Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Teknologi untuk Ciptakan Peningkatan Pelayanan Publik

Dalam debat Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang ditayangkan oleh TV Nasional,(15/6), Kedua calon Presiden RI mengatakan mengenai penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mutakhir untuk peningkatan pelayanan publik pemerintah.  Mengenai isu tersebut, BPPT sebagai lembaga kaji terap teknologi telah melakukan berbagai kajian dan menerapkannya bersama beberapa mitra kerja, baik instansi pemerintah dan juga kepada masyarakat.

Peningkatan pelayanan publik merupakan salah satu misi acuan dari setiap kegiatan yang dilakukan oleh BPPT, demikian disampaikan oleh Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK-BPPT), Hammam Riza. “Misi lain BPPT adalah memacu perekayasaan teknologi untuk daya saing industri dan kemandirian bangsa melalui pemanfaatan teknologi yang bersifat strategis,” ungkap Hammam melalui surelnya, (16/6).

 

Sejak berdirinya BPPT, telah banyak hasil kerekayasaan dari ahli-ahli terbaik BPPT, yang dampaknya dirasakan langsung oleh bangsa. Kiprah BPPT dalam pembangunan nasional pun kian tertantang. Dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, BPPT diharapkan mampu menjawab semua tantangan yang tidak hanya datang dari persoalan yang muncul di masyarakat, tapi juga tantangan yang datang dari alam.

Bukanlah persoalan sederhana yang dihadapi Indonesia saat ini, dan kesemuanya dijawab secara lantang oleh BPPT. Permasalahan bencana alam misalnya. Sebagaimana diketahui bersama, melihat pada kondisi geografis, Indonesia termasuk dalam kategori negara rawan bencana. Dengan kerawanan tersebut BPPT melihat perlu adanya suatu sistem yang dapat mengurangi dampak dari kejadian bencana. “BPPT kemudian mengembangkan sistem peringatan dini bencana (EWS) berbasis TV Digital. Dengan begitu diharapkan, langkah-langkah evakuasi dini dapat dilakukan dan korban yang mungkin ada pun dapat diminimalisir. Sistem akan memberikan informasi kepada masyarakat tentang adanya peringatan  bencana melalui media TV Digital. Segmentasi penyebaran informasi akan disaring berdasarkan kodepos pemirsa TV (yang menggunakan Set Top Box),” terang Hammam.

Tantangan TIK dibidang kesehatan pun BPPT jawab dengan segera. Contohnya untuk penyakit malaria, yang masih kerap terjadi di Indonesia. Melalui tangan-tangan putra-putri terbaik bangsa yang ada di BPPT, dibuatlah sistem aplikasi Computer Aided Diagnostic (CAD) yang bertujuan untuk diagnosa dini malaria. Sebagai pelengkap, dikembangkan pula Portable Malaria Detector. Kesemua sistem tersebut, didedikasikan BPPT bagi dunia kesehatan Indonesia agar bangsa ini terbebas dari penyakit Malaria.

Di bidang pemerintahan, BPPT juga membantu Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dalam melaksanakan e-Government, terutama menyangkut proses penerimaan CPNS. BPPT telah menyiapkan penggunaan sistem Computer Assisted Test (CAT) untuk menguji para calon CPNS agar transparan dan akuntabel.

“Selain itu, BPPT juga telah mempersiapkan berbagai kebutuhan Infrastruktur TIK (Cloud data center, jaringan komunikasi data) untuk mendukung terselenggaranya sistem e-Government Kemenpan RB. Dengan demikian, layanan teknologi BPPT berupa rekomendasi, advokasi, konsultasi dan solusi teknologi dapat digunakan oleh Kemenpan RB untuk penerapan TIK,” jelas Hammam.

BPPT juga memberikan rekomendasi terbaik untuk terselenggaranya Pemilihan Umum di Indonesia, seperti sistem Pemilu elektronik berupa pengembangan prototipe perangkat e-Voting tipe DRE (Direct Recording Electronic) berbasis layar sentuh dan sistem embedded, pengembangan prototipe sistem e-Rekapitulasi (penghitungan suara secara elektronik dalam Pemilu).  Mengenai Pemilu secara elektronik ini Hammam juga menyatakan bahwa dukungan TIK juga mencakup pada arsitektur dan desain sistem pemilu elektronik yang memenuhi azas pemilu luber jurdil, metode pengujian dan audit sistem e-Voting serta manajemen risiko, penyusunan dokumen petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis penyelenggaraan e-Voting.

Tak hanya itu,  tambahnya, perekayasa BPPT juga telah melaksanakan Uji Petik (Proof of Concept) penyelenggaraan e-Rekapitulasi hasil perolehan suara Pemilu Legislatif 2014 di 564 TPS Kota Pekalongan Jawa Tengah dengan menggunakan teknologi USSD (Unstructured Supplementary Service Data) dan DMR (Digital Mark Reader). “Teknologi e-Voting ini sudah dibuktikan melalui penyelenggaraan Proof of Concept sebanyak 13 kali Pemilihan Kepala desa, dan Simulasi skala kecil, menengah dan besar,” paparnya.

Masih banyak dukungan TIK lainnya yang BPPT mampu berikan sebagai solusi bagi Indonesia. Untuk itulah, BPPT tetap memegang teguh dan memfokuskan diri dalam hal teknologi kekinian. Karena dengan dukungan teknologi, BPPT dapat merangkul semua elemen tanpa terkecuali demi satu cita, Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa. (tw/SYRA/Humas)

 

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id