Tel: (021) 316 9534   Email: humas@bppt.go.id

MENANGKAL EKSES NEGATIF TIK

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah menjadi bagian utama penentu gerak peradaban umat manusia dewasa ini. Baik itu bidang ekonomi, perdagangan, pertahanan keamanan, bidang sosial, maupun pendidikan, tidak ada satupun yang tidak tersentuh oleh teknologi informasi dan komunikasi.

Saat ini, TIK telah berkembang sangat jauh memberikan ruang lingkup yang sangat besar untuk mengorganisasikan segala kegiatan melalui cara baru, inovatif, instan, transparan, akurat, tepat waktu, dan lebih baik.

Perkembangan TIK yang pesat tentunya menimbulkan tidak hanya dampak positif tetapi juga dampak negatif bagi masyarakat. Salah satunya yaitu pengaksesan situs porno yang begitu bebasnya. Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk membatasi akses situs porno adalah melalui pemblokiran, hanya saja membutuhkan biaya yang tidak sedikit, ungkap Kepala BPPT, Marzan Aziz Iskandar saat wawancara dengan salah satu majalah di ruang kerjanya (12/1).

Menurut Kepala BPPT, cara yang paling efektif meminimalisir dampak negatif penggunaan TIK adalah dengan menerapkan sistem pendidikan berbasis agama bagi generasi muda. Karena nilai agama tersebut yang akan menjadi filter efektif untuk mencegah masyarakat mengakses situs porno. Metode seperti ini telah diimplementasikan di Banda Aceh melalui penerapan Banda Aceh Islamic Cyber City (BAICC).

Pemblokiran, lanjut Marzan dapat dilakukan bukan hanya pada handsetnya saja, tetapi juga dari pengguna internet di warnet yang jumlahnya jauh lebih besar dan yang lebih efektif lagi pemfilteran dari segi operator atau provider telekomunikasi.

Hal senada diungkapkan oleh Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Informatika BPPT, Hammam Riza. Dalam Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), sudah ada himbauan untuk melakukan pemblokiran pada situs porno. Seperti di Banda Aceh dilakukan dengan memasang Domain Name System (DNS), sehingga masyarakat dibatasi bahkan tidak dapat mengakses situs tersebut.

Jadi seharusnya, dari sisi operator lah yang notabenenya internet provider yang seharusnya diminta untuk pemblokiran. Handset dan PC itu sama saja, keduanya hanya merupakan alat untuk mengakses internet dimana situs-situs internet itu ada, jelas Hammam. (KYRA/humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 9534

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id