• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

PTISDA BPPT ADAKAN JUMPA PERS TENTANG STUDI RESIKO KEGEMPAAN DAN TSUNAMI DI PERAIRAN BARAT SUMATERA

Kurang lebih 1700 km multi-chanel seismik refleksi data dengan penetrasi mencapai kedalaman antara 50 km (deep seismic), telah diakuisisi selama bulan Mei 2009 dengan menggunakan Kapal Seismik Geowave Champion milik CGGVeritas lengkap dengan peralatan multichanel seismik refleksi dengan panjang streamer Sercel Sentinel Solid mencapai 15 km. Survey ini merupakan survey pertama di dunia karena telah menggunakan streamer terpanjang yang telah dilakukan kapal survey seismik.
Adapun tujuan dari survey ini adalah untuk mengetahui model struktur geologi dengan penetrasi mencapai 50 km (deep geological structures), meliputi daerah Palung Sunda (Sunda Trench), Prisma Akresi (Accretionary Prism), Tinggian Busur Luar (Outer Arc High), dan Cekungan Busur Muka (Fore-Arc Basin) daerah perairan Sumatera khususnya di daerah Kepulauan Mentawai. Hal ini dilaksanakan mengingat bahwa daerah perairan kepulauan Mentawai merupakan daerah terkunsi secara tektonik. Kondisi ini memungkinkan terjadinya gempa besar dan dapat membangkitkan tsunami di kemudian hari seperti diungkapkan secara ilmiah dari analisis para ahli kegempaan nasional dan internasional.
Berkaitan dengan hal tersebut pada 28 Mei 2009 bertempat di ruang VIP lantai 3 Gedung II BPPT telah dilakukan Press Conference tentang ‚Studi Resiko Kegempaan dan Tsunami di Perairan Barat Sumatera dengan menggunakan Metoda Seismik Refleksi dengan Panjang Streamer Terpanjang di Dunia ( 15 km)‚ yang merupakan kerjasama BPPT-LIPI-ESDM dengan CGGVeritas dan IPG Paris yang dihadiri Deputi Bidang TPSA Jana Tjahjana Anggadiredja, Direktur PTISDA Yusuf Surachman, beberapa Staf Kedeputian TPSA, LIPI, ESDM dan pihak CGGVeritas dan IPG Paris.
Tim ahli yang terdiri dari para peneliti senior dari Indonesia, Perancis, dan Amerika telah turut ambil bagian dalam studi ini, untuk menggambarkan struktur geologi sampai kedalaman lebih dari 50 km. Struktur demikian belum bisa di peroleh dengan kapal riset biasa yang sudah dilaksanakan oleh para peneliti selama ini.
Direktur Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam Yusuf Surachman mengungkapkan bahwa dukungan CGGVeritas dalam mengaplikasikan teknologi industri untuk kepentingan penelitian kebumian sangat membantu. Oleh karena itu studi ini dapat melihat kemungkinan lain dari resiko terjadinya gempa dan tsunami guna mereduksi kerugian akibat terjadinya gempa bumi dan tsunami dimasa datang. Dan berharap bahwa perusahaan-perusahaan lain yang bekerja di Indonesia dapat berkontribusi yang sama sehingga dapat memitigasi bencana alam di masa datang.
Menurut Satish Singh, Professor dari IPG Paris, menyatakan bahwa tujuan dari survey seismik ini untuk membuat peta resiko gempa dan tsunami guna menyiapkan kemungkinan lain dari resiko bahaya bencana. Hal ini merupakan yang pertama dilakukan di dunia guna mengetahui perilaku kegempaan yang berkaitan dengan tsunami.
Executive Vice President, APAC region, CGGVeritas, Cameron Astill mengatakan bahwa ‚CGGVeritas dengan bangga telah berpartisipasi pada studi ini untuk mengerti dan mengetahui secara baik dan potensi tsunami seperti yang telah terjadi di Aceh pada tahun 2004. Kegiatan ini merupakan bagian dari misi perusahaan kami untuk berkontribusi dalam kegiatan ilmiah baik bagi komunitas lokal maupun internasional.
Hasil sementara dari survey ini selain diperoleh profil struktur-dalam geologi (deep geological structures) daerah perairan barat Sumatera khususnya daerah Kepulauan Mentawai, telah ditemukan Gunung Api Bawah Laut dengan ketinggian kurang lebih 4600 meter pada kedalaman 5900 meter. Kedalaman puncak dari gunung api ini berada pada kedalaman 1280 meter dari permukaan laut. Gunung ini mempunyai lebar sekitar 50 km. Posisi dari Gunung Api ini berjarak 330 km arah barat dari Kota Bengkulu.
Tujuan akhir dari studi ini adalah untuk memahami secara lebih baik dari sumber dan mekanisme gempa yang dapat menimbulkan tsunami. Hal ini dapat dicapai dengan menggunakan citra seismik-dalam (deep seismic image) yang diakuisisi dengan streamer yang panjang dan sumber gelombang seismik yang sangat kuat dengan frekuensi sangat rendah, sehingga pola struktur seperti bidang batas antar kerak (lithospheric plate boundary), distribusi dan geometri patahan dengan akar yang dalam, serta pergerakan bidang geser dari permukaan dasar laut dapat diketahui dengan jelas. (PTISDA-TPSA)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT