• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Pertama di Indonesia, BPPT Luncurkan Lab Uji Modul Photovoltaic

SIARAN PERS BPPT
SP.No. 02/HMP/HMS/HKH/I/2018
“Pertama di Indonesia, BPPT Luncurkan Lab Uji Modul Photovoltaic”
Rabu, 09 Januari 2018

 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, melalui Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) - BPPT secara resmi membuka pelayanan teknis pengujian kualitas modul Photovoltaic (PV) atau panel tenaga surya, dengan  merujuk pada standard SNI IEC 61215:2016.

Dikatakan oleh Kepala B2TKE-BPPT, MM Sarinanto, Laboratorium Uji Kualitas Modul PV ini, adalah yang pertama di Indonesia. Peresmian inipun imbuhnya, menjadi penanda beroperasinya fasilitas yang diperuntukkan bagi seluruh pemangku kepentingan terkait.

“Untuk menjamin kualitas PLTS yang terpasang di Indonesia, perlu dilakukan pengujian terhadap komponen sistem PLTS, utamanya adalah modul surya atau PV. Pengujian modul PV ini sudah merupakan kewajiban standar di pasar internasional,” paparnya saat Acara Peresmian Lab Uji Kualitas Modul Surya PV, di Gedung B2TKE-BPPT, Kawasan PUSPIPTEK, Tangsel, Rabu, (09/01/2019).

Lebih lanjut diungkapnya bahwa potensi pemanfaatan photo voltaic atau tenaga surya sebagai sumber energi terbarukan, cukup signifikan. Sebagaimana yang ditetapkan dalam Kebijakan Energi Nasional,menargetkan adanya peningkatan bauran Energi Terbarukan dari 5% pada 2015 menjadi 23% pada 2025. Dari target Energi Terbarukan 23% bauran energi nasional ini, proyeksi Pembangkit Listrik Tenaga Surya adalah sebesar 5000 MWp di 2019 dan 6400 MWp pada tahun 2025.
Untuk mendukung kebijakan tersebut jualah, keberadaan fasilitas Laboratorium Uji Kualitas Modul PV BPPT ini, jelas diperlukan. Selama ini pun diakuinya, belum adanya laboratorium pengujian PV ini di Indonesia, menjadi tantangan bagi produsen modul PV nasional. Dari sejumlah produsen modul surya di Indonesia baru dua pabrikan yang produknya sudah mendapat sertifikat IEC 61215.

“Dengan adanya laboratorium pengujian modul PV BPPT ini, akan memberikan nilai tambah bukan hanya untuk BPPT tetapi juga akan berdampak secara nasional bagi seluruh pemangku kepentingan yang bergerak di bidang PLTS, terutama industri, khususnya produsen modul PV,” ujarnya.

Kepala B2TKE BPPT kemudian menyebut pemanfaatan teknologi energi surya di Indonesia saat ini kian marak. Hingga tahun 2018, pemanfaatan energi surya melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) tercatat sebesar 94,42 MWp. Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero), menargetkan penggunaan energi surya di Indonesia adalah hingga 1047 MegaWattpeak (MWp) sampai dengan tahun 2025.

“Untuk itulah, Laboratorium  pengujian  modul PV dapat  dijadikan  rujukan  oleh Pemerintah  dalam  menetapkan kebijakan  pemberlakukan SNI wajib untuk SNI 61215. Laboratorium ini juga dapat dijadikan laboratorium acuan nasional bagi industri modul surya, sehingga akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas modul surya dalam negeri, serta mengefisienkan biaya produksi,” harapnya.

SNI 61215:2016

Perlu diketahui bahwa SNI IEC 61215:2016 merupakan hasil adopsi identik dari standar internasional IEC 61215:2016 berjudul Modul fotovoltaik terestrial (PV) - Kualifikasi desain dan pengesahan jenis yang terdiri dari dua bagian.

Bagian pertama berjudul Persyaratan Pengujian dan bagian kedua berjudul Prosedur pengujian. Standar Internasional ini menetapkan persyaratan untuk kualifikasi desain dan pengesahan jenis modul PV terestrial yang cocok untuk operasi jangka panjang pada cuaca luar yang terbuka. Bagian standar ini dimaksudkan untuk diterapkan pada semua bahan modul pelat datar terestrial seperti jenis modul silikon kristal serta modul film tipis (thin film).

