Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

BPPT Kaji Terap Implan Tulang Berbahan Titanium  

 

 

Keberhasilan inovasi implan tulang stainless steel tipe 316L (SS 316L) hasil inovasi Pusat Teknologi Material (PTM)-BPPT,  telah ditunjukkan dengan kemampuan industri lokal untuk produksi massal sehingga menghasilkan produk implan berkualitas sesuai standar medis dan harga bersaing dibandingkan produk impor.

 

Tidak berpuas diri, inovasi implan tulang inipun terus dikembangkan untuk mencari material baru untuk menghasilkan produk-produk jenis implan tulang yang lebih maju sesuai peta jalan yang dimuat dalam PERMENKES-RI-No-17-TAHUN-2017, tentang Rencana Aksi Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan. 

 

 

Dituturkan oleh  I Nyoman Jujur, sebagai Kepala Program kegiatan Biokompatibel Material untuk Alat Kesehatan, bahwa pihaknya akan menggunakan material berbahan Titanium dan paduannya.

 

Menurut Perekayasa Utama PTM BPPT ini, bahan Titanium patut menjadi pilihan, khususnya dalam menciptakan inovasi implan tulang yang akan digunakan sebagai pengganti tulang panggul, tulang lutut maupun implan tulang traumatik. 

 

"Saat ini imbuhnya implan tulang panggul masih 100 persen impor dari luar negeri. BPPT tengah mengembangkan implan berbahan Titanium untuk digunakan pada tulang panggul. Sudah bermitra dengan salah satu industri lokal di Klaten, Jawa Tengah,” ungkapnya

 

Bahan titanium urai Nyoman, bersifat ringan, ketahanan karat dan kekuatan mekanis tinggi sehingga lebih kuat dan sifat bikompatibilitas yang sangat baik untuk material implan tulang.

 

Berdasarkan dari tren tingkat harapan hidup yang semakin tinggi, menurut BAPPENAS penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai 273,65 juta jiwa pada tahun 2025. Pada tahun yang sama angka harapan hidup diperkirakan mencapai 73,7 tahun, suatu peningkatan yang cukup tinggi dari angka 69,0 tahun pada saat ini.  

 

"Kondisi ini kedepannya, memerlukan pengembangan implan degeneratif seperti pengganti tulang pinggul dan lutut," tegasnya.

 

Diharapkan pengembangan implan berbahan titanium ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, khususnya Kementerian Kesehatan.

 

"Agar pengembangan ini siap untuk diluncurkan untuk mengatasi impor alat kesehatan (Alkes), serta mampu diproduksi oleh industri dalam negeri," katanya.

 

Keunggulan Implan Titanium

 

Lebih lanjut disebutkan Nyoman bahwa Material Titanium pada tahapan proses pembuatannya sangat reaktif sehingga memerlukan peralatan yang canggih seperti peleburan dan rekayasa material dalam dapur vakum.

 

Disamping itu, keunggulan proses bahan Implan Titanium mampu dibuat dengan teknologi cetakan presisi sehingga sedikit memerlukan proses pemesinan serta dapat diproduksi massal sehingga menekan biaya pembuatannya. 

 

"Titanium disamping digunakan untuk material implan tulang juga bisa untuk material implan gigi dan kebutuhan alat medis lainnya," paparnya.

 

Pada kesempatan yang sama Koordinator Pusat Unggulan Iptek Material Medis PTM BPPT, Agus Hadi Wargadipura menyatakan Implan tulang berbahan titanium inipun juga menjadi pendorong bagi BPPT, khususnya pada Pusat Teknologi Material untuk bertahan menjadi Pusat Unggulan Iptek (PUI) Material Medis.

 

Dikatakan lebih lanjut, pihaknya akan berupaya menguatkan tata kelola kelembagaan untuk mendukung pengembangan dan penerapan implan tulang.

 

"Pengembangan implan tulang buatan lokal ini terus dikejar BPPT, mengingat manfaatnya yang sangat besar untuk masyarakat luas. Kami juga terus melakukan sinergi dengan Pusat Ungulan lainnya serta menghasilkan publikasi ilmiah yang berbobot," rincinya.

 

Diharapkan kedepan potensi lokal yang tersebar di tanah air dalam pengembangan alat kesehatan dapat bersinergi untuk meningkatkan daya saing industri alat kesehatan.

 

"Sinergi berbagai pihak, khususnya kalangan dokter orthopaedi sangat dibutuhkan untuk mendukung dan memanfaatkan produksi alat kesehatan implan tulang hasil pengembangan industri lokal. Agar kita tidak impor," pungkasnya. (Humas/HMP)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id