Print

MEMASYARAKATKAN KANTONG ASPAL

Apa yang ada dalam benak anda ketika anda ditanyakan tentang aspal? Hitam, lengket, untuk jalan raya, mungkin juga, drum. Semuanya memang identik dengan aspal. Tapi tahukah anda, saat ini aspal sudah dimungkinkan untuk digunakan dengan mudah dan oleh siapa saja? Hal ini dapat dilakukan berkat kantong aspal hasil kerekayasaan BPPT.

Seperti layaknya sebuah kantong berfungsi, fungsi utama kantong aspal adalah menampung aspal didalamnya. Hanya saja, kantong yang satu ini dapat ikut melebur dengan aspal, saat hendak dipakai. Menurut Saeful Rohman, perekayasa dari Sentra Teknologi Polimer (STP) BPPT, dari awal, ide kantong aspal ini adalah untuk mengoptimalkan penggunaan aspal dan mudah dalam pemakaiannya.

Hanya dengan merebus atau memanaskan kantong aspal dalam wadah, kantong tersebut sudah dapat larut dan siap digunakan. Kita hanya perlu mencampurnya dengan pasir dan kerikil. Dari segi efisiensi pun akan benar-benar terasa karena semua aspal dapat terpakai, tidak seperti menggunakan drum yang pastinya akan selalu ada sisa aspal yang menempel pada dinding drum, jelasnya.

Kelebihan lain dari kantong aspal ini adalah bentuk dan ukurannya yang relatif mudah dibawa. Hal ini tentunya sangat memudahkan daerah yang letaknya jauh, untuk dapat memobilisasi kantong aspal ini. Saat ini STP telah membuat kantong aspal kemasan 2kg, dan rencananya akan mulai menyiapkan kemasan hingga 25kg dan 50kg.

Investasi yang dibutuhkan untuk membuat mesin kantong aspal ini pun tidaklah semahal yang dibayangkan, sama dengan investasi untuk mesin pembuat kantong plastik atau kresek biasa. Demikian juga dengan bahan bakunya yang ternyata dapat memanfaatkan ember bekas dan kresek bekas, ditambah dengan bahan penguat aspal, maka jadilah kantong aspal yang ramah lingkungan.

Menurut Kepala STP, Wawas Swathatafrijiah, pihaknya telah mengajukan kantong aspal untuk mendapatkan paten tahun ini.

"Ada dua hal yang kita dapat dari kantong aspal ini, sebagai pengemas dan penguat aspal. Beda dengan drum yang hanya berfungsi sebagai pengemas aspal saja, tetapi inefisien. Dengan kantong aspal ini, kita memanfaatkan sumber daya yang belum optimal dimanfaatkan di Indonesia, yakni limbah plastik. Home industry, dapat juga mulai melirik produksi kantong aspal ini, ucap Wawas. (SYRA/humas)