Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

7th BIOMASS-ASIA WORKSHOP: BIOMASA SEBAGAI SUMBER ENERGI TERBARUKAN

Energi terbarukan dari bahan nabati (biomasa) mulai menjadi alternatif baru untuk mengurangi konsumsi minyak bumi dan bahan bakar fosil lainnya. Dalam penerapannya, perlu adanya langkah-langkah yang tepat dan bijaksana dalam pemanfaatan biomasa agar tidak bersifat kontra produktif dengan pengadaan pangan dan konservasi lingkungan. Berkaitan dengan hal tersebut, BPPT bekerjasama dengan National Institute of Advanced Industrial Science and Technology (AIST) dan New Energy Foundation (NEF) mengadakan 7th Biomass-Asia Workshop di Auditorium BPPT (29/11).

Isu perubahan iklim global membuat kita harus mulai beralih pada energi alternatif yang berasal dari sumber energi hijau yang terbarukan. Berdasarkan Peraturan Presiden No 5 Tahun 2006 tentang kebijakan energi nasional, Indonesia berencana untuk mengurangi secara signifikan penggunaan minyak bumi dari energi mix konsumsi nasional. Energi fosil yang selama ini digunakan akan digantikan dengan penggunaan gas alam dan energi terbarukan lainnya termasuk biomasa hingga 17% dari total energi mix, kata Menteri Riset dan Teknologi RI, Suharna Surapranata.

Sebagai salah satu sumber energi terbarukan, biomasa memiliki potensi yang sangat besar dengan total penyediaan sebesar 60 juta ton setara dengan 50 GW listrik. Kesuksesan pengembangan biomasa di Indonesia bergantung pada pengembangan produk biomasa skala industri yang dikombinasikan dengan inovasi teknologi dan dilakukan dalam kerangka SIN, lanjut Suharna.

Senada dengan Menristek, Vice President of AIST Jepang, Masakazu Yamazaki menekankan pentingnya menindaklanjuti potensi biomasa sebagai sumber energi terbarukan. Biomasa sekarang ini telah menjadi kritikal isu baik secara ekonomi maupun politik. Biomasa diharapkan dapat menjawab permasalahan isu lingkungan seperti global warming dan ketersediaan sumber energi. Pertumbuhan ekonomi dan populasi penduduk yang meningkat pesat terutama di wilayah Asia menyebabkan energy security menjadi isu yang sangat central.

Isu biomasa dan lingkungan hidup tidak akan dapat diselesaikan tanpa adanya kerjasama internasional, tegasnya.

Dalam paparannya, Kepala BPPT, Marzan A Iskandar mengatakan bahwa penggunaan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi konvensional telah mendapat perhatian lebih akhir-akhir ini. Biomasa merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang potensial untuk memenuhi kebutuhan energi Indonesia. Yang menarik dari biomasa adalah renewabilitynya potensial untuk diproduksi secara desentralisasi, dan yang terpenting adalah mampu menjawab permasalahan climate change.

Indonesia dianugerahi dengan melimpahnya sumber energi terbarukan. Berdasarkan data yang ada, kita memiliki potensi geothermal mencapai 27 GW, hydropower 75 GW dan biomasa 50 GW. Namun demikian, pemanfaatan energi terbarukan jika dibanding dengan potensinya yang besar masih sangat rendah. Per tahunnya, Indonesia mampu memproduksi biomasa sebanyak 180 juta ton. Produksi ini dapat lebih dioptimalkan dengan memanfaatkan limbah (residu) dari tanaman pertanian seperti padi, singkong, kedelai dan jagung, tanaman perkebunan seperti tebu dan kelapa sawit, plywood, rubberwood, kelapa dan limbah agrikultur lainnya, lanjutnya.

Teknologi, menurut Marzan, memiliki peranan yang sangat penting dalam pengembangan biomasa. Teknologi kunci yang mendukung pengembangan energi biomasa di masa datang antara lain biorefinery, yang meliputi produksi biomasa liquid dan biomasa gasification, biomass processing serta handling technology. Saya harap workshop ini dapat menjembatani pertukaran informasi dan pilihan teknologi dalam penggunaan biomasa sebagai sumber energi terbarukan di masa depan. Event ini juga penting untuk pertukaran pengalaman dari stakeholder biomasa internasional dan menciptakan kerjasama dengan stakeholder biomasa Indonesia.

Dengan tema Biomass as Sustainable Energy, workshop yang diselenggarakan selama tiga hari (29/11-1/12) tersebut akan menampilkan laporan-laporan perkembangan dan penerapan teknologi penggunaan biomasa untuk energi di masing-masing negara Asia, penelitian penggunaan limbah-limbah biomasa dari industri pertanian, kehutanan dan perkebunan untuk produksi bahan bakar nabati padat, cair dan gas hingga kajian pemanfaatan bahan bakar nabati untuk kendaraan bermotor dan pembangkit listrik.

Workshop tersebut diproyeksikan untuk dapat memberikan rekomendasi kebijakan bagi masing-masing negara Asia dalam pemanfaatan biomasa untuk energi secara ramah lingkungan dan berkelanjutan dan juga untuk memberikan rekomendasi teknologi bagi industri bahan bakar nabati Asia dan rekomendasi arah penelitian dan pengembangan energi biomasa yang menjawab berbagai masalah-malasah yang menghambat tercapainya kemakmuran Asia. (YRA/humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id