Tujuan dari urutan pengujian ini adalah untuk menentukan karakteristik termal dan listrik dari modul surya serta untuk menunjukkan, bahwa modul tersebut mampu menahan terhadap paparan matahari yang cukup lama pada cuaca luar yang terbuka. Umur modul surya yang sangat berkualitas akan tergantung pada desain, lingkungan dan kondisi di mana modul surya dioperasikan. Pengujian terdiri dari 19 tahapan uji kualitas modul (module quality test, MQT), dimulai dengan visual inspection Module Qualification Test (MQT 1) sampai dengan pengujian stabilisasi akhir MQT 19.

Untuk melakukan ke-19 tahapan MQT di atas, maka fasilitas laboratorium pengujian modul PV merujuk pada standar SNI IEC 61215 ini dilengkapi dengan 13 (tiga belas) unit peralatan utama. meliputi:

  1. Visual inspection and Electro luminance - berfungsi untuk mendeteksi cacat visual pada modul/sampel uji yang dapat menimbulkan risiko hilangnya keandalan, termasuk output daya (MQT01);
  2. Sun simulator PASAN class A+A+A+ - untuk menentukan daya maksimum modul setelah stabilisasi serta sebelum dan sesudah berbagai uji stres lingkungan. Untuk menentukan kehilangan daya akibat uji stres, uji reproduktivitas merupakan faktor yang sangat penting. Peralatan ini juga digunakan untuk menentukan performance at STC (MQT 06.1) dan NMOT, performance pada radiasi rendah (MQT07), dann memnentukan koefisien temperature (MQT04);
  3. Electrical Safety testing - untuk menentukan insulasi listrik antara komponen yang dialiri arus & bingkai modul / lingkungan di luar modul surya. Pengujian dilakukan untuk seluruh sampel modul di awal dan akhir seri pengujian IEC 61215 (MQT 03, 15);
  4. Outdoor testing - untuk temperatur operasi modul yang dapat membantu perancangan sistem PLTS untuk sebagai acuan terhadap suhu dimana modul surya bekerja di kondisi luar ruangan dan beberapa parameter penting ketika dibandingkan terhadap performa dari beberapa desain modul surya. Akan tetapi, suhu yang beroperasi pada aktualnya berpengaruh pada waktu tertentu oleh karena struktur penyangga modul surya, jarak modul surya terhadap tanah, radiasi, kecepatan angin dan suhu sekitar (MQT 05, 08);
  5. Hotspot and stabilization test - untuk mengetahui kemampuan modul surya terhadap efek panas karena hot spot dengan menentukan resistensi panas pada komponen-komponen modul PV. Pemanasan hot-spot terjadi pada modul surya saat arus operasi melebihi pengurangan arus hubung singkat (Isc) dari sebuah atau sekelompok sel surya yang terkena bayangan atau grup sel yang gelap atau rusak. (MQT 09, 19);
  6. UV Precondition test - untuk prekondisi modul dengan radiasi ultra-violet (UV) sebelum pengujian siklus termal untuk mengidentifikasi material dan rekatan yang rentan terhadap degradasi akibat UV (MQT 10);
  7. Climatic chambers for thermal cycling test - Untuk mengetahui kemampuan modul untuk menahan ketidaksesuaian termal, kelelahan dan tekanan lainnya yang disebabkan oleh perubahan temperatur berulang (MQT-11);
  8. Climatic chambers for humidity freeze test - untuk menahan efek temperatur tinggi dan kelembaban yang diikuti dengan temperatur dibawah nol derajat (MQT-12);
  9. Climatic chambers for damp heat test - untuk bertahan dari dampak penetrasi jangka panjang kelembaban (MQT 13);
  10. Robustness and termination test - untuk menentukan bahwa terminasi, pelekatan terminasi, dan pelekatan kabel ke badan modul akan dapat menahan tekanan mekanis yang mungkin diterapkan selama operasi perakitan, pemasangan ataupun penanganan modul secara normal modul (MQT 14);
  11. Mechanical load test - untuk mengetahui / memverifikasi kemampuan modul untuk menahan beban statis minimum yang ditentukan oleh manufaktur (MQT 16);
  12. Hail test - untuk memverifikasi bahwa modul mampu menahan dampak hujan es. (MQT 17);
  13. Bypass Diode Test - untuk menilai kelayakan dari desain termal dan keandalan jangka panjang dari bypass diode. Bypass diode sendiri digunakan untuk membatasi efek buruk dari kerentanan modul hot-spot (MQT 18)

CP: Biro Hukum Kerjasama dan Humas BPPT

Kontak: Dr.-ing. Oo Abdul Rosyid, MSc (Kepala Program)
Email :  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Telp/Fax  : (021) 7560550 / (021) 7560904
Website : www.b2tke.bppt.go.id


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT