Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Teknologi ADS-B BPPT Dorong Airnav Indonesia Lakukan Modernisasi Layanan Navigasi di Papua  

 

BPPT berhasil kaji terap inovasi Sistem Pemantau Penerbangan Nir Radar Berbasis ADS-B (Automatic Dependent Surveillance - Broadcast) yang merupakan teknologi baru untuk dimanfaatkan guna peningkatan layanan dunia penerbangan nasional.

Dikatakan Direktur Pusat Teknologi Elektronika (PTE-BPPT), Yudi Purwantoro, ADS-B adalah sistem navigasi penerbangan di mana setiap pesawat terbang memancarkan data penerbangannya berupa identitas, koordinat lokasi, ketinggian, kecepatan, dan indicator lainnya, ke segala arah secara terus menerus melalui media gelombang radio.

“Perangkat navigasi ini mampu menggantikan fungsi radar dalam memantau penerbangan pesawat. Pemasangan ADS-B dilakukan di sepanjang jalur penerbangan dan di bandara,” ungkap Yudi melalui pesan instan usai mengikuti acara peresmian modernisasi layanan navigasi penerbangan di Papua di Kantor AirNav Indonesia Cabang Sentani, Papua, Jumat (12/1).

 

Yudi lalu menuturkan bahwa kebutuhan perangkat navigasi berbasis ADS-B di Indonesia secara keseluruhan berjumlah lebih dari 1000, sementara baru terpasang 31. Sebagian lagi adalah perangkat navigasi berbasis radar, yang biaya investasi maupun operasionalnya berlipat dari biaya Sistem ADS-B.

“Penggunaan ADS-B akan mengatasi kendala penerbangan di wilayah yang kosong ataupun sulit dijangkau oleh radar, seperti wilayah Papua,” ungkapnya.

BPPT pun sebutnya, akan terus berinovasi dalam kaji terap teknologi elektronika navigasi untuk mendukung peningkatan keselamatan transportasi nasional. Inovasi BPPT selanjutnya kata Yudi, adalah sistem pemantau dan pemandu pesawat dan kendaraan di bandara yang disebut Advanced Surface Movement Guidance Control Surveilance (A-SMGCS).

“Inovasi ini dapat menghindarkan tabrakan pesawat di bandara, serta Mini Air Traffic Controller (ATC) untuk mengatur ruang udara,” pungkasnya.

Adapun ragam kelebihan inovasi system ADS-B BPPT yang bekerjasama dengan PT INTI ini jika dibandingkan dengan radar adalah sebagai berikut:

1.    Jangkauan coverage lebih luas: radius 250mil (450km) segala arah, sedangkan coverage radar prinsipnya satu arah sejauh kurang dari

2.    Jumlah pesawat yang dapat dipantau lebih banyak: 500 pesawat, sehingga memperkecil separasi antar pesawat dan meningkatkan jumlah penerbangan.

3.    Lebih sederhana dalam instalasi, operasi dan pemeliharaan, serta rendah biaya investasi, instalasi, operasi dan pemeliharaan.

4.    Dapat dipasang di berbagai medan lokasi, termasuk lokasi terpencil karena kebutuhan energi listriknya kecil sehingga dapat menggunakan listrik tenaga surya.

5.    Dukungan purna jual lebih efektif dan efisien karena dilakukan sepenuhnya oleh tenaga ahli dalam negeri, sehingga meningkatkan jam operasi dan kehandalan.

Sebagai informasi, ADSB Ground Station BPPT-INTI diberi kode produk AGS-216. ADSB Ground Station AGS 216 merupakan ground station buatan dalam negeri pertama yang telah dirancang oleh BPPT dan diproduksi oleh PT INTI. ADS-B AGS-216 telah disertifikasi oleh Kementerian Perhubungan berdasarkan Peraturan Direktur Jendral Perhubungan Udara yang mengacu pada Standar Internasional (Amerika dan Eropa) untuk ADS-B pada awal tahun 2017, dan layak digunakan secara operasional. Dengan demikian AGS-216 setara dengan perangkat yang dihasilkan oleh industri negara maju seperti Thales. Keberhasilan ini mendukung efisiensi nasional dan peningkatan kemandirian serta daya saing bangsa melalui inovasi teknologi dan penggunaan produk dalam negeri meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). (Humas/HMP)

 

 

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id