Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Deputi TIEM BPPT: BPPT Akselerasi Target PLTS 6,4 GWp di Tahun 2025

 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi secara resmi membuka Laboratorium Pengujian Kualitas Modul Photovoltaic (PV) atau panel tenaga surya, dengan  merujuk pada standar SNI IEC 61215:2016.

 

Deputi Teknologi Informasi. Energi dan Material (TIEM) BPPT Eniya L. Dewi menjelaskan Laboratorium Pengujian Kualitas Modul PV ini sejalan dengan Kebijakan Energi Nasional, dikeluarkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang menargetkan adanya  peningkatakan energi terbarukan dari sebelumnya 5% pada 2015 menjadi 23% pada tahun 2025.

 

 

“Dari target 23% yang berasal dari mix enegry ini, proyeksi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah sebesar 5 GWp di 2019, dan mencapai 6,4 GWp di tahun 2025,” ujar Deputi Eniya saat memberikan paparan di Gedung Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) BPPT, Kawasan Puspiptek, Tangerang Selatan, Rabu, (09/01).

 

Menurutnya, keberadaan Laboratorium Pengujian Kualitas Modul PV BPPT ini disediakan untuk memberikan layanan teknologi kepada para produsen modul PV baik lokal dan impor untuk penetrasi masuk ke pasar Indonesia.

 

“6,4 GWp ini sudah menjadi suatu bisnis, semua pihak sudah memasang solar cell, termasuk rooftop (PLTS Atap) yang sudah diatur dengan Peraturan Kementrian ESDM nomor 49 th 2018. Jadi produsen yang masuk ke Indonesia tidak hanya memasukkan produk saja, namun juga harus memenuhi standar SNI IEC 61215:2016,” terang Deputi Eniya

 

Dikatakan Eniya, Laboratorium Pengujian Kualitas Modul PV BPPT menyediakan 19 (sembilan belas) layanan tahapan uji kualitas modul, dimulai dengan visual inspection test sampai dengan pengujian stabilisasi akhir. Untuk mendukung layanan tersebut, lab ini dilengkapi dengan 13 (tiga belas) unit peralatan utama.

 

“Lab ini sangat lengkap. Bisa disetarakan dengan milik Malaysia, Singapura, Thailand, bahkan Jerman,” tegasnya.

 

Deputi Eniya menambahkan, Laboratorium Pengujian Kualitas Modul PV BPPT akan memberikan nilai tambah bukan hanya untuk BPPT tetapi juga akan berdampak secara nasional bagi seluruh pemangku kepentingan yang bergerak di bidang PLTS, terutama industri.

 

“Kami mengundang mitra industri untuk mulai memanfaatkan lab anak bangsa ini dalam memantapkan produk modul PV mereka sesuai dengan standar SNI, apalagi untuk memenuhi target kebutuhan listrik tenaga surya pemerintah sebesar 6,4 GWp di 2025.” pungkas Deputi Eniya.

 

Dalam kesempatan yang sama Direktur Aneka Energi dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM, Harris mendukung upaya BPPT dalam menyediakan layanan uji kualitas modul PV pertama di Indonesia ini.

 

“Laboratorium Pengujian Kualitas Modul PV sangat penting keberadaannya untuk menunjang target 6,4 GWp listrik yang dihasilkan dari tenaga surya. Karena Pemerintah mempunyai concern tersendiri untuk menjadikan modul PV sebagai salah satu sumber energi terbarukan yang besar,” terang Harris.

 

Lebih lanjut, Pemerintah sendiri sudah membantu pemanfaatan energi baru terbarukan oleh masyarakat dengan menerbitkan Permen ESDM No. 49 th 2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap oleh Konsumen PT PLN.

 

“Dengan adanya peraturan ini, produk modul PV yang masuk ke Indonesia harus memenuhi standar SNI IEC 61215:2016, dan BPPT memiliki Lab Uji Kualitas Modul PV pertama di Indonesia yang mampu melakukan sertifikasi tersebut,” ujar Harris kala meninjau 13 peralatan utama pengujian kualitas modul PV.

 

Harris berharap dengan adanya laboratorium ini mampu meningkatkan kualitas modul PV lokal maupun impor, sehingga memberikan performance terbaik kepada para pengguna energi surya di Indonesia.

 

“Peresmian Laboratorium Pengujian Kualitas Model PV BPPT ini merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk mencapai target 23% energi terbarukan pada tahun 2025,” tutupnya. (Humas/HMP)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id