartu e-KTP sebagai kartu identitas sekaligus sebagai kartu kepesertaan program, teknologi card reader e-KTP, dan segala aspek untuk melokalisasi dan adaptasi sistem dan teknologi untuk pemanfaatan di Indonesia.

“Jadi, kolaborasi BPPT Indonesia dan MDeC Malaysia dalam bidang identitas elektronik tersebut, diharapkan dapat mendorong inovasi teknologi program subsidi non-tunai yang langsung menyentuh keluarga kurang mampu secara efektif dan mewujudkan dampak nyata dari penerapan e-KTP, serta mendukung upaya pemanfaatan e-KTP untuk multifungsi,” ungkap Hammam.

Chief Operating Officer MDec, Ng Wan Peng menjelaskan, Malaysia sudah sejak tahun 1997 menggunakan MyKad yang awalnya hanya diperuntukkan untuk delapan aplikasi seperti untuk identitas tunggal, izin mengemudi, kesehatan dan imigrasi. "MyKad diberikan mulai usia 12 tahun ke atas. Saat ini sudah ada 60 aplikasi pada MyKad," tuturnya. (SYRA/Humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id