• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

PERLU ANTISIPASI TEKNOLOGI DALAM MIGRASI TV ANALOG KE TV DIGITAL

{rokbox}images/stories/tvdigital1.jpg{/rokbox}{rokbox}images/stories/tvdigital2.jpg{/rokbox}
‚Media TV merupakan salah satu media yang paling tepat digunakan untuk distribusi dan diseminasi informasi di Indonesia. Berdasarkan hasil statistik BPS, saat ini terdapat kurang lebih 55% jumlah keluarga Indonesia atau terdapat 40-50 juta orang yang merupakan pemirsa TV‚, ungkap Kepala BPPT Marzan Aziz Iskandar dalam sambutannya pada Workshop Siaran Digital dan Antisipasi Teknologi Ke Depan di Indonesia yang diselenggarakan oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) BPPT bekerjasama dengan Irdeto di Ruang Komisi Utama BPPT (19/11). ‚Dengan keterbatasan alokasi frekuensi pada penyiaran media TV Analog, mengakibatkan jumlah informasi yang diperoleh masyarakat melalui siaran TV menjadi terbatas dan kurang berimbang dengan apa yang dibutuhkan. Karena itu sudah saatnya masyarakat Indonesia untuk melakukan migrasi dari siaran TV Analog ke siaran TV Digital‚, lanjutnya.

Marzan mengatakan bahwa pengembangan teknologi siaran TV digital merupakan salah satu Technology Clearing House dan salah satu rekomendasi teknis BPPT yang diperuntukkan bagi para industri pengembang teknologi, regulator dan para pengguna teknologi TV digital di Indonesia.

Irdeto merupakan perusahaan penyedia teknologi proteksi materi untuk video digital dan internet provider yang berkantor pusat di Amsterdam dan Beijing, berdiri sejak tahun 1969. Saat ini Irdeto mempunyai lebih dari 900 orang staf yang tersebar di 25 kantor cabang di dunia.

Direktur Teknik TVRI Satya Sudhana mengatakan bahwa cukup banyak manfaat yang diperoleh dengan beralih ke penyiaran TV Digital. ‚Salah satu manfaat yang signifikan adalah efisiensi dalam penggunaan pemancar. Hal ini sangat kontras dengan TV Analog yang harus mempunyai pemancar di setiap daerah sehingga butuh biaya besar. Pengalaman TVRI saat melakukan soft launching siaran digital tahun 2008 lalu sudah membuktikan hal ini‚, jelasnya.

Departemen Komunikasi dan Informasi (DepKominfo), dalam rangka memasuki era penyelenggaraan siaran televisi digital di tahun 2010, telah menyiapkan peraturan mengenai kerangka dasar penyelenggaraan penyiaran televisi digital terestrial penerimaan tetap tidak berbayar (free to air) seperti tertera pada Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 39/PER/10/M.KOMINFO/10/2009.

‚Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dari layanan TV Digital ini, diantaranya penyelenggara program siaran tidak perlu menyediakan infrastruktur sehingga dapat lebih fokus pada konten siaran, dan penyelenggara siaran juga dapat beroperasi dengan cakupan wilayah yang lebih luas‚ jelas Perwakilan Direktur Sarana Teknologi Komunikasi DepKominfo Sunaryo dalam presentasinya. Dengan adanya layanan ini, Sunaryo menambahkan, akan dapat mendorong pertumbuhan industri dalam negeri.

Menurut Kepala Bidang Sitem Komunikasi Multimedia PTIK BPPT Harry Budiarto, BPPT berperan dalam melakukan pengembangan teknologi siaran TV Digital. ‚Pengukuran kajian dan terapan suatu teknologi turut mengevaluasi dari sisi cakupan pemancar dan kualitas penerimaan serta dari sisi kinerja perangkat bantu penerima yang biasa disebut Set-Top Box. Peralatan-peralatan pengukuran dan perencanaan digital TV yang kami miliki saat ini telah kami manfaatkan dalam mengevaluasi dan merencanakan siaran TV di Indonesia, dan hasil pengukuran tersebut sudah dibukukan dalam buku Sistem TV Digital‚, jelasnya. (humas)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT