• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Hadapi MEA 2015 BPPT Siapkan Sertifikasi Produk Plastik

Nilai tukar rupiah terhadap US dollar sudah di atas Rp13.000. Sebuah kondisi yang menekan industri manufaktur terutama industri yang masih menggantungkan bahan baku impor. Dibutuhkan biaya lebih tinggi untuk pengadaan beberapa bagian komponen dan bahan baku yang masih diimpor dari luar. 

 

Sebagai contoh, industri otomotif dan rantai pasoknya adalah salah satu kelompok industri manufaktur yang terkena dampak ini. Total market kendaraan y-o-y bulan Januari - Mei tahun ini menurun menjadi sekitar 83 persen dibanding tahun 2014. 

 

Sebagaimana diketahui, kendaraan bermotor rata-rata menggunakan 20 persen lebih materialnya terbuat dari plastik dan hanya sekitar 40 persen bagian plastik tersebut yang dipasok dari dalam negri. Selain industri otomotif, masih ada ratusan industri manufaktur lain yang menggunakan material plastik sebagai bahan produknya. Dan, Indonesia masih harus mengimpor jutaan ton bahan baku dari luar negeri.

 

Kondisi industri manufaktur berbasis material plastik di Indonesia masih belum menunjukkan tren yang menggembirakan. Belum pulih benar dari serbuan produk China ketika diberlakukannya zona dagang bebas China - ASEAN. Kini ancaman baru dari luar akan segera datang seiring diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di akhir tahun 2015. Masih banyak “Pekerjaan Rumah” baik masalah teknis dan non teknis yang membelenggu industri lokal ini untuk bisa jadi tuan rumah di rumah sendiri.

 

Menghadapi situasi ini, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebagai lembaga kaji terap teknologi pemerintah menaruh perhatian khusus. Melalui satuan unit kerja Balai Pengkajian Teknologi Polimer (Sentra Polimer), BPPT kini memiliki lembaga sertifikasi produk plastik. 

 

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Polimer BPPT, Asep Riswoko mengatakan sebagai lembaga penilai kesesuaian produk plastik terhadap standar nasional sekaligus sebagai lembaga penguji produk plastik, Balai Pengkajian Teknologi Polimer BPPT telah meraih akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional sebagai lembaga pemberi sertifikasi produk plastik. 

 

"Dengan keberadaan lembaga yang telah terakreditasi ini, upaya standarisasi produk plastik maupun evaluasi atau pengujiannya dapat dilakukan secara lokal dan bertransaksi menggunakan mata uang rupiah," kata Asep. 

 

Asep juga menyampaikan, ketersediaan lembaga sertifikasi lokal dapat memberikan berbagai keuntungan bagi industri manufaktur berbasis material plastik. 

 

"Melalui upaya lokalisasi jasa standarisasi dan pengujian produk, maka biaya quality control dan evaluasi produk dapat ditekan sekaligus meningkatkan konten lokal produk tersebut dan meningkatkan kesiapan produk untuk bersaing baik di dalam pasar domestik maupun luar negeri," tutup Asep. (Humas)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT