• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

UPTHB Ujicoba Mekanisme Baru Penyemaian Awan

Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk penanggulangan berbagai bencana khususnya bencana iklim dan cuaca seperti kekeringan, kebakaran hutan dan banjir, belakangan ini mendapat animo positif terkait penerapannya. Kepala UPT Hujan Buatan (UPTHB) BPPT, F. Heru Widodo juga telah menyebutkan bahwa pihaknya siap  menerapkan metode ini di wilayah DKI Jakarta yang tengah memasuki musim hujan ini. Guna meningkatkan pelayanan dan keamanan dalam menjalankan operasi TMC, UPTHB baru saja melaksanakan “Uji Dinamis Console TMC dan Modifikasi Ramp Door Pesawat Hercules C-130” di Lanud Husein Sastranegara, Bandung (3/1). “Dalam pelaksanaan TMC di lapangan UPTHB melakukan kerjasama dengan pihak TNI-AU dalam hal dukungan pesawat seperti Hercules C-130 dan Cassa 212-200.  Oleh karena itu pesawat TNI-AU selama ini telah dimodifikasi supaya sesuai dengan misi penyemaian awan,” ungkap Heru kala ujicoba tersebut.

 

Heru menjelaskan bahwa modifikasi yang telah dilakukan selama ini masih bersifat manual. “Hingga kini penyemaian yang dilakukan melalui pesawat Hercules C-130 sifatnya masih manual, yaitu penuangan bahan semai ke corong pembuangan (keluar pesawat) dilakukan oleh personil yang bertugas di dalam cabin pesawat, dengan cara membuka/merobek kantong bahan semai dan dituangkan ke dalam corong pembuangan,” terangnya.

Metode pembuangan yang manual seperti, ungkapnya, membawa dampak yang sangat merugikan dan membahayakan bagi umur pesawat, karena bahan semai (NaCl) bersifat korosif. “Bila bubuk garam tersebut menempel dalam jumlah banyak di berbagai bagian penting dalam pesawat, hal ini dapat membahayakan,” imbuhnya.

Oleh karena itu bertolak dari dampak bahan semai yang berpotensi merusak komponen pesawat, maka TNI-AU cq KOHARMATAU bekerjasama dengan UPTHB berinisiatif membuat Consule TMC (peralatan mekanisasi seeding) dan modifikasi ramp door pada Hercules C-130. “Consule ini berbentuk  tangki yang diletakkan dalam satu konstruksi rangka yang dilengkapi dengan roda. Setiap Consule berisi 3 (tiga) tangki, kapasitas setiap tangki sekitar 850 kg,” ujarnya.

Dengan sistem consule TMC ini, lanjut Heru, sebaran bubuk garam di dalam cabin pesawat dapat diminimalisir dan ancaman korosi pada pesawat Hercules dapat dicegah, karena Consule TMC dirancang bekerja dengan kondisi Pressurized sistem. “Kami telah berhasil membuat 2 (dua) buah consule TMC. Hasil uji dinamis menunjukkan consule TMC berfungsi dengan baik dan proses keluarnya bahan semai dari corong dapat diamati secara jelas dari bawah,”pungkasnya.  (SYRA/Humas)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT