Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Hadapi Revolusi Industri 4.0, BPPT Dorong Pemanfaatan TIK

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memunculkan konsep industri 4.0 yang memungkinkan digitalisasi seluruh proses bisnis dalam suatu industri, dan integrasi value-chain dalam ekosistem digital. Menyikapi hal tersebut, BPPT berupaya memberikan solusi teknologi, pada era perubahan yang sifatnya disruptif ini.

 

 

Dikatakan Plt Kepala BPPT Wimpie Agoeng Noegroho pada acara Tech Talk di BPPT, Jakarta, (17/12/2018). Dalam sambutannya konsep industri 4.0 yang sarat dengan implementasi teknologi informasi dan komunikasi membutuhkan jaringan data internal maupun eksternal yang memungkinkan integrasi data secara vertikal dalam organisasi maupun secara horisontal dengan mitra kerja.

 

Diperkirakan menurut Wimpie, bahwa produk industri pintar, akan dilengkapi dengan layanan elektronik yang membantu pengguna dalam kehidupan sehari-hari serta memberikan tambahan pendapatan bagi industri. Price Waterhouse Copper dalam surveinya memperkirakan bahwa pendapatan dari layanan digital ini akan menambah 2,6 – 2,9% pendapatan industri.

 

DiKesempatan yang sama Deputi Bidang Teknologi Informasi Energi dan Material (TIEM) BPPT, Eniya L Dewi menjelaskan, revolusi industri 4.0  selain memberikan banyak dampak positif, Indonesia pun harus membenahi diri utamanya dalam hal peningkatan daya saing industri khususnya di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi atau ICT.

 

Lanjut Eniya, revolusi industri 4.0 menuntut agar industri baru serta usaha rintisan (start up) untuk lebih siap menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Mereka yang memanfaatkan TIK dengan baik akan dengan cepat melampaui industri lain dalam valuasi harga, sebagai hasil penerapan teknologi

 

BPPT terus berupaya mengembangkan kapasitas dan kompetensi nya untuk mendorong kemandirian, salah satunya di bidang teknologi informasi komunikasi dan elektronika, untuk meningkatkan daya saing bangsa sesuai visi dan misinya, jelas Eniya.

 

Hal yang sama dikatakan Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPT, Michael Andreas Purwoadi bahwa konsep industri 4.0 yang sarat dengan implementasi teknologi informasi dan komunikasi membutuhkan jaringan data internal maupun eksternal yang memungkinkan integrasi data secara vertikal dalam organisasi maupun secara horizontal dengan mitra kerja.

 

Pemanfaatan teknologi seperti Big Data dan Intelligence Artificial pun mulai menggantikan manusia dalam melaksanakan pekerjaan yang membutuhkan pengolahan data berskala besar, variatif dan komplex, maupun pekerjaan yang sifatnya repetitive, jelas Michael.

 

Menurutnya, dalam situasi sarat teknologi, cyber security menjadi sangat penting, baik untuk keamanan OT (operational technology) yang menyangkut perangkat atau mesin-mesin terotomasi, maupun IT (informational technology) yang menyangkut sistem informasi pendukung proses bisnis administrasi. Diharapkan TechTalk pada ini, akan dapat membuka wawasan kita semua akan industri 4.0 ini dan strategi yang perlu disiapkan untuk mengimplementasikannya di Indonesia, tutup Michael. (Humas/HMP)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id