Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

TEKNOLOGI BIOGAS UNTUK PENGEMBANGAN DESA MANDIRI ENERGI

Keberhasilan penerapan hasil teknologi pertanian benih unggul kedelai, berkembangnnya inovasi sistem pengolah limbah dan penghasil biogas, telah mengantar Desa Kalisari, Banyumas, menuju Desa Mandiri Energi.  Tahap lanjut kegiatan ini juga ditingkatkan dengan pembentukan "Konsorsium Pemanfaatan Teknologi Peningkatan Produksi Kedelai Dan Pengolahan Limbah Untuk Energi Biogas" yang melibatkan tujuh pihak yaitu Kemristek, Kementerian ESDM, Badan BPPT, BATAN, UNSOED, Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas, dan Pemerintah Propinsi Jawa Tengah. Dalam Penandatanganan Nota Kesepahaman untuk Pembentukan konsorsium tersebut, BPPT diwakili oleh Ridwan Djamaluddin selaku Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Pengendalian Sumberdaya Alam.

 

Mengenai teknologi biogas ini, Direktur Pusat Teknologi Lingkungan (PTL) BPPT, Joko Prayitno Susanto menjelaskan bahwa program pengembangan teknologi reaktor unggun tetap untuk pengolahan limbah cair sudah dimulai sejak tahun 2009 oleh BPPT dengan pendanaan yang berasal dari Kementrian Ristek yang dilanjutkan pada tahun 2010. Karena pengolahan limbah cair tahu yang dihasilkan sangat baik maka program ini dilanjutkan pada tahun 2012.

“Pada 2013 ini kembali dibangun reaktor ke IV di Desa Kalisari atas prakarsa dari pemda kabupaten Banyumas bersama pemprov Jateng dengan tetap menerapkan teknologi pengolahan limbah cair industri tahu (biogas) yang dikembangkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan direncanakan dapat memproduksi biogas dengan target pengguna sebanyak 90 rumah tangga. Saat ini di Kabupaten Banyumas baru terdapat 5 unit biogas plant yang diantaranya terdapat di Desa Kalisari sebanyak 3 unit, Desa Cikembulan dan Desa Kalikidang sebanyak 1 unit,” ungkap Joko kala memberikan paparan dalam acara Pencanangan Desa Kalisari Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah sebagai Desa Mandiri Energi.

Dirinya juga menyebutkan bahwa dengan mempertimbangkan potensi limbah cair organik tahu saja, nilai pengurangan emisi sudah cukup besar. “Jika ditambah lagi dengan manfaat-manfaat signifikan lainnya, terutama aspek lingkungan yang hingga saat ini masih belum dimasukan ke dalam perhitungan ekonomi dari sebuah teknologi sejenis yang didiseminasikan untuk mengolah jenis limbah organik lainnya di Indonesia terutama limbah yang mengandung kadar organik tinggi seperti limbah gula, serta limbah cair dari industri minyak kelapa sawit, maka potensinya akan lebih besar lagi. Kedepannya, teknologi fixed bed reaktor akan menjadi teknologi yang prospektif di sektor energi dan lingkungan,” imbuh Joko.

Sementara itu Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta menjelaskan Desa Kalisari sejak tahun 2009 sudah mulai membuat teknologi pengolahan limbah tahu menjadi energi gas.  Pengolahan limbah menjadi energi awalnya dibangun Kementerian Ristek membangun dan  diikuti dengan Pemkab Banyumas dan Pemprov Jawa Tengah."Sampai sekarang pengolahan limbah menjadi energi masih dapat dimanfaatkan oleh 105 rumah tangga,”ungkap Gusti Muhammad Hatta usai mencanangkan Desa Kalisari menjadi desa mandiri energi di lapangan desa setempat, (25/10) lalu. Adapun Kementerian Riset dan Teknologi mencanangkan Desa Kalisari sebagai Desa Mandiri energy karena keberhasilan desa tersebut mengolah limbah tahu menjadi biogas dengan memanfaatkan instalasi pengembangan air limbah. (SYRA/humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id