• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

TMC BPPT TERUS BERUPAYA KURANGI CURAH HUJAN JABODETABEK (VII)

OPERASI TMC MASIH TERUS DILAKUKAN GUNA MENGANTISIPASI PENINGKATAN CURAH HUJAN JABODETABEK

Total sudah 26 sorti penerbangan penyemaian yang dilakukan sejak dimulainya operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) 26 Januari 2013 oleh Unit Pelaksana Teknis Hujan Buatan (UPT-HB) BPPT hingga Rabu (6/2). Rinciannya 20 sorti penerbangan menggunakan pesawat Hercules A-1323 dan 6 sorti penerbangan menggunakan CASA 212-200 U-616 serta menghabiskan bahan semai NaCl powder sebanyak 86,6 ton.

Fokus lokasi penyemaian awan dengan pesawat dilakukan di sekitar pantai barat, barat laut, utara dan timur laut Jabodetbek terutama di sekitar Selat Sunda dan perairan di sebelah utara Teluk Jakarta. Tujuannya adalah agar awan-awan yang bergerak menuju Jabodetabek bisa turun menjadi hujan lebih awal sebelum memasuki Jabodetabek sehingga suplai massa udara basah yang masuk ke wilayah Jabodetabek menjadi berkurang dan peluang kejadian hujan di wilayah Jabodetabek juga dapat dikurangi.

Dalam tiga hari terakhir, daerah target juga terpaksa diarahkan ke sebelah timur Jakarta (Karawang, Subang dan Indramayu) karena pergerakan angin dominan dari arah timuran. Meski tidak di laut, namun penyemaian di daerah ini dilakukan di atas area pertanian yang mempunyai potensi resiko banjir relatif kecil dibandingkan daerah permukiman penduduk. 

Selain dari udara, dilakukan juga penyemaian awan dari darat dengan menggunakan Ground Base Generator (GBG) yang terpasang di sejumlah lokasi dalam wilayah Jabodetabek, memanjang dari daerah hulu (selatan) hingga hilir (utara), tujuannya adalah untuk mengganggu pertumbuhan awan hujan di dalam wilayah Jabodetabek.

Pada Rabu (6/2), telah dilakukan 4 sorti penerbangan penyemaian, 2 sorti dari Posko Halim menggunakan pesawat Hercules dan 2 sorti dari Posko Pondok Cabe menggunakan pesawat CASA.  Sorti I dilakukan pada pukul 10.07-12.28 WIB menggunakan pesawat Hercules di sekitar Pelabuhan Ratu, menghabiskan bahan semai 5.000 kg. Sorti II dilakukan pada pukul 11.35-12.44 WIB dengan pesawat CASA di daerah Cianjur, Selatan Pangrango dan Gn Halimun, menghabiskan bahan semai 1.000 kg. Sorti III juga dilakukan dengan pesawat CASA pada pukul 14.05-15.03 WIB di daerah Malingping, menghabiskan bahan semai 1.000 kg. Sorti IV dilakukan dengan pesawat Hercules pada pukul 14.05-15.48 WIB di daerah Karawang, Subang dan Indramayu, menghabiskan bahan semai 4.000 kg.

Sementara itu dari darat juga dilakukan pengoperasian GBG dari 14 lokasi yang menghabiskan 17 flare dan GBG sistem larutan dari 5 lokasi, masing-masing selama 7 jam. Sejauh ini, kegiatan penyemaian selama 12 hari terakhir relatif cukup berhasil mengurangi intensitas curah hujan dan resiko banjir di wilayah Jabodetabek. 

Rabu sore memang sempat terjadi genangan air pada beberapa titik di wilayah Jakarta akibat hujan deras yang mengguyur selama 3 jam. Namun, beruntung hujan tidak berlanjut hingga malam hari, sehingga genangan segera surut dan situasi kembali normal. Curah hujan yang relatif kecil di selatan (Bogor) cukup menguntungkan.

Kemarin, Kamis (7/2) dilakukan 4 sorti penerbangan dengan rincian 2 sorti penerbangan Hercules dan 2 sorti penerbangan CASA 212-200.  GBG juga terus siaga diaktifkan dengan realisasi tergantung pada kondisi cuaca dan dinamika atmosfer di sekitar wilayah Jabodetabek yang terus dipantau setiap saat sejak pagi hingga sore harinya. (Posko TMC/TimPRB BanjirJKT/SRA/humas BPPT)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT