Tingkatkan Pemanfaatan Karet Alam, BPPT Hasilkan Inovasi Rubber Air Bag dan Retreaded Ban Pesawat

 

Tak henti cipta inovasi, BPPT tampilkan model Rubber Air Bag, untuk launching ship, produk Retreaded Ban Pesawat atau vulkanisir ban pesawat, serta Rumah Komposit atau Rumah Tahan Gempa pada Pameran Produk Plastik dan Karet Hilir 2016 yand diadakan di Kementerian Perindustrian Jakarta, (20/9).

 

Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Industri Energi dan Material (TIEM BPPT), Hammam Riza  usai mendampingi Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto berkunjung ke stand BPPT, menyebut bahwa untuk memuluskan bergulirnya produk inovasi BPPT ke industri lokal butuh dukungan dari sisi regulasi. "Kebijakan TKDN untuk industri plastik dan karet harus segera dijalankan agar Impor dapat dikurangi," kata Hammam.

 

BPPT diakui Hammam, saat ini memang memiliki fasilitas laboratorium uji yang telah disertifikasi. Namun dirinya berharap fasilitas tersebut dapat dilengkapi peralatan lainnya.  "Lab yang telah ada perlu ditingkatkan fasilitasnya. Hal ini penting agar pengujian seperti untuk retreaded ban pesawat dapat juga dilakukan," ujar Hammam.

 

Seperti diketahui Pemerintah makin intensif meningkatkan pemanfaatan karet alam untuk kebutuhan dalam negeri, khususnya guna mendukung pembangunan infrastruktur nasional. "Kami juga ingin agar industri lokal mau memanfaatkan inovasi BPPT. Inovasi teknologi plastik dan karet sudah memiliki technology readiness level mencapai  TRL 7, karenanya sangat diperlukan industri utk meningkatkannya hingga TRL 8-9," ungkap Hammam.

 

Di tempat yang sama Direktur Pusat Teknologi Material (PTM BPPT), Asep Riswoko menyampaikan bahwa produk yang dipamerkan BPPT kali ini semuanya sudah siap di produksi.  Contohnya Model Rubber Air Bag hasil rekayasa Pusat Teknologi Material BPPT bekerjasama dengan PT Mitra Prima Sentosa, tambah Asep, sudah siap di launching tahun ini.

 

Rubber Air Bag lanjut Asep akan digunakan untuk keperluan ship launching di galangan kapal atau untuk mengangkat dan menurunkan kapal yang akan di maintenance atau diperbaiki. Kedepan, model rubber air bag akan dimanfaatkan pada industri dirgantara, yakni untuk evakuasi pesawat.

 

"Model rubber air bag sejak 2014 kita kembangkan  dan 2016 ini akan masuk tahap komersialisasi. Mulai di produksi oleh mitra kita dan rencana launching tahun ini. Akan segera di produksi massal," jelas Asep.

 

Sementara untuk inovasi retreaded ban pesawat diyakini Asep memiliki nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mencapai hampir 100 persen. BPPT melalui Pusat Teknologi Material dalam inovasi ini berperan dalam mencipta formulasi compound untuk vulkanisir ban pesawat.

 

Asep lantas berharap agar inovasi BPPT tersebut dapat dimanfaatkan oleh industri hilir karet, agar bisa digunakan oleh end user.  "Semoga Retreaded ban pesawat hasil inovasi BPPT dapat memiliki sertifikasi internasional yang diakui oleh FAA maupun Boeing, sehingga dapat digunakan oleh maskapai penerbangan di Indonesia. Dengan begitu, inovasi plastik dan karet ini BPPT dapat lebih dikenal dan memiliki peran penting dalam pembangunan Indonesia," tutup Asep. (Humas/HMP)