• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

BAICC, PEMANFAATAN TIK BERBASIS SYARIAT ISLAM

Setelah enam tahun berlalu pasca tsunami, Kota Banda Aceh sudah mampu bangkit dan kembali menata diri. Saya sendiri dibuat terkagum dengan pesatnya perkembangan disana. Terlebih lagi dengan perkembangan teknologi informasinya. Itulah yang melatari pencanangan Banda Aceh Islamic Cyber City (BAICC) di Taman Sari, Banda Aceh, 6 Desember 2010 lalu. Demikian dikatakan Kepala BPPT, Marzan A Iskandar, saat diwawancarai oleh salah satu majalah terkait pencanangan BAICC, Jumat (7/01).

Dalam kurun waktu kurang dari enam tahun kita sudah dapat menyaksikan keadaan Banda Aceh yang sudah tertata lebih baik dibandingkan dari sebelum terjadinya tsunami. Yang lebih menggembirakan lagi, Banda Aceh bahkan sudah berubah menjadi kota modern dengan pemanfaatan TIK yang sudah mulai tumbuh. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya tempat-tempat umum seperti kedai kopi yang dilengkapi dengan fasilitas hotspot, jelas Marzan.

BAICC, menurut Marzan, dinilai tepat mengingat masyarakat Aceh mempunyai pandangan hidup yang berlandaskan Syariat Islam yang melahirkan budaya Islam yang kuat. Dengan demikian, diharapkan Banda aceh dapat memanfaatkan TIK secara optimal dalam aktifitas secara keseluruhan dan bernafaskan Syariat Islam sebagai ciri khas dari kota Aceh pada khususnya dan provinsi Banda Aceh pada umumnya sehingga dapat meminimalisasikan dampak negatif dari pemanfaatan ICT.

Pencanangan BAICC ini merupakan langkah maju bagi masyarakat Kota Banda Aceh dalam menyikapi pesatnya perkembangan dunia internet. Pengembangan BAICC diarahkan pada perluasan infrastruktur TIK agar terjangkau pada seluruh lapisan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat daerah, ungkap Marzan.

Melalui penerapan BAICC, BPPT telah menerapkan konsep Sistem Inovasi Daerah (SIDa) seperti menumbuhkembangkan UMKM Inovatif. Karena dalam pergerakan ekonomi daerah, dibutuhkan usaha-usaha baru yang didukung oleh Pemerintah Daerah dan Universitas sehingga dapat menjadi usaha-usaha yang dapat tumbuh cepat dan inovatif.

Selain BAICC yang diresmikan sendiri oleh Kepala BPPT, ada fasilitas lain yang diresmikan saat itu, yaitu Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, yang diresmikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Kantor satu pintu tersebut dapat melakukan semua pelayanan dari warga Banda Aceh, mulai dari pengurusan KTP sampai pada pengurusan surat tanah dan surat izin usaha. Dalam hal ini, BPPT mendukung penuh dengan menyediakan software Sistem Informasi Manajemen 1, jelas Marzan. (KYRA/humas)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT