• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

TIBA SAATNYA INDONESIA MENGGUNAKAN E-VOTING DALAM PEMILIHAN

{rokbox}images/stories/dialog.jpg{/rokbox} {rokbox}images/stories/dialog1.jpg{/rokbox}

‚Dialog nasional ini diangkat karena mengingat pemilu, merupakan salah satu agenda penting dalam memilih para pemimpin disetiap periode pembangunan. Sementara disisi lain, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), adalah komponen penting dalam mendorong, dan mempercepat pembangunan yang dapat membawa masyarakat dalam kondisi sejahtera, demokratis berdaya saing dan bermartabat‚, antara lain diungkapkan Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPT, Tatang A Taufik dalam laporan pembukanya pada acara Dialog Nasional Menuju Pemanfaatan E-voting Untuk Pemilihan Umum 2014, di Auditorium BPPT, Rabu (19/05).

Selanjutnya dalam sambutan Kepala BPPT Marzan A Iskandar, yang secara resmi membuka acara dialog nasional mengatakan bahwa untuk menjawab keinginan masyarakat akan terwujudnya pemilu yang efektif dan efisien, pemanfaatan TIK memegang peranan yang sangat penting didalamnya. ‚Dibandingkan dengan cara konvensional, pemilu dengan e-voting mempunyai banyak keunggulan, diantaranya akurasi data dan kecepatan dalam melakukan penghitungan suara. Banyak contoh dari negara-negara lain di dunia yang telah terlebih dahulu menerapkan sistem e-voting dalam pemilihannya, Venezuela, Brazil, India, Amerika Serikat dan Filipina adalah contohnya‚, ungkap Marzan.

‚Kita perlu mempersiapkan grand design, standarisasi penilaian, kesiapan sumberdaya manusia, serta tidak kalah pentingnya kesiapan industri dalam negeri yang akan menjadi pendukung dari terselenggaranya pemilihan secara e-voting tersebut‚. Kepala BPPT juga menekankan akan pentingnya diadakan dialog nasional ini, dalam menggali ide-ide tentang penyelenggaraan pemilu secara e-voting yang lebih baik.

Pendapat senada juga diungkapkan oleh Menteri Riset dan Teknologi, Suharna Surapranata. ‚Dialog ini merupakan kesempatan untuk bertukar pemikiran antara pengambil keputusan, pemantau, akademisi, peneliti, serta pihak industri, tentang pemanfaatan e-voting untuk pemilu. E-voting juga dapat dijadikan pembelajaran masyarakat terhadap penggunaan TIK sekaligus juga memenuhi target MDGs (Millenium Development Goals) tentang peminimalisiran kesenjangan penggunaan teknologi‚.

Hal-hal yang disiapkan

Terkait dengan persiapan yang harus dilakukan sebelum dilaksanakannya pemilu secara e-voting, Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, mengatakan bahwa azas pemilu LUBER JURDIL harus dapat terpenuhi. ‚Dulu ada kekhawatiran bahwa pesatnya perkembangan teknologi TIK, akan menggantikan majalah dan koran karena orang tidak perlu lagi membeli. Cukup bawa laptop sudah tersedia semua. Tapi ternyata, koran dan majalah berjalan beriringan dengan teknologi. Demikian juga dengan pemilihan. Merupakan hak masyarakat untuk memilih apakah akan menggunakan pemilu dengan sistem e-voting atau tetap dengan cara konvensional‚.

Lebih lanjut Gamawan menjelaskan, saat ini Kementerian Dalam Negeri bersama dengan beberapa pihak terkait termasuk BPPT, secara bertahap sedang mentuntaskan persiapan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) atau e-KTP. ‚Pihak kami mentargetkan 2012 nanti seluruh penduduk Indonesia sudah memiliki e-KTP‚.

Sisi lain yang harus dipersiapkan, menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Hafiz Anshary, adalah aspek sosial budaya masyarakat, aspek teknis dan aspek politik. ‚Apakah masyarakat Indonesia sudah siap dengan lompatan besar seperti penggunaan e-voting dalam pemilihan? Itu yang harus dijawab terlebih dahulu. Tetapi saya yakin, sudah tiba saatnya bagi Indonesia untuk menggunakan e-voting dalam pemilihan‚. (YRA/humas)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT