Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Roadmap Kebijakan Energi Nasional : Sumber Daya Energi Jangan Hanya Di Ekspor, Harus Menjadi Modal Pembangunan Nasional.

 

 

 

Kebijakan Energi Nasional (KEN) disusun sebagai pedoman pengelolaan energi guna mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi sebagai sistem pendukung proses pembangunan nasional. Kemandirian dan ketahanan energi ini dapat dicapai dengan melakukan sejumlah langkah, seperti paling mendasar dengan membangun paradigma bahwa sumber daya energi tidak lagi dijadikan sebagai komoditas ekspor semata, melainkan harus dipakai sebagai modal pembangunan nasional." Demikian ungkap Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Informasi, Energi, dan Material (TIEM BPPT) Hammam Riza saat membuka FGD Pembahasan Draft Roadmap Bidang Teknologi Energi Menuju Kongres Teknologi Nasional (KTN) 2016 di Kantor BPPT, Jakarta (23/6).

 

 

Lebih lanjut Hammam mengatakan KEN yang diterbitkan melalui Peraturan Pemerintah no 79 tahun 2014, memuat 4 aspek Kebijakan Utama dalam pengelolaan energi nasional"Pertama, ketersediaan energdalam memenuhi kebutuhan nasional. Kedua, prioritas pengembangan energi. Ketiga, pemanfaatan sumber daya energi nasional. Keempatkewajiban menyediakan cadangan energi nasionalKebijakan Utama tersebut dilengkapi dengan kiebijakan pendukung yang antara lain mendorong diversifikasi dan konservasi energi, serta perhatian pada dampak lingkungan hidup," jelasnya terperinci.

 

 

 

Kebijakan ini (KEN) dapat dijadikan sebagai pegangan dalam pengelolaan energi nasional, dengan target untuk mencapai elastisitas energi nasional kurang dari 1 (satu) pada tahun 2025, penurunan intensitas energi final sebesar 1% per tahun sampai dengan tahun 2025; rasio elektrifikasi sebesar 85% pada tahun 2015 dan mendekati sebesar 100% pada tahun 2020, rasio penggunaan gas rumah tangga pada tahun 2015 sebesar 85%, serta porsi Energi Baru Terbarukan dalam penyediaan energi nasional sebesar 23% pada tahun 2025.

 

 

Dalam rangka mengevaluasi kondisi penyediaaan energi nasional untuk memenuhi kebutuhan pembangunan nasional, BPPT tutur Hammam secara rutin menerbitkan proyeksi kebutuhan energi dan perkiraan kemampuan penyediaan energi ke depan dalam bentuk Buku Outlook Energi Indonesia. 

 

 

"Outlook Energi ini merupakan proyeksi kondisi supply-demand energi kurang lebih 25 tahun ke depan, dengan mendasarkan kepada potret kondisi yang sedang berjalan saat ini. Dengan kata lain, Outlook yang dikeluarkan BPPT ini juga dapat dipakai sebagai perangkat untuk mengukur dan memperkirakan seberapa efektif implementasi dari kebijakan energi nasional saat ini guna mencapai target yang telah dicanangkan pada KEN,”  ujarnya.

 

 

Sebagai informasi FGD ini juga menghadirkan narasumber dari Ditjen Minerba, Ditjen Kelistrikan, BATAN, IKABI, Dirjen Inovasi RistekDikti, serta beberapa perusahaan yang bergerak di bidang energi dan mineral seperti PLN dan Pertamina. "Proses penyusunan roadmap teknologi ini diharapkan menjadi roadmap yang komprehensif, realistis, terukur dan dapat dicapai, yang diperkaya dengan sudut pandang berbagai pemangku kepentingan di sektor energi, Dengan demikian roadmap ini dapat disandingkan sebagai mitra terhadap Kebijakan Energi Nasional, utamanya bagaimana kebijakan tersebut akan dicapai," pungkasnya. (Humas-HMP)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id