Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

ENERGI OUTLOOK: REFERENSI KETERSEDIAAN ENERGI INDONESIA

Ketahanan energi bagi suatu bangsa merupakan suatu keharusan yang tidak bisa ditawar lagi. Tercukupinya kebutuhan energi serta tersedianya pasokan energi untuk masa mendatang, merupakan elemen yang harus dipenuhi untuk dapat mencapai ketahanan energi.

Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi (PTPSDE) BPPT, berdasarkan hasil studi, mencoba memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi kebutuhan dan penyediaan sumber energi di Indonesia dengan meluncurkan Buku Energi Outlook 2010, Jumat (1/10) di Ruang Komisi Utama BPPT.

Dalam laporannya, ketua panitia penyelenggara peluncuran Buku Energi Outlook 2010, Adhi Dharma disebutkan bahwa dalam acara tersebut akan dibahas kajian materi tentang Energi Outlook 2010. ‚Buku ini diluncurkan sebagai wujud sosialisasi BPPT kepada publik menyangkut ketersediaan energi Indonesia di masa mendatang‚.

Pendapat yang sama juga dikatakan Kepala BPPT, Marzan A Iskandar dalam sambutannya. ‚Ini merupakan kali kedua BPPT meluncurkan Buku Energi Outlook. Buku ini merupakan hasil revisi data dan metodologi dari Buku Energi Outlook 2009 lalu. Tentunya masih ada beberapa asumsi dan metodologi yang perlu disempurnakan, melalui acara ini kami mengharapkan adanya masukan dan saran dalam penyempurnaan Buku Energi Outlook berikutnya‚.

Lebih lanjut dikatakan, Buku Energi Outlook 2010 disusun berdasarkan market allocation, dimana sumber energi yang tersedia dipersaingkan secara bebas untuk meminimalkan fungsi objektifitasnya yaitu biaya sistem. ‚Kalau tidak ada peraturan atau Undang-Undang yang mengatur, maka sumber energi yang termurahlah yang akan menjadi pemenang. Mudah-mudahan melalui forum ini dapat membahas lebih mendalam outlook energi ini sehingga kita mempunyai outlook energi yang sesuai dengan kondisi negara kita. Indonesia membutuhkan outlook energi yang dapat dijadikan referensi bagi para stakeholder di bidang energi agar ketersediaan energi Indonesia terjamin‚, tutur Marzan.

Dalam Buku Energi Outlook 2010, dibahas beberapa prediksi situasi energi di Indonesia pasca 2030, seperti misalnya pada saat itu Indonesia diperkirakan sudah menjadi negara pengimpor energi (net energy importing country) dikarenakan produksi energi Indonesia yang sudah tidak mampu lagi memenuhi konsumsi dalam negeri.

Selain itu, dengan perkirakan kebutuhan energi pada tahun 2030 yang meningkat hingga 3,6%, batubara akan menjadi sumber energi utama bagi Indonesia dengan tingkat produksi batubara mencapai 517 juta ton. Berdasarkan data atau perhitungan yang ada, rasio cadangan terhadap produksi batubara pada tahun 2030 adalah sebesar 20, yang artinya penyediaan batubara Indonesia masih mencukupi hingga 20 tahun mendatang atau sampai tahun 2050.

Dalam buku tersebut juga akan dibahas mengenai kondisi energi lainnya misalnya energi minyak bumi yang diperkirakan akan mengalami defisit mencapai 650 juta SBM (Setara Barel Minyak). Indonesia juga diprediksi akan mengimpor sebagian besar kebutuhan LPG hingga mencapai 70% dari kebutuhan yang mencapai 10 juta ton.

Tidak hanya itu, Buku Energi Outlook 2010 juga akan memaparkan secara detil mengenai permasalahan kelistrikan di Indonesia, mulai dari produksi listrik hingga pada infrastruktur pembangkit listrik. Diperkirakan Indonesia pada 2030 nanti, akan mampu menghasilkan listrik hingga mencapai 687 Twh, atau naik 7,3% dari produksi 2009 yang mencapai 157TWh. Batubara bahkan diprediksi menjadi bahan bakar utama yang dominan untuk pembangkit listrik dengan pangsa sekitar 45% sehingga keandalan pasokan batubara dalam menjamin kelangsungan penyediaan listrik menjadi penting.(YRA/humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id