• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Menristek/Kepala BRIN Siapkan Strategi Komersialisasi Implan Traumatik BPPT

 

Kepala BPPT Hammam Riza dampingi Menteri Riset Teknologi/Kepala BRIN Bambang P.S. Brojonegoro dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil E. Dardak dalam kunjungannya ke pabrik produsen implan traumatik pertama Zenmed+ di PT Zenith Allmart Precisindo (PT ZAP), Sidoarjo, Jumat (20/12).

 

"Proses komersialisasi teknologi memang membutuhkan waktu yang cukup panjang. Bermula dari tahun 2014 hingga 2018, implan tulang traumatik ini akhirnya bisa langsung dibeli oleh pasar lewat e-katalog LKPP," terang Hammam.

 

Dirinya menambahkan inovasi teknologi ini telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan, dan memiliki kualitas setara produk impor dengan harga yang jauh lebih murah.

 

"Implan traumatik ini harganya lebih murah sekitar 70 persen  dari pada produk implan impor. Jika semua pihak mau bersinergi menggunakan inovasi teknologi anak bangsa ini, bayangkan berapa banyak devisa negara yang bisa kita hemat. Ini akan sangat berdampak," tegas Hammam.

 

Hammam juga tidak menampik masih adanya kesulitan dalam melakukan bottleneck commercialization, terlebih kita pemain baru di tengah pasar yang sudah berjalan lama dan stabil.

 

"Semboyan bermula dari akhir sangatlah kita utamakan. Kita mau tidak mau harus menemukan, bahkan menciptakan pasar tersendiri yang siap untuk menyerap teknologi hasil dari anak bangsa ini," urainya

 

Dirinya berharap dengan kedatangan Menkes, Menristek, hingga Wagub Jatim ke PT ZAP mampu menjadi semangat baru dalam mendukung komersialisasi teknologi implan traumatik.

 

Saat ini implan tulang sudah diterapkan di RSUD Mamuju, Sulawesi Barat, bagi para penderita patah tulang, dan target tahun depan akan diaplikasikan di RSPAD Gatot Soebroto dan RS. Bhayangkara Polri.

 

"Semoga mimpi besar  kami menghadirkan inovasi teknologi implan traumatik dapat membantu memenuhi kebutuhan implan tulang di Rumah Sakit negeri maupun swasta di Indonesia," ujar Kepala BPPT.

 

 

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengaku telah menyiapkan cara agar produk implan tulang yang dikembangkan BPPT dan PT Zenith Allmart Precisindo lebih dikenal di kalangan medis Indonesia.

 

Menristek saat kunjungan ke PT Zenith Allmart Precisindo di Sidoarjo, Jumat mengungkapkan keprihatinannya melihat inovasi yang dikembangkan anak bangsa masih belum banyak dilirik oleh industri nasional.

 

"Perkiraan 92 persen alat kesehatan diimpor. Solusinya harus ada pengembangan produk dalam negeri," kata Bambang.

 

Bambang mencontohkan, inovasi produk implan tulang yang dibuat BPPT baik yang stainless steel atau titanium ternyata bisa menjalankan fungsi pengganti implan tulang klinis yang impor.

 

Namun yang menjadi tantangan inovasi itu berkembang ialah bagaimana mengomersialkan skala yang lebih besar. Diungakapkannya rumah sakit, klinik, dokter belum menunjukkan minat yang serius dan masih membeli yang impor. Padahal produk ini sudah sangat luar biasa.

 

"Maka dari itu pemerintah akan terus mendorong agar produk ini lebih dikenal di kalangan medis, baik dari rumah sakit, direksi RS, sampai dokter ahli tulang," ujarnya.

 

"Kami akan coba segala cara dari komunitas kami, yakni komunitas riset agar dokter bisa lebih mengenal produk ini. Karena produk ini akan sangat menolong inovasi di Indonesia," tuturnya, menambahkan.

 

Bambang menjelaskan inovasi implan yang dikembangkan BPPT sudah sangat bersih. Meski diakuinya ada perusahaan lain yang mengembangkan, tapi produk implan tulang yang dikembangkan BPPT sudah dalam tahap komersial dan dijual e-katalog.

 

"Masih sangat besar mengembangkan produk implan di Indonesia. Tapi dengan catatan konsumen merespons dengan baik. Seperti dokter. Kami akan terus meningkatkan komunikasi dengan dokter tulang supaya lebih terbiasa dengan implan dalam negeri," kata dia.

 

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak berjanji pihaknya akan membantu agar inovasi implan tulang dapat dibeli industri kesehatan di wilayahnya.

 

Mantan Bupati Trenggalek itu mengungkapkan, pihaknya juga punya program belanja inovasi untuk mendukung inovasi-inovasi yang ada di Jatim

 

"Bayangannya ada PP No.38 Tahun. 2017 yang memungkinkan standar untuk dikembalikan produk inovasi. Kita harapkan ada keberpihakan APBD," ujarnya.

 

Dalam kunjungan itu, Emil mengajak Direktur RSUD Dr Soetomo Surabaya Dr Joni Wahyuhadi untuk berkerja sama membeli produk implan tulang BPPT dan PT Zenith Allmart Precisindo.

 

"Kami dan dari RSUD dr Soetomo, Dr Joni yang langsung datang dari Surabaya, berbicara kenapa ada produk implan tulang dari BPPT, kok kita belum beli. Maka ada hal yang perlu dicek. Ini keseriusan kami," ujarnya. (Humas/HMP)

 


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT