Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

TINGKATKAN PERAN TEKNOLOGI DALAM MENGURANGI RISIKO BENCANA

MOU ini merupakan bentuk formalitas dari kerjasama antara BPPT dan BNPB yang sudah sangat erat dan telah dilakukan sejak lama. Hampir dalam kegiatan BNPB selalu melibatkan BPPT baik dalam penanggulangan bencana alam seperti banjir, tsunami, bahkan runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara beberapa waktu lalu juga melibatkan BPPT. Oleh karena itu, MOU ini merupakan formalitas yang diharapkan kedepannya kerjasama ini semakin erat antara kedua lembaga ini, ungkap Kepala BPPT, Marzan A Iskandar sesaat setelah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara BPPT dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengenai Pengkajian Dan Penerapan Teknologi Di Bidang Pengurangan Risiko Bencana, di Jakarta (2/2).

Selain dilakukan dengan BPPT, MoU yang ditandatangani di sela-sela Rapat Koordinasi dan Pelatihan Tingkat Nasional BNPB 2012 tersebut juga dilakukan antara BNPN dengan Kementerian Pertanian, Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional, Badan SAR Nasional, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika serta Institut Teknologi Bandung.

Ke depan melalui kerjasama ini BPPT ingin mengembangkan teknologi untuk memperkuat peringatan dini atau early warning system. Jadi dengan adanya sistem peringatan dini yang lebih baik, kita akan lebih tanggap terhadap resiko-resiko yang dapat muncul akibat terjadinya bencana tersebut. Peringatan dini dilakukan untuk semua jenis bencana yang mungkin terjadi. Disamping itu kita juga akan meningkatkan pemanfaatan teknologi dalam mitigasi apabila bencana terjadi. Semua teknologi yang dkembangkan ditujukan untuk meminimumkan korban dari bencana yang terjadi, jelas Marzan.

Pada kesempatan yang berbeda, Kepala BNPB, Syamsul Maarif menyatakan bahwa kerjasama dengan BPPT tersebut merupakan keseriusan BNPB dalam upaya menanggulangi terjadinya bencana. Salah satu strategi penanggulangan bencana yang akan dilakukan dengan BPPT yaitu pemasangan jembatan darurat permanen terutama di daerah rawan bencana di seluruh Indonesia. Kami akan merancang jembatan permanen bila di suatu daerah terjadi bencana banjir dan longsor, jelasnya.

Sementara itu berbicara mengenai pemberdayaan masyarakat pasca bencana khususnya di penampungan pengungsi, ia menjelaskan BNPB akan memberikan pemberdayaan dari sektor sosial dan ekonomi agar para pengungsi tidak hanya mengandalkan dana bantuan jaminan hidup (jadup), akan tetapi para pengungsi dapat berkarya untuk menambah penghasilannya.

Adapun ruang lingkup kerjasama meliputi perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang teknologi pengurangan risiko bencana, pengkajian dan penerapan teknologi di bidang pengurangan risiko bencana, pengembangan peningkatan kapasitas kedua lembaga melalui kegiatan pendidikan, pelatihan, seminar, dan workshop untuk mendukung pengembangan teknologi pengurangan risiko bencana. Selain itu juga akan dilaksanakan peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana dan kesiapsiagaan dan kaji cepat terhadap suatu kejadian bencana.

Hadir pada acara tersebut Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Pertanian, serta para pejabat dari Bank Indonesia,  BPPT, Bakosurtanal, Basarnas, dan ITB. (SYRA/humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id